Selasa, 21 Oktober 2014

#35 Mafalda by Quino


Paperback, 128 pages
Published 2009 by KPG
Oenerjemah: Ratna Dyah Wulandari

Seri pertama komik dari Quino. Biasanya saya kurang begitu menikmati komik kumpulan begini. Yang ini, saya betah duduk menikmati kisah2 Mafalda dengan celetukannya yang inosen tapi cerdas.Terbit pertama kali di negara aslinya, Argentina, sekitar tahun 1964-1973. Masa-masa itu banyak negara mengalami kemelut politik tarik ulur junta militer dan sipil. Menurut kata pengantar buku ini, kemelut itu masih sangat relevan hingga saat ini, bahkan di negeri kita tercinta, Indonesia.

Yuk, kenalan dengan para karakter di komik ini.

Mafalda, 6 tahun, benci setengah mati dengan sup, bersama teman2nya baru saja masuk sekolah. Ada Felipe, Susanita, Manolito dan Miguelito. Semua anak mempunyai karakter kuat. Mafalda, kritis, lugu dan cerdas. Tak bisa dipercaya, gadis 6 tahun ini hobi banget dengerin siaran radio dan memantau kondisi dunia, di luar negaranya, dengan segala carut marutnya. Yang paling membuat saya ternganga adalah ketika ia menidurkan globe yang ia anggap sedang sakit. Sampai akhirnya dia berkeputusan menyembuhkan dunia dengan menghapus (baca: menyetip) keberadaan Beijing, Pentagon dan Kremlin dari globenya. Ngakak sekaligus trenyuh dan terharu. 


Felipe, selalu membayangkan dirinya sebagai Lone Ranger, pahlawan yang kesepian. Fantasinya sering dirusak total oleh celetukan Mafalda yang langsung jleeeebbbb hahaha...

Susanita, lebay, pecinta sinetron. Dia protes ngga mau sekolah hanya karena dia yakin nantinya dia bakal menikah dan punya anak. That's all. Pengetahuannya seputar gosip ini dan itu tak diragukan lagi, hingga Mafalda menjulukinya FBI. Huakakakaka....

Manolito, cowok berambut jabrik ini sering kali lemot, baik di pelajaran sekolah ataupun di percakapan sehari-hari. Manolito ini sering kali bertengkar dengan Susanita. Pertengkaran mereka dianalogikan seperti peperangan antara Amerika dan Soviet. Bedanya, menurut Mafalda, umat manusia di seluruh dunia tidak merasa kesal dengan Susanita dan Manolito. Oya, Manolito ini sering mengalami kekerasan dari ayahnya, hingga mengancam, jika suatu hari nanti dia menjadi orang besar, dia bakal beberkan masa kecilnya di biografi yang akan dimuat di Readers Digest... Wooowww... Bravo Manolito. Kamu benar-benar pichiruchi deh.. (pichiruchi ini semacam smurf di bahasa smurf alias 'nganu') :D

Overall, saya sangat menikmati kartun ini. Yuk, lanjut ke Mafalda 2

PS:
Ternyata, Mafalda ada kartunnya lo...Sayangnya, ini internet sedang suuuper lemooot, ga bisa akses YouTube :(


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar