Selasa, 07 Juli 2015

Diva By Hiromu Ono Vol 1 & 2



Paperback
Published by Elex Media Komputindo
Alih Bahasa: Patsiana T. Sofyan
Rating 3/5


Ada 6 buku dari seri Diva ini, dan saya baru selesai dua bukunya. Sudah pengen nulis reviewnya meski pendek saja.

Lima, enam tahun, adalah putri satu-satunya dari pasangan musisi Tony Doll dan Fiona Rosetti. Tony adalah pemain biola handal dan Fiona adalah Diva panggung opera di London. Kesibukan Fiona membuatnya meninggalkan Lima hanya berdua dengan ayahnya. Tak heran jika Lima jauh lebih dekat dengan sang Ayah dibanding dengan ibunya. Bahkan, dengan gosip yang beredar antara sang diva dan konduktor menawan, membuat Lima lambat laun membenci ibunya.

Kemahiran ayahnya bermain biola menurun pada Lima. Si gadis pun begitu bangga mewarisi bakat ayahnya. Sayang, setiap ia bermain, ada nada yang terasa kurang pas, tidak seperti permainan ayahnya. Lima penasaran. Dia berusaha mencari apa yang membuat permainan ayahnya tak tergantikan. Sayang, Tony Doll mengalami kecelakaan hingga meninggal, membuat Lima harus mencari sendiri bagaimana ia bisa bermain sesuai kehendaknya. Rahasianya terletak pada kecintaan sang ayah pada lagu-lagu opera yang dinyanyikan ibunya, Fiona.

Di buku kedua, setelah ditutup dengan kecelakaan yang dialami Lima, sekarang 13 tahun, kisah menjadi lebih mengharukan. Tangannya yang terluka membuatnya tak bisa lagi bermain biola seperti dulu. Putus asa, Lima meninggalkan kotanya, dan berlibur di desa. Di desa ini, ia kembali harus bersinggungan dengan lagu opera dan menyadari sekaligus mengakui potensi yang dimiliki ibunya, menurun padanya, yaitu bernyanyi opera. Perkenalannya dengan mantan penyanyi opera, Carlos, membuatnya membuat keputusan drastis dalam hidupnya, yang akan mengecewakan neneknya.

Ini adalah komik berseri pertama yang saya baca. Selama ini saya selalu penasaran, apa menariknya membaca komik. Gambarnya yang memenuhi halaman buku, mengurangi kenikmatan saya berimajinasi. Belum lagi komik yang dicetak sesuai dengan aslinya, dibuka dari kanan ke kiri, dengan kolom gambar dengan urutan baca yang sama. Ribet dan kurang nikmat menurut saya. Tapi tiba-tiba saja saya jadi pingin mencicipi komik berseri setelah menonton Jdrama adaptasi dari komik, Nodame Cantabile. Karena selama menonton Nodame saya merasa ada yang 'kurang', jadi berusaha menonton anime nya, belum cukup juga, saya pun mencari komiknya, tepatnya scanlation-nya di internet. Eh, ternyata, semua website yang menawarkan scanlation sudah ditutup. Yang ada hanya beberapa aplikasi smartphone untuk membaca manga. Itu pun saya masih agak ogah-ogahan membaca manga di tablet. Seorang teman menawari saya mencari boxset komik Nodame di Mangdu dengan harga yang terus terang membuat saya pening. Bagaimana kalo nanti saya dapat boxset itu dan saya tidak menikmati komiknya? Halah... Riweh sendiri saya ya... Tapi akhirnya, setelah membaca komik seri ini, saya jadi cukup tertarik dengan komik berseri. Kebiasaan buruk saya muncul dengan mengharapkan komik yang sarat musik klasik ini ada versi film atau minimal animenya. Sayangnya, ngga ada. Huhuhu... Well, overall, baca komik ini sedikit mengembalikan reading block saya selama hampir sebulan terakhir ini.

Mari lanjut ke volume berikutnya... :D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar