After D-100 by Park Youn Mi
Paperback, 382 pages
Published Mei 2013 by Penerbit Haru
Rating 3,5/5
Pernikahan. Menikah hanya karena perlu untuk menikah. Lalu, apa aku ini ibarat barang bonus? Haishh... (Hal 16)
Related
Kang Gyung Hee, istri dari Lee Jung Chul, 25 tahun, semula
sangat memuja sang suami, menuruti apa kehendaknya, melayani segala
kebutuhannya, hingga ia tak sengaja mendengar ucapan suaminya tentang
pernikahan baginya. Semenjak itu, ia bertekad menceraikan suaminya. Apapun resikonya,
meksi hatinya sakit karena sudah terlanjur mencintai proa yang semula adalah
teman kakaknya ini. Tekadnya ini diperkuat dengan keinginannya mempunyai anak
yang gagal. Di tambah dengan interupsi mertua yang bawel dan diperparah dengan
kehadiran wanita lain yang tiba2 muncul di tahun perkawinannya yang kedua.
Lee Jung Chul, 33 tahun, menikahi Gyung Hee, semula adalah
demi mendapatkan dana investasi bagi perusahaannya. Cinta baginya adalah suatu
hal yang abstrak hingga ia tak pernah tahu apakah ia benar mencintai istrinya. Yang
ia tahu, Jung Chul serasa kehilangan udara ketika ia harus berpisah dari
istrinya. Rahasia besar dari masa lalunya adalah bom waktu yang bisa meledak sewaktu
waktu yang akan menghancurkan pernikahannya. Tidak saja dia akan kehilangan istrinya,
tetapi juga perusahaan yang sudah ia rintis dengan susah payah.
Apakah mereka akan mengakhiri pernikahan? Hanya dalam
hitungan waktu bom itu akan meledak.
Comment:
Ini adalah novel (asli) Korea yang saya baca. Selama ini
saya hanya membaca novel local dengan cita rasa Korea. Sebut saja Ilana Tan,
Orizuka, dan Lia Indra Andriana. Dari sekian penulis local itu, saya merasakan
bahwa mereka mengadaptasi semua elemen Korean drama ke dalam novel mereka. Tidak
hanya itu, dua penulis pertama yang sebutkan itu bahkan menggunakan banyak
sekali istilah dalam bahasa Korea. Yang sebenarnya bisa saja di bahasa
Indonesia-kan. Semacam maaf, dan beberapa istilah lainnya (lupa, saking
lamanya). Sementara dalam novel ini yang notabene memang benar ditulis oleh
penulis Korea, istilah Korea hanya sebatas makanan dan minuman khas, istilah
panggilan, nama-nama tempat dan beberapa lainnya. Untuk ekspresi yang bisa di
bahasa Indonesia-kan, penerjemah tidak perlu terlalu banyak memberi catatan
kaki atau bahkan glossary di bagian akhirr novel untuk istilah Korea. Salut buat
penerjemahnya.
Untuk masalah konflik: keluarga, anak, mertua, orang ketiga,
sebenarnya adalah suatu hal yang sangat jamak dalam drama keluarga. Tak ada
yang baru, dari awal pun saya sudah menduga ending drama pernikahan Gyung Hee-Jung
Chul ini. Namun saya cukup menikmati gaya bahasa penulisnya yang kocak. Diambil
lebih banyak dari sudut pandang Gyung Hee, narasi maupun dialognya sangat menghibur.
Tipikal drama komedi romantic di drama-drama Korea. Gaya penulisannya sedikit
berbeda ketika sudut pandang berubah ke Jung Chul: serius, sedikit mendayu
dayu. Apalagi ketika ia mencurahkan perasaan di blog pribadinya. Cukup mengharukan meski tidak sampai membuat
saya meneteskan air mata.
Overall, novel komedi romantis ini saya rekomendasikan pada pembaca
drama romantic yang tak terlalu membutuhkan konsentrasi penuh. Hampir sama
dengan drama Korea, ketika mulai sedikit bosan dengan suatu adegan yang dirasa
cukup cheesy, silakan men-forward adegan tersebut. Saya yakin tidak akan
terlalu membingungkan. Di novel ini, silakan men-skip beberapa adegan tanpa
takut kehilangan hal-hal penting yang mempengaruhi isi cerita.
aku suka banget covernya, setiap baca buku berbau korea pasti suasana atau ceritanya nggak akan pernah lepas dari K-Drama :p
ReplyDeleteIya nih. Pensiun nonton Kdrama, eh, jatah review dapat yang korea2 begini
Deletebtw tampilan blognya baru :)) cuman kenapa tag-nya ada di atas sendiri mb? ak ngrasa kok malah nganggu ya, hmmm
ReplyDeleteMaksud hati mo ganti lagi, Sulis, tapi apa daya, belum sempet nyari thema lain. Gaptek html lagi :((
Delete