Jumat, 30 November 2012

Cerita Cinta Enrico (Ayu Utami)



Paperback, 244 pages
Published February 1st, 2012 by KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Rating 4/5

 Sosok ibu, bagi siapapun pasti sangat berpengaruh dalam kehidupan. Demikian juga bagi Joakhim Prasetya Riksa alias Enrico, nama panggilan yang sangat jauh dari nama aslinya. Enrico punya alasan kuat, karena nama itu adalah nama idola ibunya, penyanyi yang menyintai ibunya. Jadi, siapapun nama yang tertera di dokumen kelahiran, panggilannya tetap Enrico.  


Enrico punya saudara kembar yang tidak lahir dari rahim ibunya, melainkan rahim bapaknya. Namanya Revolusi. Nama lengkapnya adalah Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia atau popular dengan pemberontakan PRRI, 15 February 1958. Bapaknya, Letkol Irsad ikut dalam revolusi tersebut. Jadilah Enrico punya saudara kembar.   Kebanggaan Enrico pada ibunya mulai luntur seiring datangnya ajaran yang mengatakan bahwa hari kiamat akan datang tahun 1975. Ibunya pun sibuk dengan berbagai himpunan, persiapan hari kiamat dan syiar ajaran. Cinta Enrico pun berpaling ke ayahnya. Cinta Enrico terhadap negeri tercintanya diuji di usianya yang ke dua puluh. Tidur berjajar di jalan di pintu masuk kampus ITB, menolak Sidang Umum MPR 1978 yang sudah pasti akan memilih Soeharto sebagai presiden lagi. Cintanya terhadap para wanita bergolak tak kalah seru dua puluh tahun kemudian. Petualangan cintanya terhenti. Hatinya tertambat pada A, yang membuatnya mengingat sosok ibunya dan sekaligus membuatnya menjadi ibu bagi A.  

Sungguh bersyukur Enrico menemukan Ayu Utami yang merangkai sejarah hidupnya menyatu dengan sejarah negeri. Saya pribadi jadi mengingat pelajaran sejarah seputar pemberontakan, yang ternyata menandai kehidupan seseorang atau banyak orang.  Sejarah selalu mewarnai kehidupan siapa saja, orang maupun Negara. Idealism seorang Ayu Utami sebagai seorang feminis mewarnai kisah akhir cinta seorang Enrico, pria yang akhirnya menyudahi predikatnya sebagai Parasit Lajang.

9 komentar:

  1. udah lama nggak baca ayu utami, kayanya enrico nggak terlalu "nyastra" seperti beberapa bukunya dan bisa dinikmati yaaa =)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang Saman dan Larung and Parasit Lajang sih enak dibaca, tapi Bilangan Fu bikin pusing and tremor pegang bukunya ;)

      Hapus
  2. Bingung sama kalimat yg ini: "Hatinya tertambat pada A, yang membuatnya mengingat sosok ibunya dan sekaligus membuatnya menjadi ibu bagi A."
    Hiks..mesti baca sendiri kayaknya :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... That's what the review is for, right? Bikin penasaran ;)

      Hapus
  3. Balasan
    1. Iya, kisah nyata yang dihubungkan dengan sejarah Indonesia. Keren deh

      Hapus
  4. Aku belum pernah baca bukunya Ayu Utami. Tapi kayaknya yang ini bagus. :))

    BalasHapus
  5. kira-kira buku ini masih diual gak ya? sepertinya sangat seru untuk di baca soalnya belum pernah baca novel Ayu Utami. semoga menarik ya :)

    BalasHapus