Minggu, 10 September 2017

The Stardust Catcher by Suarcani



Ebook Scoop 184 pages
Published March 31, 2016
Rating 3/5

Bermula dari mencari alternatif bacaan karena membaca Kronik penjual Darah ngga kelar2 :D, jadinya tiap mau tidur, ngeloni tablet sambil membaca novel tipis ini. Eh, ternyata berlanjut. Karena kisahnya yang ringan, jadi saya ngga perlu berkerut kening, meski beberapa kali diselingi dengan dorama beberapa episode atau Jmovie :D

Joe Taslim adalah tipikal anak manis hingga suatu saat menjadi tak lagi manis begitu kedua orangtuanya berniat bercerai. Dia kabur dari persidangan orangtuanya, ikut bersama teman-temannya ke Bali, perjalanan yang nanti akan menentukan masa depan jodohnya. Cieeee.... Jodoh, ngga S2 dulu, Joe? (inget iklan di tipi :D). Dalam perjalanan ini, Joe sempat mengalami berkali-kali kesialan, apalagi setelah ia bertemu dengan peri yang mengaku sebagai peri jodohnya. Eh, apa iya, sebelum ketemu jodoh, seseorang kudu sial dulu? Hadeh….

Mela Ayu, mengidap lupus selama beberapa tahun. Pekerjaannya sebagai terapis di spa di Bali mempertemukannya dengan Oscar, bule Australia yang tergila-gila dengan permainan kartu remi. Mungkin dia juga tergila-gila dengan Mela.Tidak berbeda jauh dengan Joe, Mela ini juga beberapa kali mengalami kesialan, hingga nyaris merenggut nyawanya.

Sally Cinnamon, gadis malang yang meninggal di usia muda, menjelma menjadi peri cahaya, yang mengaku menjadi peri jodoh bagi Joe dan Mela. Ketika nanti mereka bertemu, dan berjodoh, maka Sally akan terbebas dari 'kelayapan' di dunia, dan kembali ke sisi-Nya dengan tenang.


Tapi apa iya, Joe dan Mela berjodoh? Segala kejadian dan kesialan yang menimpa Joe dan Mela, serta Oscar menentukan masa depan perjodohan mereka, bukan Sally. Di beberapa bagian, justru terlihat Joe sayang pada Sally. Saya sudah berharap bakal ada twist mencengangkan di novel ini, kisah cinta antara manusia dan peri wkwkwkwk…

Kisahnya sendiri lumayan seru, lebih seru lagi kalo ada sad ending disini hahahaha... Padahal saya sudah bahagia loh, ketika satu tokoh dimatikan, tapi melihat sisa halaman yang masih mungkin membuat cerita ini happy ending, saya jadi ngga bahagia hehehe... Akhirnya memang saya ngga gitu bahagia. Happy ending sodara-sodara. Sepertinya saya sudah kena cekok dorama dan movie2 Jepang yang sad ending, dan pait-pait, jadi semacam masokis ngoahahaha...

Sebelum membaca ini, sebelumnya, saya sempat membaca novel karya penulis yang sama, Rules of Thirds. Hampir mirip sebenarnya, ringan dan kalimat yang mengalir ceria, meski yah, kebiasaan buruk saya yang suka sekip-sekip bagian tertentu. Mungkin lain kali, mbak penulis bisa membuat narasi yang lebih berisi yangb bisa membuat saya betah membaca narasinya, tanpa sekip :D

Eh, mau dong ketemu peri jodohku.... dimana yaaaa..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar