Senin, 13 April 2015

The Tale of Desperaux by Kate DiCamillo




Paperback 275 pages
Published Januari 2005 by Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Diniarty Pandia
Rating 3,5/5

Nama, bagi banyak orang adalah doa bagi si bayi, tapi tidak bagi bayi tikus Desperaux. Nama yang berarti kesediahan itu menggambarkan kelahirannya yang dramatis dengan kondisi fisiknya yang juga mengenaskan. Yup, Desperaux Tilling adalah bungsu dari beberapa saudara tikus yang tinggal di dinding-dinding kastil. Kondisi fisiknya yang mengkhawatirkan membuatnya diprediksi tidak akan bertahan hidup. Tapi Desperaux bertahan. Ia bertahan hidup dan membuat perubahan di kalangan keluarga-keluarga tikus.

Chiaroscuro, adalah tikus got yang hina, yang merindukan cahaya. Sebagai tikus got, kegelapan seharusnya menjadi menu-nya setiap hari, tapi tidak baginya. Ia memuja cahaya. Ia mabuk karena cahaya hingga membawanya ke tempat pesta dimana Raja, Ratu dan Putri Pea tengah berpesta. Ratu kaget, dan meninggal. Kehidupan tikus got semakin terpuruk dan diburu.

Miggery Sow, putri yatim yang dijual ayahnya untuk menjadi budak di sebuah peternakan. Majikannya hobi sekali memukulinya, hingga ia berkurang dalam pendengaran dan lemot dalam berpikir. Tapi ia bermimpi menjadi seorang putri Raja begitu ia melihat Putri Pea. Mimpinya itu mendekati kenyataan ketika ia bertemu Chiaroscuro, si tikus got. Tapi kemudian dihalangi oleh Desperaux yang menyamar menjadi Ksatria berpedang.


Setiap makhluk memiliki mimpinya sendiri-sendiri, termasuk para tikus. Mereka mewujudkannya dengan cara mereka sendiri. Sama dengan manusia yang memiliki mimpi dan berusaha mewujudkannya, dengan cara apapun, benar atau salah. Dalam dongeng, selalu ada hitam dan putih, tapi tentu saja ada sebab mengapa mereka berada di garis hitam atau putih. DEsperaux ditakdirkan menjadi Ksatria dan Chiaroscuro sebagai penjahat dengan porsi alas an masing-masing. Tak ada seseroang atau sesuatu yang ditakdirkan menjadi selalu baik dan jahat. Ada alasan dan kondisi yang membuat mereka berada di posisi masing-masing. Raja yang baik pun bisa berubah kejam ketika ia dengan seenaknya melarang semua peralatan memasak sup dan memakan sup karena Ratu meninggal di saat menikmati sup. Peraturan konyol dibuat hanya karena kesedihan dan keran memiliki kekuasaan. Tapi, tetap saja kekuasaan ada batasnya. Sup enak tak bisa selamanya dilarang di kastil. Desperaux tak selalu bersedih. Chiaroscuro tak perlu selalau merindukan cahaya karena sinar diciptakan untuk siapa saja. Miggery Sow tetap bisa menjadi putri, putrid yang disayang bapak yang membuangnya. Ah, manisnya dongeng. 

Buku ini telah difilmkan tahun 2008 dibintangi oleh Matthew Broderick sebagai pengisi suara Desperaux, Emma Watson (Putri Pea), Dustin Hoffman (Roscuro).
 Poster filmnya

Trailer filmnya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar