Senin, 10 Maret 2014

#10 si Peramal Cinta by Allison van Diepen


Paperback 193 pages
Penerjemah: Susan Pasca Lina
Published 2010 by Penerbit Erlangga
Rating 3,5/5

Butuh nasihat tentang cinta? Kunjungi saja situs peramalcinta.com atau telpon di hotlinenya untuk mendapatkan nasihat cinta pribadi. Tapi bagaimana jika si peramal ini memberikan nasihat yang membuatmu membangkang orangtuamu?

Michaela Cruickshank atau sering dipanggil Kayla, 16 tahun, adalah remaja biasa yang mempunyai kehidupan sosial seperti umumnya remaja, bekerja paruh waktu sebagai kasir di sebuah mini market. Yang tidak biasa adalah situs yang ia kelola untuk membantu remaja seusianya yang mempunyai masalah dengan kehidupan cintanya, pergaulannya di situs peramalcinta.com. Dengan biaya 5 dollar, Kayla memberi nasihat yang harus diakui sangat masuk akal, meski terkadang pahit. Tak heran jika situs cukup interaktif ini berjalan dengan sangat lancar hingga suatu hari.....


Setelah acara sekolahnya sukses dengan kencan kilat, Viv, salah satu sahabat Kayla keturunan India, naksir seorang cowok yang bukan keturunan India. Viv, tanpa tahu siapa sebenarnya si Peramal Cinta, meminta nasihatnya. Lakukanlah. Ikuti kata hatimu. Hidup ini terlalu singkat untuk dijalani tanpa seseorang yang kau sukai. Orangtuamu berasal dari generasi dan negara yang berbeda. Cepat atau lambat mereka akan sadar kalau kau punya jalan sendiri (hal. 85).


Semula hubungan Viv berjalan lancar, hingga orangtuanya mengetahuinya, dan menghukumnya. Si peramal Cinta  merasa bersalah. Dia membayangkan berapa banyak nasihat yang sudah ia berikan yang berakhir berantakan seperti yang ia berikan pada Viv. Rasa bersalahnnya membuatnya mempunyai keputusan menutup situs peramalcinta-nya. Tanpa disadarinya, banyak klien yang kehilangan nasihat sekaligus artikel2nya, dan tanpa situs ini, Kayla terlihat tak sama lagi seperti dulu. Perubahan ini diperhatikan diam diam oleh cowok cakep yang diam diam Kayla taksir. Sayang, nasihat cinta hanya bisa diucapkan atau tuliskan oleh si peramal tanpa ia bisa melakukannya sendiri. It's really easier said than done....


Membaca buku tinlit ini benar benar membuat refresh otak saya yang hampir seminggu ini tengah membaca buku untuk posbar bulan Maret, The Reader. Alurnya ringan, lucu dan nasihatnya sangat masuk akal. Ada cukup banyak quotations yang bisa ditulis disini, tidak hanya seputar nasihat cinta, tapi juga seputar kehidupan bersosial. 


Kejadian itu adalah sebuah pelajaran bagi orang orang yang profesinya adalah membantu orang lain. Kau tak bisa memaksa orang lain untuk menerima bantuanmu. Merekalah yang harus menginginkannya (hal. 41).

Kayla, (saya suka nama ini) adalah seorang pengamat yang selalu mendapat ide menulis artikel dari teman2 di sekelilingnya. Ketika ia galau cowok yang ia taksir apakah juga mempunyai perasaan yang sama karena seusai kencan dia tidak menelpon, ia menulis Telepon atau Tidak Telpon? Ketika seorang temannya susah mendapat teman kencan, ia menulis Pria Idaman Wanita, ketika ia galau apakah cowok yang ia taksir juga mempunyai perasaan yang sama dan itu membuatnya gila, ia menulis Mabuk Cinta: Menginginkan Seseorang yang Tak Bisa Kau Dapatkan. Hahaha... Harus diakui, jika saja situs ini benar benar ada, saya yakin akan sangat laris. Nasihat tidak diberikan oleh seseorang yang sudah dewasa untuk seseorang yang belum dewasa, melainkan diberikan oleh seseorang yang juga tengah mengalami hal yang sama. Tidak perlu seseorang yang expert di bidang percintaan, cukup seseorang yang memiliki empati yang baik dan pengamat yang luar biasa.


Jadi, tertarik untuk meminta nasihat dari si peramal? :D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar