Selasa, 02 Juli 2013

Harry Potter and The Half Blood Prince by J. K. Rowling




Paperback, 816 pages
Published January 2006 by Gramedia Pustaka Utama
Rating 5/5

Setelah kematian Sirius, Harry merasa separuh hidupnya ikut terbawa bersamanya. berbicara mengenai Sirius akan membuat hatinya sakit, tidak membicarakannya, beberapa topic pembiacaraan mau tidak mau harus menyinggung Sirius. Sementara itu, para Pelahap Maut mulai membuat kekacauan parah di dunia Muggle yang menurut Perdana Menteri Muggle bisa jadi berupa bencana alam biasa. Namun kedatangan Perdana Menteri Sihir baru, Rufus Scrimgeour menyadarkannya bahwa bencana alam itu ada kaitannya dengan kebangkitan si Pangeran Kegelapan. 

Di lain tempat, Snape bertemu dengan para Pelahap Maut lain, kakak beradik Narcissa dan Bellatrix, mempertanyakan tentang dimana loyalitas Snape selama ini. Snape, selama lebih dari 16 tahun berdiri mendampingi Dumbledore dan tidak melakukan apapun untuk mencari tuannya, Kau-Tau-Siapa. Dengan alaasan yag sangat masuk akal,  Snape mampu membungkam kecurigaan kakak beradik ini. Sementara itu, Draco Malfoy terlihat mencurigakan dengan memasuki wilayah terlarang Knockturn Alley. Bisnis illegal nampaknya sedang ia kerjakan disana. Dan ini yang mengganggu konsentrasi Harry sepanjang semester. 

Guru baru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam kali ini jatuh pada tangan guru yang sudah mengidamkan profesi ini sejak lama, Snape. Posisi Guru Ramuan kali ini dipegang oleh guru baru yang sudah sepuh dan pension dari dunia pendidikan, Horace Slughorn.  Guru ini lah yang memegang rahasia besar tentang masa muda Tom Riddle alias Lord Voldemort yang berhubungan dengan bagaimana ia membelah jiwanya dan meletakkan pada benda2 yang kemudian tersebar di seluruh dunia. 


Bagi Harry pribadi, tahun ke enamnya di Hogwarts adalah tahun penuh ujian, baik secara pendidikan—dengan adanya ujian OWL tahun ini, secara ia menjadi kapten di tim Quidditch-nya, dan juga pelajaran privat dari Dumbledore, dan tentu saja perasaan naksirnya pada cewek setelah Cho Chang berlalu. Konsterasinya ini pun masih terganggu dengan hilang timbulnya Draco di Peta Perampoknya. Ini menunjukkan bahwa kecurigaannya benar, Draco sedang merencanakan sesuatu. Sayangnya, tak ada yang mempercayainya. Oya, sedikit cerah di bagian pelajaran Ramuan kali ini bagi Harry. Snape pergi, datanglah Slughorn. Datang pula pertolongan dari Pangeran Darah Campuran yang sangat brilliant. 

Comments:

Cukup mulus saya membaca buku ke enam ini, maksud saya, tidak seperti buku ke lima, saya sangat terburu-buru menyelesaikannya. Meski saya masih runtut mengikuti alur ceritanya mulai suka skip skip di beberapa bagian2. Sedikit menyesal dengan beberapa bagian yang saya masih sangat ingat di beberapa bagian karena ini cukup mengurangi daya kejut saya ketika membaca ulang. Well, beberapa tahun lalu, ketika saya membaca yang ke dua kalinya, saya cukup shock dengan adegan Harry terkena mantra Petrificus Totalus-nya Draco ketika di kereta dan jatuh telentang tak bisa memberi petunjuk bahwa ia masih tertinggal di Hogwarts Express. Di bagian Dumbledore meminum air di baskom dimana salah satu Horcrus itu tersimpan masih rapi di ingatan saya, betapa mualnya saya ketika membaca bagian ini. Namun perasaan kehilangan seseorang yang menjadi idolanya di bagian akhir masih memberi efek sedih buat saya. Belum lagi penyesalan dan jengkel karena horcrux yang diperjuangkan setengah mati itu ternyata palsu. Dduuhhh…. Sebaaallll….

Oya, saya juga masih ingat ketika saya belum membaca seri ke enam ini, saya sempat kena spoiler tentang siapa yang akan mati di bagian akhir. Bodohnya, waktu itu saya membuka situs fans club-nya Harry Potter, dan hasilnya saya mendapat inisial yang sangat jelas tentang siapa itu. Belum lagi ada desas desus Ron bilang I love you ke Hermione membuat saya berharap bahwa di buku ini bakal berakhir perseteruan mereka selama ini. Ternyata, ya begitu aja I love you-nya? Haddheehh… Dasar Roonil Wazlib hahaha…

Overall, buku ini akan membawa ke seri terakhir Harry Potter di bulan July yang akan bertepatan dengan ulang tahun Harry Potter di akhir bulan. Saya bingung, apakah nanti saya bakal kembali kehilangan Harry setelah usai challenge Hotterpotter ini atau saya mengharapkan segera berakhirnya event ini karena saking banyaknya buku bantal yang sudah menunggu. Well, liat saja nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar