Sabtu, 14 April 2012

Summer in Seoul (Ilana Tan)

Bermula dari tertukarnya hape dengan model dan ringtone yang sama. Selanjutnya….tau sendiri laaahhh. Tidak ada sosok antagonis yang nyebelin. Khas drama korea banget ya?

Eits…tapi ini bukan drama Korea. Melainkan novel dengan latar belakang Seoul tapi plot cerita yang Korean drama banget.

Yang pernah membaca novel Ilana Tan pasti tau seperti apa plot khas tulisannya. Ringan, romantic, twist khas korea and tentu saja happy ending. Oya, satu lagi, si cewek sepertinya selalu orang Indonesia dengan latar belakang ibu atau bapak yang orang Indonesia.

Well, benernya saya baru membaca 2 dari 4 novel musimnya: Winter in Tokyo dan Summer in Seoul. Yang kepengen saya tulis disini adalah judul terakhir, Summer in Seoul. Cerita seputar penyanyi terkenal dengan orang biasa yang kebetulan bukan penggemarnya secara tidak langsung mengingatkan saya pada kisah komedi Full House yang sangat melegenda bagi penggemar drama Korea, Yong Jae dan Ji Eun. Bedanya, ini bukan komedi melainkan kisah romantic tis tis tis….. ngga heran anak abege bakal menyukai kisah macem gini. Herannya saya yang sudah ngga abegeh kok ya masih termehek mehek dengan kisah begini hihihihi…

Han soon He alias Sandy (sumprit, saya belom membedakan mana nama cowok mana nama cewek untuk korea), adalah cewek Indonesia yang tengah belajar di Seoul. Secara kebetulan bertemu dengan Jung Tae woo, penyanyi idola Korea yang tengah stress karena gossip gay. Secara kebetulan, Sandy dan Jung Tae Woo tertangkap kamera wartawan sedang bersama, dan hilanglah gossip gay tersebut.

Kebetulan, Sandy bekerja pada seb uah butik terkenal dimana si penyanyi terkenal berlangganan. Bertemulah mereka kembali dan mereka setuju meneruskan acting mereka sebagai pacar di foto. Ya, hanya dI foto mereka berpacaran. Brenti pada pacaran di foto saja? Tentu tidaaaakk. Klise ya? But sweet. Halah…

Terus terang, saya selesai membaca novel ringan ini dalam waktu sehari kalo ditotal jamnya. Kurang mungkin malah. Dan saya baca novel ini di sela sela saya membaca novel gelap milik Neil Gaiman, Neverwhere. Bahasa yang sangat ringan serasa hanya nempel begitu saja, tanpa tersisa. Seperti pop corn. Manis dan gurih. 

Beberapa kejanggalan seperti biasa saya temukan disana sini. Misalnya saja, sebagai public figure terkesan Jung Tae Woo sangat kuper, kurang pergaulan banget. Hari2nya hanya diisi promosi album, hadir dalam undangan televisi atau acara amal, makan bersama manajernya. Dunia luar sesame penyanyi, tidak disebutkan sama sekali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar