Rabu, 21 Agustus 2013

Gregor the Overlander: The Marks of Secret by Suzanne Collins




Ebook format 343 pages
Published May 1, 2007 by Scholastic  Inc
Rating 4/5

Liburan musim panas Gregor nampaknya akan berjalan mulus tanpa gangguan prophecy dari Underlanders.  Meski demikian dia masih harus mengisinya dengan berlatih echolocation dari Ripred, the gnawer. Namun ternyata kunjungan latihannya diganggu dengan keinginan Ripred untuk membunuh The Bane, tikus putih yang dulu seharusnya sudah dibunuh Gregor ketika masih bayi, sesuai dengan ramalan. Menurut ramalan, the Bane akan tumbuh menjadi ancaman bagi warga Underlander. The Bane sudah tumbuh berapa puluh kali lipat dengan pertama kali Gregor bertemu pertama dulu. Tidak hanya tubuh fisiknya yang berkembang sangat pesat, tapi juga sifatnya dan ambisinya yang ingin menjadi pemimpin kaum Gnawers dan juga ranah Underland. Ambisinya ini didukung oleh beberapa kaum Gnawers yang tentu saja membahayakan posisi kaum lainnya, termasuk penduduk Regalia.

Perjalanan diam2 Gregor dan Luxa karena kode rahasia kaum nibblers memberi kenyataan pahit bagi Luxa. Kaum nibblers yang dulu pernah menyelamatkanya terancam. Dengan satu tanda semacam arit, mereka memulai perjalanan lenyapnya para nibblers ini. Perjalanan berbahaya ini diikuti serombongan yang lainnya: Howard,  Hazard dan tentu saja Boots.  What?! Apa mereka sudah gila membawa anak2 kecil itu? Well, Gregor dan Luxa semula mengaburkan rencana mereka dengan mengatakan bahwa mereka akan pergi piknik. Hahaha.  Siapa yang ngga pingin ikut piknik sih? But, apparently, the picnic turned out to be a disaster.


Piknik mereka tentu saja berjalan dengan sangat membahayakan sekaligus mematikan. Mereka harus melewati gempa bumi, tanah longsor, banjir, hingga letusan gunung berapi. Perjalanan mereka kali ini tidak berdasar satu ramalan yang biasanya diramalkan oleh Sandwich,  tapi bukan berarti mereka tidak harus memahami sebuah ramalan. Lagu seputar binatang: spiders dan nibblers yang semula mereka kira adalah lagu kanak2 semacam rhyme, ternyata adalah ramalan yang harus mereka pecahkan dan waspadai. Sementara itu, para nibblers menuju ke kepunahan mereka karena ulah para Gnawers, dan di lain tempat, Regalia terancam dengan datangnya pasukan Gnawers yang segera menyerang..,

Comments:
Ini adalah kali kedua saya keki dengan ending serial Overlander ini. Bagaimana tidak?  Tidak ada tanda bakal selesai hingga tiba2 halaman ebook saya menunjukkan halaman 0 yang berarti episode ini telah berakhir dan berlanjut ke buku berikutnya. Huaaahhhh.... seballlll... Piawai sekali Ms. Collins ini membuat pembacanya hangover. Untunglah, ebook mini sudah saya dapatkan lengkap hingga saya tinggal buka episode berikutnya.

Cukup berbeda dengan buku ketiganya, yang menurut saya sedikit membosankan meski sebenarnya sama serunya (mungkin karena saya membaca secara marathon ya?). seri ke empat ini banyak sekali adegan lucu yang bikin saya terpingkal pingkal dimana pun dan kapan pun. Mulai dari kesinisan Ripred terhadap The Bane yang nama sebanarnya adalah Pearlpelt. Sinmak dialog lucu berikut:


“It doesn’t matter what I like to be called. Everyone just calls me Bane or The Bane except Ripred. He makes fun of my name. calls me Pearlpet or Pearliegirlie.”

Ripred: “It’s a hard name to say. Pearlpelt. Practically a tongue twister. Try to say it 3 times so fast. Go on. Pearlpelt. Pullpet. Purput. See? I’s impossible.” (pg. 13-14)


Hahaha… ngakak saya membayangkan dua tikus, sama besarnya yang saling mengejek masalah nama dengan tongue twister yang sering saya jadikan filler ketika mengajar :D. Belum lagi dengan perasaan Gregor terhadap Luxa, calon ratu Underland, yang mulai tumbuh di bagian akhir buku ketiga dan mulai mekar di buku ke empat ini. Lucunya, mereka sering kali terlibat cekcok berbeda pendapat yang justru membuat beberapa orang di sekitarnya menduga adanya perasaan khusus di antara keduanya. Suit suit…. :D

Meski sangat komikal di episode ini, tetap saja unsur menegangkan menjadi bumbu utama. Cukup sadis juga untuk bacaan anak usia 10 tahun ke bawah karena adanya pembantaian besar besaran terhadap kaum nibbler. Meskipun mereka tikus (lebih kecil dari kaim gnawer), di dunia Underlander, mereka adalah sesame penduduk Regalia yang mempunyai hak hidup yang sama. Di buku ini pula saya mendapati panggilan yang ‘mengerikan’ bagi para manusia. Mungkin sudah pernah saya sebutkan sebelumnya. Oke, saya urutkan saja ya panggilan familiar bagi penduduk Regalia
  1. Cockroach= the Crawler
  2. Mice=The nibbler
  3. Rat= The Gnawer
  4. Bat=The Flier
  5. Spider: The Spinner
  6. Firefly= The Shiner
  7. HUMAN= THE KILLER!!!!
Dilihat dari pertama kali kedatangan manusia di tanah Regalia, Sandwich sebagai orang pertama, menggusur para Gnwer dan banyak penduduk lain dan menguasainya. Tidak heran jika manusia disebut sebagai The Killer. Nickname ini semakin nyata di buku berikutnya.

Aaarrgghhh…. Bersambung ya reviewnya :D







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar