Minggu, 16 Maret 2014

#11 Catching Jordan by Miranda Kenneally




Ebook format 252 pages
Published March 1st, 2012 by Sourcebook Fire
Rating 4/5

What do you think of female football players? Cool or catastrophic?

Jordan Woods, gadis belia usia 16 meltakkan sepakbola sebagai prioritas utama untuk masa depannya. Demikian juga dengan kakaknya Mike Woods, dan para sahabatnya di klub bola Hundred Oaks. Tak heran jika Jordan memberi rpioritas pada football karena Donovan Woods adalah pemain football senior yang masyhur. Jika sang ayah memberi support penuh pada Mike, tak demikian yang diterima Jordan. The Great Donovan hanya tak ingin putrinya mengalami kecelakaan pertandingan yang fatal, seperti yang pernah ia lihat terjadi pada rekan klubnya.

Masalah Jordan tidak hanya berhenti pada bagaimana meyakinkan ayahnya untuk menjalani apa yang ia ingini, tapi juga ancaman posisinya sebagai quarterback yang sepertinya bakal bergeser darinya. Ty Green, pemain baru di tim tidak hanya mengancam posisinya, tetapi juga konsentrasinya terhadap football. Yup, Ty is soo hot that Jordan cannot put down her stare to him. Duh, ternyata Jordan bisa juga mengalami rasa jatuh cinta pada pandangan pertama meskipun selama ini dia selalu dikelilingi cowok hot pemain football, rekan setimnya atau rekan Mike yang sering menggodanya. 


Ambisi Jordan terhadap football terlihat dari keseriusannya dengan pilihan universitas yang mempunyai issue football yang bagus, Alabama University. Sayangnya, gayung tak bersambut, Alabama hanya menginginkan dirinya sebagai mascot kampus yang cantik, yang bisa berpose untuk calendar kampus,  yang meski mampu bermain bola, namun tak menjanjikan Jordan untuk bermain untuk tim. Alasan yang sama yang diberikan Donovan Woods, ayah Jordan. Jordan harus bekerja lebih keraas untuk pembuktian diri, juga berjuang untuk menjadi cewek yang layak dilirik Ty, sekaligus sahabat yang baik bagi sobat kentalnya Henry. Mampukah ia menaklukan segala yang menjadi impiannya?

Saya kenal penulis novel ini pertama dari novel keduanya, Stealing Parker. Oya, sebenarnya ini adalah buku pertama dari seri Hundred Oaks, but, anyway, it is not a problem which one you would read first. Masih mengambil nama cewek yang kecowok-an, Jordan Woods, dan juga olahraga yang cowok banget. Ahya, saya ingin katakana bahwa football disini bukan sepakbola yang dilakukan David Beckam, melainkan football yang berhubungan dengan NFL—National Football League. Para pemainnya memakai kostum-pads for shoudler and knee,  serta helmet. Selama ini sering juga disebut sebagai American Football.


 Football
"Jordan Football"
Secara pribadi, saya memang cukup ngeri membayangkan seorang cewek bermain football jenis ini. Hamper seluruh pemain mempunyai tinggi dan bobot yang bisa jadi dua kali lipat dibandingkan seorang cewek macam Jordan. Ah, ternyata saya mempunyai pikiran yang sama dengan Donovan Woods. Tapi jika itu yang diingini, sekaligus menjadi obsesi sepanjang masa kecil dan masa remajanya, why not giving her a chance?

Seperti biasa, Miranda mearamu kisahnya dengan sangat menarik, lucu sekaligus menyentuh. Tak jarang, saya ngakak di beberapa bagian kekopnyolan antara Jordan-Henry, dan sesekali berseru ‘cieeeeee’ hahahaha…. Serasa saya menonton film comedy romance. 
Para karakternya,  sepertti biasa, Miranda meletakkan seluruh karakternya sebagai protagonist yang mempunyai sisi manis sekaligus sedikit menyebalkan di sisi yang lain. Jordan, misalnya, terlalu keras pada dirinya sendiri hingga ia seolah tak memberi ruang untuk kehidupan pribadinya. Henry, sangat loveable, tapi jika ia mencintai Jordan dari awal, kenapa ia harus menjadi sl*t pada rekan cheerleaders dengan alasan belum menemukan orang yang tepat? Ty, justru saya berharap ada bagain sangat menyebalkan pada dirinya di ending kisah, ternyata tetap manis, sayangnya tidak se-loveable Henry #uhuk…. Donovan Woods, is both a father and ass since he rejected what has been Jordan’s obsessions. But then it turns out…. Ugh… spoiler. Pokoknya sweet deh…

Oke, saya menemukan satu quotation yang cakep yang sekaligus menutup review saya


I squeeze his hand” You know what I think about dreams?”

Ty smiles slightly, “What?”

“ That if you spend too much time dreaming, you’ll stop actually doing. And when you actually do stuff, there’s a good chance things will work out. We make things happen by attacking, not by sitting around dreaming.”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar