Senin, 03 Juni 2013

After D-100 by Park Youn Mi




Paperback, 382 pages
Published Mei 2013 by Penerbit Haru
Rating 3,5/5


Pernikahan. Menikah hanya karena perlu untuk menikah. Lalu, apa aku ini ibarat barang bonus? Haishh... (Hal 16)


Kang Gyung Hee, istri dari Lee Jung Chul, 25 tahun, semula sangat memuja sang suami, menuruti apa kehendaknya, melayani segala kebutuhannya, hingga ia tak sengaja mendengar ucapan suaminya tentang pernikahan baginya. Semenjak itu, ia bertekad menceraikan suaminya. Apapun resikonya, meksi hatinya sakit karena sudah terlanjur mencintai proa yang semula adalah teman kakaknya ini. Tekadnya ini diperkuat dengan keinginannya mempunyai anak yang gagal. Di tambah dengan interupsi mertua yang bawel dan diperparah dengan kehadiran wanita lain yang tiba2 muncul di tahun perkawinannya yang kedua.

Lee Jung Chul, 33 tahun, menikahi Gyung Hee, semula adalah demi mendapatkan dana investasi bagi perusahaannya. Cinta baginya adalah suatu hal yang abstrak hingga ia tak pernah tahu apakah ia benar mencintai istrinya. Yang ia tahu, Jung Chul serasa kehilangan udara ketika ia harus berpisah dari istrinya. Rahasia besar dari masa lalunya adalah bom waktu yang bisa meledak sewaktu waktu yang akan menghancurkan pernikahannya. Tidak saja dia akan kehilangan istrinya, tetapi juga perusahaan yang sudah ia rintis dengan susah payah.

Apakah mereka akan mengakhiri pernikahan? Hanya dalam hitungan waktu bom itu akan meledak.

Comment:

Ini adalah novel (asli) Korea yang saya baca. Selama ini saya hanya membaca novel local dengan cita rasa Korea. Sebut saja Ilana Tan, Orizuka, dan Lia Indra Andriana. Dari sekian penulis local itu, saya merasakan bahwa mereka mengadaptasi semua elemen Korean drama ke dalam novel mereka. Tidak hanya itu, dua penulis pertama yang sebutkan itu bahkan menggunakan banyak sekali istilah dalam bahasa Korea. Yang sebenarnya bisa saja di bahasa Indonesia-kan. Semacam maaf, dan beberapa istilah lainnya (lupa, saking lamanya). Sementara dalam novel ini yang notabene memang benar ditulis oleh penulis Korea, istilah Korea hanya sebatas makanan dan minuman khas, istilah panggilan, nama-nama tempat dan beberapa lainnya. Untuk ekspresi yang bisa di bahasa Indonesia-kan, penerjemah tidak perlu terlalu banyak memberi catatan kaki atau bahkan glossary di bagian akhirr novel untuk istilah Korea. Salut buat penerjemahnya. 

Untuk masalah konflik: keluarga, anak, mertua, orang ketiga, sebenarnya adalah suatu hal yang sangat jamak dalam drama keluarga. Tak ada yang baru, dari awal pun saya sudah menduga ending drama pernikahan Gyung Hee-Jung Chul ini. Namun saya cukup menikmati gaya bahasa penulisnya yang kocak. Diambil lebih banyak dari sudut pandang Gyung Hee, narasi maupun dialognya sangat menghibur. Tipikal drama komedi romantic di drama-drama Korea. Gaya penulisannya sedikit berbeda ketika sudut pandang berubah ke Jung Chul: serius, sedikit mendayu dayu. Apalagi ketika ia mencurahkan perasaan di blog pribadinya.  Cukup mengharukan meski tidak sampai membuat saya meneteskan air mata.

Overall, novel komedi romantis ini saya rekomendasikan pada pembaca drama romantic yang tak terlalu membutuhkan konsentrasi penuh. Hampir sama dengan drama Korea, ketika mulai sedikit bosan dengan suatu adegan yang dirasa cukup cheesy, silakan men-forward adegan tersebut. Saya yakin tidak akan terlalu membingungkan. Di novel ini, silakan men-skip beberapa adegan tanpa takut kehilangan hal-hal penting yang mempengaruhi isi cerita.

4 komentar:

  1. aku suka banget covernya, setiap baca buku berbau korea pasti suasana atau ceritanya nggak akan pernah lepas dari K-Drama :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih. Pensiun nonton Kdrama, eh, jatah review dapat yang korea2 begini

      Hapus
  2. btw tampilan blognya baru :)) cuman kenapa tag-nya ada di atas sendiri mb? ak ngrasa kok malah nganggu ya, hmmm

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksud hati mo ganti lagi, Sulis, tapi apa daya, belum sempet nyari thema lain. Gaptek html lagi :((

      Hapus