Minggu, 21 Januari 2018

Sang Penari by Sandra Brown


Ebook Scoop, 235 pages
Judula sli: Heaven's Price
Published  by Gramedia Pustaka Utama, February 2003
Rating: 2/5

Ternyata.......Malam malam saya ngga bisa tidur, diam diam saya selesein novel ini wakakakak...meski sebelumnya saya masukkan ke shelf DNF :D

Saya lupa, apa saya pernah baca novel kipas dalam bahasa Indonesia sebelumnya. Pernah sekali sih, dulu, Sylvia Day yang apa itu judulnya, tapi kadung sudah gedeg sama adegan ho-ohnya, akhirnya saya DNF-kan, dan ngga mau lanjut. Toh, tu buku juga cumi :P Kalo yang ini sih, boleh donlot di Scoop. Jadi ya tetep aja di shelf library, dengan halaman terakhir itu yang terbuka...

Di awal ketika Blair mengundang seorang pemijat di apartment-nya yang baru, saya sudah punya feeling yang datang ini bukan pemijat asli. Baru halaman dibawah 20 saja, sudah semriwing agak sumuk. Apalagi halaman berikutnya :D Ummuuubbb :D :D

Blair, seorang penari, yang terpaksa istirahat karena cedera kaki, sementara menyingkir dari kehidupan kota besarnya, dan menetap, paling tidak 6 bulan, di sebuah kota kecil, dekat dengan sahabatnya, Pam. Pam ini dulunya juga seorang penari, hingga kemudian dia bertemu suaminya, menikah dan memiliki anak-anak. Di kota kecil inilah Blair bertemu Sean, tukang kayu yang mahir menyulap barang kuno menjadi baru, yang tangannya kapalan, memberi sensasi asoy di tubuh Blair. Uhuk... :D


Cerita selanjutnya bisa ditebak. Sean ternyata bukan pemijat yang diundang Blair. Sean jatuh cinta setengah mati pada Blair. Blair sendiri masih bermimpi untuk tetap menjalani kehidupannya sebagai penari, meski keadaan kakinya cukup mengkhawatirkan, Sean meyakinkan Blair untuk bersamanya bla bla bla.... Sangat bisa ditebak. Tadinya saya pikir, cerita bakal selesei setelah Blair 'menyerah' pasrah di ranjang Sean. Tapi ternyata tidak lho, saudara saudara. Adegan uhuk2, raba-raba, cium-cium itu memakan berhalaman-halaman sendiri, konflik batin yang dialami oleh Blair selesai, dan seperti yang bisa diprediksi, yah begitulah, happily ever after :D Sosok Sean sendiri dibikin, menurut saya sempurna sekali: sayang cewek, hingga rela menggendong kemana-mana (jadi terngiang lagu Mbah Surip :D), pekerja keras yang berhasil, dan tentu saja nggantheng. Oh, jadi begini to, tipikal cerita harlequin? Eh, ngga ya? Kayaknya saya musti nyari cerita harlequin lain biar saya memutuskan bakal jadi pembaca harlequin atau tidak.

Membaca novel ini, berasa ada promosi terselubung, untuk lupakan mimpimu atau karirmu, temukan pria yang tepat, dan menikahlah. Niscaya engkau akan bahagia. Pam sudah mengalami kebahagiaan itu dengan suami, anak-anak dan tubuh melarnya :D Dan Blair semakin menguatkan promosi pernikahan ini dengan bertemu dengan Sean, dan lupakan mimpimu. Toh, kakimu cedera. Engkau bakal lumpuh dan terbuang. Ih, kalaupun ternyata Blair tetap ingin meraih mimpinya, ia bisa menjadi sosok lain di dunia tari. Nganu...seperti Miyuki di Silence. Lepas dari takhayul yang 
menyelimuti kisah itu. Ah, sudahlah, cara berpikir saya kok jadi begini banget ya? Kena cekok dorama wakakakak...

At least, lumayanlah buat nambah jumlah bacaan di reading challenge tahun ini. Apalagi setelah saya khatam manga berdarah-darah, Inuyashiki. Membaca romance dengan bumbu uhuk lumayan bikin segar. What?!!! Ngoahahahaha....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar