Rabu, 12 Maret 2014

Wishful Wednesday #30




 


Aaahhhh… ternyata sampai juga hitungan WW saya di kepala tiga hahaha… #terusngapalil???


Oke, dua minggu lalu saya sudah berjanji untuk kembali meramaikan WW ini, tapi ternyata oh ternyata, minggu lalu saya lupa hingga Rabu lalu pun berlalu tanpa WW di blog saya… #hiksss… but, I’m here now… yeaayy….

Sebenarnya saya sudah jijay melihat timbunan saya sendiri. Tapi… tapi…. Saya masih suka ngiler liat buku, apalgi diskonan. Yap, diskonan buku yang menjadi incaran saya ini sudah didiskon entah sejak kapan. Tapi, karena melihat timbunan, saya jadi tahu diri. Maka, sementara, biarlah ia menjadi WW saya minggu ini.

Ini dia buku incaran saya


The Immortal Life of Henrietta Lacks
Kehidupan Abadi Henrietta Lacks by Rebecca Skloot


Sel-sel manusia abadi pertama, dengan nama HeLa, telah berbiak sampai berjumlah triliunan di laboratorium-laboratorium seluruh dunia selama lima dasawarsa lebih, memungkinkan penemuan vaksin polio, kemoterapi, dan banyak penemuan penting lain. Tapi dari mana asal sel-sel HeLa?

Jurnalis sains Rebecca Skloot menghabiskan 10 tahun bersusah-payah meneliti suatu kisah rumit, tragis, dan sangat membuka mata, kisah Henrietta Lacks, seorang perempuan Afrika-Amerika, ibu lima anak berumur 31 tahun yang mendatangi rumah sakit Johns Hopkins karena kanker rahim pada 1951, dan di sana sampel tumornya diambil tanpa sepengetahuan dia atau keluarganya. Henrietta meninggal dalam keadaan mengenaskan dan nyaris terlupakan, sementara sel-sel ajaibnya terus hidup, berkembangbiak segiat-giatnya.

Skloot bepergian ke kota kecil Clover, Virginia, mengetahui bahwa keluarga Henrietta terdiri atas cabang berkulit hitam dan putih, menjadi akrab dengan putri Henrietta, Deborah, dan menemukan bahwa walau sel-sel HeLa telah menyelamatkan banyak nyawa, sel-sel itu juga menimbulkan warisan rasa sakit, serangkaian ketidakadilan, dan beraneka misteri.

Menulis dengan rasa seni novelis, kepakaran ahli biologi, dan gairah reporter investigasi, Skloot menceritakan kisah mengejutkan rasisme dan kemiskinan, sains dan hati nurani, serta spiritualitas dan keluarga yang didorong penyelidikan mendalam akan kesucian tubuh dan hakikat daya hidup.

Hidup Henrietta Lacks hidup sepenuhnya di tiap halaman Pembacaan atas Immortal Life seperti sebuah novel Sebuah kerja investigasi yang tangkas terhadap kesalahan sosial yang dilakukan untuk membangun dunia medis.

Eric Roston, Washington Post

Sebenarnya ini adalah buku sangat lama, yang sudah pernah saya baca ebooknya. Tapi masih belum selesai karena mulai hang dengan istilah kedoketran. Semula, saya mengira adalah novel semacam vampire yang bisa hidup abadi. Tapi setelah saya tahu bahwa ini adalah kisah nyata dari seseorang yang bernama Henrietta Lacks, maka saya lebih tertarik membacanya, apalagi dengan kenyataan bahwa Henritta ini adalah warga kulit hitam yang sering kali mendapat perlakuan rasis. Sebenarnya, saya pernah melihat buku ini di tumpukan diskon Gramedia, entah kapan. Tapi saya masih menahan hasrat. Alasan yang pertama Karena timbunan, kedua, saya toh punya ebooknya, yang ketiga, bentuk bukunya yang lebar hingga bakal kurang nyaman bagi saya untuk membawanya kemana mana. Tapi sekarang, seolah buku ini menghilang di tumpukan diskon. Duh, nyesel.

So, what’s your book wish in this Wednesday, WW-ers? Share yuk…
1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =) 
2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya! 
3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian. 
4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu 

13 komentar:

  1. Hwaa... Menarik banget sinopsisnya. Jadi pengen baca. Mau ebooknya *tapi entah kapan bacanya :D. Semoga terkabul... Sama, aku juga sedih liat timbunan buku, tapi masi suka uring2an kalau ada diskonan, heuheu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sini sini kasih alamat emailnya biar kita sama2 nimbun ebooknya hahaha...

      Hapus
    2. Boleh, aku mau saja jadi penampungan ebook :D. Kalau mau bagi2 ke euisry@gmail.com :). Itu cerita dr kisah nyata, tambah penasaran

      Hapus
  2. Mau coba nyari di tokbuk online ah.. dr review washington post sepertinya menarik sekali. Dan semoga nemu di diskonan lagi ya mbak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagus, Luunnn.... Kirim aku satu ya kalo ada #polos...

      Hapus
  3. aku dapat gratis #ditendang

    BalasHapus
  4. wah kayaknya ini okeee jugaaaa nih.

    selamat mencari diskonan kak Lila! Dan, semoga terkabul ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Okeee, Jo.... Yuk, nyari.... Kalo nemu, dibeli trus dibaca ya, jangan ditimbun #bekepmulutalaemotWA

      Hapus
  5. Kmrn lihat buku ini di salenya Gramed Matraman. ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oya? Wah, kudu pesen Dhila nih.... Eh, dia mo pindah Jogja ding. Lulu aja? Luuuu.... #panggilpakespeakerGetuk

      Hapus
  6. Belum dapat tah, mbak?, coba di toko online, siapa tahu masih ada stok. haha, ngejar diskonan yak?, sama ding, saya kadang beli buku online yang sudah lama, tentunya dari diskonya tuh, menggiurkan, nyehehe.. #tutupmukapakaicadar

    BalasHapus
  7. Ini kayaknya buku keren deh, udah lama pengen baca tapi masih suka terintimidasi sama sinopsisnya hahaha...semoga terkabul yaaa

    BalasHapus