Kamis, 27 Juni 2013

(Masih) Menanti Cinta Untukmu Ada di Garis Finish by Yozar M. Amrullah




Paperback  220 pages
Published Juni 2013 by PING
Rating 2/5

Avirmata  Camilla, baru saja lulus SMP dan masuk SMA XEVEN, sebuah sekolah favorit di Semarang. Bersama sahabatnya, Issa, mereka masuk ke kelas favorit pula--sebuah kelas yang terkenal dengan anak2 pilihan; berbakat dan juga terkenal. Milla adalah seorang model cukup ternama di kotanya. Sayangnya kebanggaannya masuk di sekolah favorit dirusak dengan hadirnya tiga cowok yang terkenal sebagai biang kerusuhan, Trio Maskulin. Ke tiga perusuh itu adalah Lucca, Jaladara dan Faundra. Dari ketiga cowok itu, ternyata yang cukup pantas masuk dalam kelas brgengsi itu adalah Jaladara, sementara yang lainnya adalah para pengekor biang rusuh.

Dari awal cerita, Milla sudah tercipta sebagai lawan mematikan bagi Trio Maskulin. Bersama dua sahabatnya, Candy dan Wina, mereka mampu 'membungkam' ketiga cowok ndugal itu.


Comments:

Terus terang, saya takjub dengan konflik yang begitu saja, dialog dan narasi yang begitu saja sehingga saya hanya membaca secara skimming dan scanning, layaknya membaca menu restoran. Dialog keseharian yang tak penting tersebar di sepanjang buku yang sebenarnya bisa dipersingkat dengan narasi pendek saja. Narasipun juga tidak kalah mubazirnya. Keterangan mendetil tentang sekolah favorit, yang mempunyai SMP gavorit juga, empat kantin lengkap dengan menu di masing-masing kantin. Tujuannya agar pembaca ngiler dengan menunya? Wah, kalo saya justru berpikir ini barangkali penulis ingin memberitahu bahwa dia tahu segala menu2 berbeda. Ah, maafkanlah saya terlalu berburuk sangka.

Beberapa adegan mengingatkan saya pada galaknya Gu Jun Pyo di Meteor Garden dan beberapa adegan lain di drama populer itu. Kekayaan ayah Jaladara yang menjadi pemegang saham di sekolah XEVEN bisa meruntuhkan prestige sekolah dengan mengijinkan para temannya bergabung dengan alasan ngga mau sekolah kalo tidak dengan dua teman jago rusuh itu. Agak aneh mengingat perubahan karakter Jaladara yang sangat cepat dengan tidak mau bergabungnya ia dalam misi balas dendam terhadap Milla. Jika dia cukup masuk akal menolak misi tersebut, kenapa dia seperti tak bisa menemukan gang baru yang notabene dia bisa berkuasa di sekolah barunya, dan memilih teman2 SMP nya dulu yang sudah terkenal jago rusuh?

Adu balap motor sebagai penentu siapa yang harus meminta maaf, sekali lagi megingatkan saya pada Meteor Garden. Para cewek sahabat Milla ternyata adalah jago balap motor yang ternyata bisa mengalahkan Trio Maskulin. Dalam komunitas illegal dengan jalur balap motor yang terbatas, cukup mustahil mereka belum pernah saling kenal sebelumnya. Ah, mungkin komunitas balap ini berbeda dari komunitas kecil yang pernah saya ikuti di Semarang. 

Ramuan cerita dari awal sudah bisa ditebak. Jika ada dua tokoh, berlainan jenis, saling membenci, maka pada akhirnya mereka akan jadian. Jika ada tokoh brengsek di awal, niscaya dia akan insyaf di akhir cerita. Persis seperti fragmen agama di TVRI dulu hahaha. Lucca, meski brengsek dengan segala peraturan, sangat hijau untuk masalah cewek. Milla, meski model, cantik tapi perkasa membungkam Trio Maskulin dan perusuh sekolah lainnya. Heroine yang sangat sempurna. Ehem....

Overall, sebagai penulis yang sudah menulis beberapa karya sebelumnya, Yozar sebaiknya mulai belajar menulis dengan kalimat bernas untuk dialog ataupun narasi. Saya melihat ada kans kemajuan bagi si penulis jika berusaha, sehingga saya sebagai pembaca perlu membaca runtut, tidak hanya skimming scanning layaknya membaca menu restoran atau poster pengumuman.

1 komentar:

  1. eh, semarang. Perlu diusulkan buat Pra supaya beli tuh

    BalasHapus