Sabtu, 06 Januari 2018

Inuyashiki Vol 2 by Hiroya Oku

Read scanlation only
Published November 2015 by Kodansha Comic
Rating 4/5

Di volume 2 ini, cerita mulai berpusar pada sosok kedua yang terkena petir dan menjadi mesin, seperti Ichirou. Shishigami Hiro adalah anak sekolah biasa yang sangat care terhadap sahabatnya, Andou, yang berulangkali mengalami bullying di sekolah. Suatu hari, Hiro menengok Andou yang mogok sekolah karena mengaku sakit. Di rumah Andou inilah Hiro pamer kekuatannya pada sahabatnya. Dengan cueknya ia membelah kepala dan bagian tubuhnya yang lain, menunjukkan deretan mesin di tubuhnya. Tidak hanya itu, dia bisa menyerang dari jarak jauh dengan memraktekkannya pada burung-burung di depan mereka. Merasa bahwa Hiro sedang pamer kemampuan magic-nya, Andou tidak merasa bahwa Hiro, sahabatnya, telah berubah.

Rayuan Hiro pada  Andou untuk masuk sekolah akhirnya berhasil. Di hari dimana Andou sekolah, para gang tukang bully sudah mulai gatal untuk kembali mem-bully-nya. Hiro tidak tinggal diam. Ia, dengan kekuatan baru yang ia miliki mampu menyelamatkan Andou pada saat kritis. Apakah Hiro puas dengan kalahnya geng bully? Ternyata tidak....


Di chapter-chapter berikutnya, cerita semakin gelap dan cukup sadis. Gambar-gambarnya sangat vulgar, belum lagi beberapa halaman berwarna yang membuat saya kurang nyaman ketika membaca di antrian supermarket hahaha... Salah siapa antrian panjang dan dihabiskan dengan membaca manga? :D

Meski manga ini fokusnya lebih banyak di bahasa gambar, tetap saja emosi pembaca, seperti saya, ikut terpicu. Di volume pertama, saya trenyuh dengan ketidakmampuan Ichirou menitikkan airmata ketika melihat sesuatu yang membuatnya sedih. Di volume ini, cerita persahabatan antara Hiro dan Andou juga membuat emosi saya terpancing. Pembunuhan demi pembunuhan yang dilakukan oleh Hiro membuat Andou merasa ia tidak lagi menemukan sosok sahabatnya yag dulu.

Duh, terlalu banyak spoiler tersebar disini ya? Engg...maap.... :D Ohya, sosok Hiro di manga, ya ampun cakeeeppp baaangeeeddd.... hahaha... Salah fokus deh. Yuk, lanjut ke volume selanjutnya....


1 komentar:

  1. Cukup menyentil ya pada bagian Ichirou yang ingin menitikkan airmata tapi tak bisa. Seperti ingin menangis sejadi-jadinya tapi airmata tak bisa keluar. alamak, itu kesedihan yang tak bisa dilampiaskan. Pedih sekali pasti.

    BalasHapus