Jumat, 09 Januari 2015

Di Ujung Pelangi by Cecilia Ahern


Paperback 632 pages
Published Oktober 2008 by Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Monica D. C
Rating 4/5


From: Lila
To: Rosie
Subject: Love, Rosie

Hai, Rosie, aku barusan baca biografimu yang ternyata punya dua judul, Where The Rainbow Ends alias Di Ujung Pelangi, dan barusan beredar dengan judul Love, Rosie, bahkan sudah ada filmnya lo. Sudah nonton dirimu sendiri di film? Hihihi... Gimana rasanya, melihat orang lain jadi diri kita ya? :D

By the way, baca kisahmu itu bikin frustasi sekaligus terharu lo. Perjuanganmu membesarkan Katie, anakmu dengan si Brian Edan itu sangat menginspirasi, ketekunanmu pada pekerjaan juga hebat meski kau sangat membenci pekerjaanmu itu, belum lagi semangatmu meraih mimpimu yang tertunda sekian belas tahun. Aku sendiri ngga yakin punya semangat sebesar itu buat mengejar mimpiku. Hiksss... Tapi aku juga frustasi baca kisahmu karena butuh waktu yang minta ampun lamanya buatmu dan Alex untuk saling tahu perasaan masing-masing. Ohya, Alex di film ganteng lo, aksen Irish-nya uh oh banget yang dengerin...

Oke, ngelantur, sorry, Rosie. Lanjuttt...

Aku tahu perasaanmu, juga perasaan Alex jika kalian mengungkapkan perasaan masing-masing, dan salah satunya tidak mempunyai perasaan yang sama, maka persahabatan kalian bakalann gga sama lagi. Duluuuuu sih aku pernah punya teman, lumayan dekat untuk saling curhat. Aku sedikit nyimpan perasaan sukaku padanya, tapi karena kita satu geng banyak ceweknya, dan dirinya sepertinya baik pada semuanya, jadi ya sudahlah. Selang beberapa tahun, setelah dia nikah (lha aku kapaannn??!!), aku kaget dengar kabar ketika seseorang memberi tahuku dia beri nama anaknya, seperti namaku!!! ((NAMAKUU)). Ga mungkin ini kebetulan kan? Okeee, aku ga sedekat itu hubungan pertemananku dengannya, seperti kau dan Alex, jadi lebih baik ngga kupedulikan saja 'kebetulan' nama sama ini kan ya? Toh, dia sudah bahagia disana, bersama keluarganya #celupinkepalakeair


Oke, aku malah curhat sendiri hihihi... Lanjuuttt...

Aku suka banget dengan hubunganmu dengan Alex dan juga dengan Ruby. Mereka sahabat-sahabatmu yang paling beruntung karena memilikimu sebagai sahabat, meski, yah, kau sendiri terkadang agak menyebalkan hahaha... Tapi paling tidak semua perasaan kurang enak itu akhirnya terungkap. You know, terkadang ada beberapa perasaan kurang enak mengganjal dalam sebuah persahabatan, tapi tetap saja kalian menyelesaikannya dengan baik, meski harus melalui kesal dan airmata. Sahabat tempatku curhat tiba-tiba menjauh tanpa ku tahu sebabnya, juga tidak kutanya apa sebab utamanya. Yang paling mungkin adalah perbedaan pilihan Presiden kemaren sih ... Huakakakaka... Aku juga ngga nyangka akibatnya jadi begini. Jagoannya kalah sih.... Hyakakakaka... Husss... #terusmingkemserius ...
Well, Rosie, segini dulu suratku ya...
See you soon
Love, Lila

You have an instant message with ROSIE

Rosie: hai, kau, kau kan yang barusan kirim surat ke aku?
Lila: eh, kau, Ros. He eh, itu aku. Itu sebenarnya bukan melulu surat kok, tapi review bukumu, eh, buku tentangmu, maksudku..
Rosie: yang begitu itu kau sebut review buku??? Yang benar saja!! Isinya cuma curhatanmu saja!!
Lila: Lho, kok kamu ga terima gitu? Ya sesuka aku dong nulis gimana..
Rosie: iya sih, tapi masak keluargaku ngga kamu ceritakan? Ayah ibuku yang hobi travelling, kakakku, Stephanie, yang mendukungku, adikku, Kevin, yang menyebalkan, tentang Miss Casey bau yang dulu begitu kubenci tapi ternyata baik sekali...
Lila: oke, beberapa bisa masuk sih, tapi kalo aku ceritakan semua, itu spoiler namanya...
Rosie: ya jangan ceritakan endingnya dong. Ceritakan aku dan Alex...

Lila has logged off

From: Rosie
To: Lila
Subject: Chat kita

Hei, kenapa kau tiba-tiba logged off?? Aku terlalu maksa ya? Terlalu narsis akan diri sendiri.. Oke deh. Sorry, so sorry. Sebagai pengelola dan pemilik  Buttercup House, aku mengundangmu menginap disini, gratis, kecuali tour nya lo. Itu bayar. Jalan-jalan di Connemara sangat menyenangkan lo. Katie bisa menemanimu, jika kau mau.
Oke, aku tunggu kabarmu ya
Love, Rosie

Nih, trailer filmnya

4 komentar:

  1. Hahhaha, nice format mba! Suukaa :D
    Iya banget, baca buku ini bikin frustasi. Capek. Roller coaster kehidupannya Rosie sih dapet, tapi kebangetan. Kadang aku sendiri yang ngerasa ngga akan sanggup menghadapi apa yang Rosie alami, padahal aku kan cuma pembaca :|

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaa, Ziyyy... Aku kalo jadi Rosie, mungkin butuh psikiater kali ya, saking mbulet mbendet hidupnya itu...

      Ini format review, setelah kubaca lagi, jadi geli sendiri jg :D

      Hapus
  2. Wew, baru kali ini baca review tapi banyak curcol.nya. Eeheheh, peace, Mbak ^^v

    Jadi penasaran seperti apa sih perjuangan si Rosie ini :3
    Masalah Sahabat Jadi Cinta memang ribet, duluuuuuu..., eh, ga jadi ding, ntar aku malah ikutan curhat :D

    BalasHapus
  3. ini beneran baca suratnya mba lila yang mba lila banget. hahaha. Penasaran karena entahlah penasaran aja. *HALAH*

    Tapi ngasih nama anak kayak gitu kayaknya ngezelin deh. Mau2nya. Eh tapi dulu adekku kunamain dari nama adek kelasku yang unyu gitu. (Oke, Abaikan).

    BalasHapus