Rabu, 22 Mei 2013

The Rocker That Savors Me by Terri Ann Browning

Ebook Epub format 253 pages
Published April 28th 2013 by Anna Henson
Rating: 3/5

Which one is the hottest from Demon’s Wings members? Nik Armstrong, sweet Jesse, sweet Drake or wild Shane?

Lhah kenafa kok jadi ada dua yang sweet disini? Bukannya di buku pertama dulu hanya Jesse yang sweet? Oh…oh… I started to fall for Drake, too, in this book. Jesse tetep aja sweet sih, unless his wild fantasy of his housekeeper, Layla, yang terus menerus membuat itu-nya greng. Duh…. Berapa kali dalam chapter ya Jesse selalu mengeluh tubuhnya berteriak tiap kali berdekatan dengan Layla? Begitu juga dengan mimpi basah-nya Layla yang juga penuh dengan uh—oh…. 

Oke… kenafa kok saya jadi nulis bagian ‘semriwing’nya di awal review ya? Well, terus terang, saya nulis review ini setelah berhari-hari menyelesaikan bukunya, dan sudah tenggelam dalam pesta prom dari neraka aka Prom Night From Hell buat RC BBI bulan ini. Dan, justru bagian ‘sumuk’nya itu yang masih keinget dan gampang ditulis. Well, anggap saja sebagai motivasi menulis review #selfkeplak


Di buku pertama, The Rocker That Holds Me, penulis menggunakan point of Emmie. Emmie yang dibesarkan oleh group rock Demon’s Wings karena ibunya hobi melakukan domestic violence terhadapnya. Dari 4 cowok itu Emmie melabuhkan cintanya pada Nik. Bukan berarti 3 anggota lainnya tidak mencintai Emmie, mereka semua sangat sayang padanya melebihi diri mereke sendiri. Jesse, mendapat porsi cukup besar di buku pertama, hingga saya berpikir nanti bakal ada konflik cinta terbagi. Untungnya ngga. Ini bukan model cerita sinetron atau drama Asia yang berebut cewek ato cowok. Bukan pula model antagonis yang ngomongnya sengak, tapi justru dicintai sang tokoh utama, dan muncul sosok cowok-dengan-dada-untuk-menangis. Ugh, saya kok jadi nyinyir gini ya? #abaikan

Di buku duanya, si penulis menggunakan point of view bergantian dari Layla ke Jesse. Sedikit membingungkan. Untunglah saya membaca versi English-nya hingga gampang melihat subject-nya, kalo she blab la bla, berarti ini di ambil dari sudut Jesse, demikian sebaliknya. Tentu saja, di buku ini Jesse menjadi hero of the book (meski tanpa adegan heroic ala Hercules #halah).  Jesse, yang saya yakin sangat dicintai pembaca dan kuciwa karena porsi hanya begitu saja di buku pertama. Emmie, nyonya Armstrong sedang hamil dan membutuhkan asisten (bukan pembantu ya) untuk mengatasi masalah rumah pantainya yang berantakan. Maka dibukalah lowogan untuk jabatan sebagai housekeeper. Layla, yang sedang desperate mencari pekerjaan tetap, memutuskan untuk melamar. Karena merasa cocok dengannya, Emmie pun menerima Layla. 

Dari hari pertama Layla bekerja, dan kemudian berkenalan dengan Jesse, perhatian Jesse pun sudah nemplok bagai lem tikus pada Layla. Tak dipungkiri, Layla ternyata juga sudah mulai greng sejak pertama kali melihat botaknya Jesse. Awwww….. jangan salah ya, meski tugas utama Layla adalah bersih2, terutama bersih2, terutama kamar mandi Drake yang audzubillah joroknya, Layla tetap saja bagai Inem pelayan seksi. Seksinya mungkin tidak hanya terletak pada lekuk tubuhnya saja, melainkan kebaikan hatinya dan juga ringan tangan membantu ini itu. Ya iyalah, gajinya 3 kali lipat dari gaji awalnya dihitung perminggu. Bagaimana per bulan? Belum lagi ditambah tinggal di rumah untuk tamu di tepi pantai Malibu, bersebelahan dengan rumah si botak. Duuhh… sumuk nian tiap malam yak….
Konflik tidak hanya seputar Layla-Jesse, melainkan juga Drake si tukang mabuk itu tib-tiba sembuh dengan kehadiran Layla sekeluarga –dua adik ceweknya yang semuanya berinisial L, Lana dan Lucy (saya bisa dong nempil ngaku jadi sodaranya #plaakks. Konflik lain juga pada seputar kehamilan Emmie, ketakutannya, masa lalu Layla yang ternyata tak jauh beda dengan Emmie, dan lainnya.

Membaca ini buat saya adalah hiburan setelah membaca kisah cinta insan dengan latar belakang agama Amish. Konflik tidak terlalu mencolok, cenderung datar, tapi tetap sweet. Membayangkan hubungan manis antara Emmie yang tak pernah percaya orang lain selain her 4 guys, tiba2 begitu terbuka pada Layla. Drake, si pemabuk yang tobat dengan adanya Lana, yang berjarak usia 13 tahun dengannya, membuatnya galau di akhir cerita. Semuanya sweet. Kecuali bagian panas bin sumuk adegan Layla-Jesse. Well, dari awal ketemu, saya sudah menunggu bagian panas yang pasti bakal meledak ini. Untunglah, si penulis tidak perlu berpanjang panjang adegan seperti kisah Mas Grey yang bikin bored. Ini aja sudah saya skip2 haha. 

Ah, saya cukup puas dengan kisah Jesse yang saya dambakan di buku ini. Seperti dulu saya mendambakan sosok Hua Che Lei di Meteor Garden yang tidak jadian dengan San Chai, dan terbayar di serial Mars. Hahaha… OOT banget nih saya. Well, saya tunggu porsi Shane ato Drake yang bakal jadi the next book hero.

8 komentar:

  1. Huahaha....kayaknya ini emang taktik penulisnya. Di buku 1 kita dibikin melting sama Jesse, di buku 2 dibikin melting sama Drake, tar di buku 3 pasti dibikin melting sama Shane.

    Btw penulisnya kasi tahu ke aku lewat twitter kalo totalnya ada 6 buku. Setelah Drake masih ada ceritanya Shane, Nik (yeaayy...ada POV-nya Nik jugaa) dan Axton.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aarrgghhh... Can't wait!! Eh, pengen tau pov nya Nik setelah baca interview itu.

      Gimana tuh yang Axton? Another sweet ass? Hahaha... Di buku satu, muncul cuma bentar, tapi sweet...

      Hapus
    2. Iya yaaa...aku juga jadi penasaran sama Nik gegara interview itu. Kira2 masalahnya apa ya? Mungkin waktu dia berusaha yakinin Emmie buat nikah sama dia ya? Pengen nanya2 ke authornya tapi gak enak, aku udah bawel :)).

      Axton juga bikin penasaran. Dia mo dikasi cewe lain katanya, bukan Bree. Aku sebenernya penasaran baca tentang Alexis juga sih (sepupunya Bree itu), tapi masih males cari ebooknya.

      Oya...ebook ttg Nik dan Axton masih lama, awal tahun katanya. Yg Shane aja baru keluar akhir 2013.
      Btw aku ngerasa kayak ABG yg lagi fangirling gitu deh gegara Demon's Wings ini X). Abis baru sekali ini nemu rocker2 bikin melting. Yang seri Sole Regret berasa kurang puas sama romancenya.

      Hapus
  2. Iya nih. Kau tuh racun ya. Gegara baca ini, ada teman yang lagi baca yang judulnya ada 'rockers'nya langsung nyadong. Wah, masih lama ya lanjutannya? Kalo yang ini kan ngga tau ada lanjutannya, jadi ngga nunggu2, tapi kalo sudah tau, bakal ngiler2 nunggu lanjutannya :-[

    BalasHapus
  3. kak, masih punya kah seri ebook the rocker??
    minta dong alingdarma006@gmail.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku cuma baca 3 buku seri Rocker ini. Setelah dicek, kok ternyata ada banyaaak banget ya? hahaha... Coba cek kesini aja http://ebook.bike/authors/16811. Semoga belum dihapus...

      Hapus
  4. Msh pnya ebook pdf bhsa indo, boleh minta? Q uda nyari" ga Nemu, q uda penasaran bgt sama ni novel

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf ya, blog ini tidak menyediakan ebook untuk dikirim kirim. Bisa cari sendiri, dan novel ini tidak ada terjemahannya.

      Hapus