Rabu, 10 Februari 2016

The After Dinner Mysteries by Higashigawa Tokuta




Paperback 291 halaman
Penerjemah: Khairun Nisak
Penyunting: Novianita
Proofreader: Dini Novita Sari
Published February 2014 by Penerbit Haru
Rating 3/5

Seingat saya,  saya baru beberapa kali saja membaca kisah-kisah misteri detektif. Itu pun sudah lama sekali. Menonton film detektif juga termasuk jaraangg. Saya mungkin termasuk malas berpikir ikut memecahkan misteri kasus ini itu, belum lagi menghapalkan nama-nama tersangka dan korban. Eh, tapi ternyata saya cukup menikmati 7 kumpulan cerpen detektif konyol  di novel ini.

Sepasang detektif Kunitachi, Hosho Reiko dan komandan Kazamatsuri, bertugas menangani segala kasus yang terjadi di wilayah mereka, Kunitachi. Sebenarnya mereka berdua kurang begitu cocok menjadi detektif saking kurang encernya kepala mereka. Mungkin karena latar belakang mereka yang membuat mereka kurang lihai menangani satu kasus. Hosho Reiko adalah putri konglomerat pemilik bermacam macam bisnis besar dan sukses. Kazamatsuri adalah putra pemilik perusahaan motor ternama di Jepang, Kazamatsuri Motors. Entah alasan apa yang membuat mereka memilih profesi menjadi detektif.

Kisah pertama tentang matinya seorang pria, Yoshimoto Hitomi, di sebuah apartemen.  Para tersangkanya adalah wanita-wanita yang dekat dengannya dengan petunjuk sepatu. Investigasi dilakukan. Jalan buntu yang mereka dapatkan.  Hosho Reiko pun pulang ke rumahnya yang berbentuk mansion. Supir setianya, Kageyama, menjemputnya dengan naik limusin! Ckckckck.... Yang ajaib dari sosok supir sekaligus pelayan ini adalah otaknya yang encer, yang justru menemukan celah tersangka pelaku utama dari kasus yang tak terpecahkan oleh duo detektif konyol ini.


Dari satu kasus ke kasus berikutnya,  pembaca diajak menemui kasus, lokasi pembunuhan, kisah-kisah di balik kasus dan para tersangka, dan terakhir penjabaran detil kasus oleh Kageyama, si pelayan yang bermimpi menjadi pemain bisbol handal atau detektif ini. Dengan pola yang sama dari kasus ke kasus membuat saya sedikit bosan hingga saya mencari alternatif bacaan di tengah-tengah membaca novel ini. Syukurlah,  adegan konyol yang terasa komikal menjadi bumbu penyedap. Meski bosan dengan deskripsi komandan Kazamatsuri yang sok dan kendaraan Jaguar metaliknya yang diulang dari satu kasus ke kasus lainnya, bisa saya maafkan dengan kekonyolan tingkah Reiko di depan Kageyama. Demikian juga dengan deskripsi Reiko dan sang pelayan cum supirnya. Jika ini bukan kumcer yang dijadikan satu buku,  ga masalah jika deskripsi ini diulang-ulang, tapi yang terjadi adalah pengulangan yang ga perlu. Buat saya sih akhirnya cukup skip di bagian deskripsi itu :D. Ohya, saya sedikit berharap ada sedikit percikan romens antara Reiko-Kageyama atau parahnya Reiko-Kazamatsuri,  tapi ternyata ngga ada hahaha.... Biasalah, Jepang selalu kering masalah romens.  Ehhmmmm.... paling tidak Biarkan komandan konyol yang sok kaya ini mengetahui latar belakang Reiko. Hhhh....sayang, harapan saya terlalu tinggi x)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar