Rabu, 19 Juni 2013

Gregor and The Prophecy of Bane by Suzanne Collins




Ebook format, 309 pages
Published May 1st, 2005 by Scholastic
Rating 4/5

Tidak ada kata tidak bagi sebuah ramalan. Jika ramalan sudah memutuskan, maka tak ada jalan keluar selain mengikutinya.

Gregor merasa hidupnya selama di Underland adalah suatu mimpi buruk dan tak pernah berpikir untuk kembali. Tapi apa daya, adiknya, Boots, diculik kecoak sahabatnya ketika hidup di Underland, Temp. Tak ayal, dia harus mengejar adiknya ke Underland. Di sana, dia sudah ditunggu oleh para Underlander dengan sehelai ramalan Bane. Sebuah ramalan yang menyangkut kehidupan adiknya yang masih 2 tahun.

Baru saja musim panas lalu Gregor harus menghadapi kawanan tikus, di musim dingin ini Gregor sudah harus kembali lagi. Vikus, sebagai orang yang dituakan di Underland, tidak mampu menjelaskan lebih detil tentang ramalan kali ini. Sementara itu, Luxa, sang calon ratu Underland begitu ia menginjak usia 16 tahun, kedatangan para sepupunya. Howard dan Stellovet bisa dibilang kurang ramah, baik pada Luxa maupun pada Gregor. Sayangnya perjalanan quest kali ini, Gregor harus didampingi Howard, tanpa Luxa dan Vikus. Selain itu, Ripred, si tikus ally mereka, menyarankan Gregor mempelajari satu skill yang cukup muskil dilakukan Gregor dalam waktu singkat, echo-location, suatu ilmu untuk mengetahui keberadaan sesuatu meski di tempat gelap gulita sekalipun. Dari pihak istana, Gregor harus memiliki skill, minimal bermain pedang. Adhuh, padahal, bertarung saja Gregor tidak pernah di kehidupan Overland-nya.


Perjalanan quest kali ini lebih banyak dilakukan melalui jalan air. Ares, sang kelelawar yang sudah menjadi bond Gregor mendampingi. Boots, sang bayi yang disebutkan di ramalan juga tak ketinggalan. Ripred, si tikus bijaksana, kali ini menyertakan rekannya yang mempunyai kemampuan unik, Twitchtip. Satu-satunya rekan perjalanan yang membuat Gregor merasa nyaman hanyalah Mareth.

Gregor akhirnya menyadari mengapa dirinya disebut sebagai warrior di ramalan yang pertama. Ada suatu tarikan khusus ketika ia memegang pedang pertama kali. Paling tidak ini sedikit memantapkan dirinya untuk menghadapi Bane, si tikus putih, seperti dalam ramalan Bane. Kejadian seru seperti biasa mewarnai perjalanan Gregor dan kawan2nya, sekaligus mengharukan dengan kehilangan beberapa teman di akhir perjalanan. 

Nah, apakah Gregor mampu menuntaskan tugasnya menemukan sekaligus membunuh Bane, si tikus tertulis di ramalan? 

Comments:

Sepertinya saya sedang sakaw Gregor series ini hahaha. Selain untuk memenuhi challenge buku trilogy fantasy FYE atau Children Literature, saya juga sangat penasaran dengan quests Gregor selanjutnya. Oya, sedikit banyak tentang ramalan ini mengingatkan saya pada si anak Poseidon di serial Percy Jackson. 

Suzanne Collins masih tetap menjaga pace kisah fantasy ini dengan kejutan di sana sini, kekocakan yang khas, apalagi dengan hadirnya Boots, terkadang membuat saya tergelak di tengah ketegangan yang mulai meningkat. Perubahan karakter juga mulai terlihat dari para tokohnya, dan saya melihat ada kemungkinan perubahan besar dari para tokoh2 sentralnya. Dan apakah prediksi saya ini benar? Oke, saya teruskan baca di seri ketiganya dulu ya.

3 komentar:

  1. iya nih kalo ramalan jadi inget percy jackson hehe bagus mana mbak antara percy jackson dengan si gregor?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, kalo dari segi cerita sih, Percy lebih kompleks, karakternya juga lebih banyak. Kalo Gregor ini lebih sederhana, tapi tetep seruuu :)

      Hapus
  2. Baru tau ada bukunya SC selain THG :O
    belon ada indonya ya?

    BalasHapus