Senin, 25 November 2013

Antologi Rasa by Ika Natasha


Paperback 337 pages
Published 19 Agustus 2011 by Gramedia Pustaka Utama
Rating 4/5

 " Doesn't it scare you sometimes how time flies and nothing changes? "

Harris is deeply in love with Keara
Keara is falling for Ruly insanely
Ruly is desperately head over heals over Denise
Denise is miserably married to a jerk!

Cinta persegi banyak ini disuguhkan dengan sangat runtut dan menyenangkan oleh penulisnya. Cinta bersilang ini sebenarnya sudah banyak versi baik versi layar lebar, layar sinetron maupun literature tertulis. Bumbu seputar kehidupan eksekutif urban Jakarta jadi background utama cerita ini. Terus terang, buat saya yang tinggal di daerah dengan kehidupan monoton dan kolot, bumbu ini seperti saya nonton film drama barat dengan selingan adegan hot yang tersamar. Oh, begitu ya kehidupan para borju Jakarta? Begitu ya cara mereka buang duit? Begitu ya sebagian mereka mencari happiness? Ahhhh....

Ke empat tokoh tokoh ini adalah para sahabat yang meski tercukupi kebendaan duniawi mereka, tak kurang pula perhatian dari para sahabat, mereka tetap kering dengan cinta tak berbalas mereka. Mereka boleh saja memilih siapa saja untuk menemani malam2 mereka, dengan ato tanpa flirtatious tendency, tetap akan banyak yang antri, terutama Keara dan Harris. Cinta mati berselubung persahabatan memang rumit dan menyakitkan sampai kapan pun.

Keara , cukup mewakili cewek urban dengan kehidupan borjunya (menurut saya-maklum Semarang can be considered village alias ndeso buat dia hahahaha). Hobinya fotografi sangat detil digambarkan oleh Ika dengan memory photographic nya, sakaunya dia kalo moodnya motret muncul. Memory ini bisa menguntungkan bisa pula menyakitkan bagi seseorang. Harris, si PK (Penjahat Ke**min) ini sangat mewakili cowok dada-untuk-menangis khas K drama wkwkwk... Tapi bond-nya dengan Keara sangat bagus terbangun dari awal hingga ia membuat kesalahan fatal. Ruly, sedikit menyebalkan buat saya. Cinta semunya pada Denise layaknya para pathetic jerk. Selama lebih dari 4 tahun, di matanya dan hatinya hanya ada Denise semata. Keara hanya numpang di dunianya.

Panji, another PK, meski jadi pelakon figuran tetap saja mempengaruhi jalan cerita. He's there in the story for a reason. Kadang, ada beberapa tokoh figuran yang bagi pembaca hanya sekedar cameo ngga penting. Mending cameo orang terkenal, lha terkadang melulu hanya tempelan. Saya juga suka dengan Dinda, karib gila Keara. Omongannya sering bikin jleb Keara, mewakili pembaca (seperti saya) yang juga sedikit gondok dengan cinta simpang siur ini. Dinda membuat logika berfungsi normal di atas perasaan. Sayangnya, hanya Dinda seorang dengan logika waras hahaha.

Overall, saya suka novel ceplas ceplos Ika Natasha ini, minus bahasa Inggrisnya yang terlalu tersebar di hampir setiap lembar novel. Quotation nya dan analoginya bisa juga bikin jleb sekaligus ngakak. Tapi karena saking banyaknya, malah sering kali saya skip skip hahaha.

5 komentar:

  1. Hehe, saya pernah dengar soal novel ini (?) dan dengar juga soal gaya nulis gado-gadonya kak natassa =)) sekarang masih belum terlalu tergerak sih buat baca xD tapi entah kenapa lumayan tertarik sama yang ini nggak tahu kenapa (?) mungkin karena banyak unrequited lovenya? #KRIK

    hihi btw terimakasih atas sharingnya ya, wa sama-sama domisili Semarang 8'''Daa hal00 kakak :D

    Regards,
    Khairisa R. P
    http://krprimawestri.blogspot.com

    BalasHapus
  2. Halo, senang sudah ada yang langsung komen disini.
    Setenar itu ya ni novel? Aku liat di GR, ratingnya kalo ngga bagus banget ya bintang2 hahaha... Aku suka dengan ceritanya yang mengalir deras, sampe ga bisa brenti bacanya hahaha

    BalasHapus
  3. salah satu novel favorit aku :p
    cieee tampilan blognya baru, cieeee

    BalasHapus
  4. Cieee... Sudah dibaca to, Lis? Ga ditimbun? #apasih

    BalasHapus
  5. *lirik Sulis* Sama, novel ini juga favoritku. Er... sebenarnya semua novel Ika Natassa sih. :P

    BalasHapus