Senin, 31 Desember 2012

BOOK KALEIDOSCOPE 2012 – The 5 Most Favorite Books


Yeaahh… I’m writing this journal on December 30th, 2012. It means one day before this year ends. Well, this time I’d like to wrap up the books I read during this whole year, and I’d like to pick 5 most favorite books. It’s kind of difficult to decide since I’ve been through some great books—some even change my preference in genre. I’ve been looking at my reading challenge list in Goodreads to decide to select books I’m going to write here. But then, I have to go through my reviews I wrote, and pick which ones I wrote with full of concentration and even emotion since I really love the books. One more thing, it’s hard to rank them which one should be placed as the first, second and so forth. So, I just write down the five books that made me head over heels with the characters or the writer, or sobbed of the tragedy or laughed my heads out with the humor. 

Well, here I go:

FOR ONE MORE DAY (Mitch Albom)




Paperback, 248 pages
Published December 2010 by Gramedia Pustaka Utama
Rating 4/5 stars


Ini adalah buku kedua tentang ibu yang saya baca dalam dua minggu terakhir. Yang pertama adalah Cerita Cinta Enrico dan ini yang kedua. Yang pertama tentang ibu yang cintanya luntur karena ajaran agama barunya, yang kedua adalah ibu yang mencintai anaknya hingga maut merenggutnya.

Pernahkah kita berpikir bagaimana kehidupan kita nantinya setelah seseorang yang kita rasa ‘merecoki’ kehidupan kita meninggal? Charles Benetto pernah, dan luckily, mendapat kesempatan untuk mengulang kembali saat saat bersama ibunya. Setelah ia gagal beberapa kali mengakhiri hidupnya sendiri.

Jumat, 28 Desember 2012

Book Kaleidoscope 2012: Top 5 Best Covers


Aha, let's try to judge a book from its cover, oh no, it should be the cover doesn't guarantee you a satisfaction of a book. For this, let the authors, the book publishers give theif gratitude to the book designers. Frankly speaking, it's a bit hard for me to judge the cover and then compare the beauty of the cover with the content of the book, how the story influenced me mentally and emotionally, I can say, they don't really fit to each other.   But then again, this is all about the cover of a book, and not about the book itself. So, here I go. 


5. Palace of Ilussions by Chitra Banerjee Divakaruni. 
It's a bit disappointing why the translated novel should be changed, but still, I love the cover. It shows how imaginative the palace is, not real. The dispered colors around the palace support the illusion itself.

Kamis, 27 Desember 2012

SECRET SANTA… YEAAYY…!




Yeaaayyy… Sampai juga paket yang saya tunggu tunggu selama beberapa hari terhitung setelah tanggal 17 Desember. Kok saya tahu bakal dapat paket setelah tanggal 17? Apakah saya cenayang? Hahaha…. bukaaann… saya tahu karena saya ikut game seru dari @BBI_2011 untuk program Secret Santa. Game ini memang mengambil thema Santa yang baik hati, suka bagi2 hadiah di hari Natal. Nah, Santa yang ini tidak selalu berjenggot dan berbaju merah… Santa disini bisa teman2 saya tergabung dalam Secret Santa yang kalo tidak salah berjumlah 58 orang. Dari jumlah itu, dua admin yang tidak kalah baik dari Santa bakal mengundi nama2, dan akhirnya akan memberitahu nama—nama yang akan saya kirim hadiah dan memberi nama saya pada seorang Santa yang diam-diam akan mengirimi buku yang menjadi idam2an saya.

Rabu, 26 Desember 2012

Wishful Wednesday #6





Ternyata sudah Rabu terakhir di tahun 2012 ya? Duuhh… Padahal saya kan baru ikut 6 kali meme ini… #blame it to myself :D


Ya, meski begitu, saya mau nulis dulu recap buku2 idaman saya selama ikut meme ini.


1. 1. Going Solo by Roald Dahl


Saya tulis ini pertama ketika saya ikut giveway dari blog Astrid ini. Dan berharap cemas bakal kejatuhan rejeki nomplok, tapi ternyata rejeki masih belum bukan bagian saya. Semoga nanti di suatu tempat dan sedang diskon!!! Amin…


2  2.  Garis Batas by Agustinus Wibowo


Eh, yang ini sebenarnya masuk di wishlist Secret Santa, tapi saya tahu diri kok, harganya mendekati !00k, jadi yaaa..ngga ngarep banget deh. Tapi ini bisa jadi reslosui tahun depan, harus beli buku ini… #skiplunch


3.   3. Mata Ketiga by Lorang Rampa


Buku seputar seorang clairvoyant ini sangat menarik karena beda dari buku2 lain. Tapi saya juga belum ketiba rejeki untuk memiliki buku ini. Baiklah, masukkan list untuk belanja tahun depan juga..


4.   4. The Time Keeper by Mitch Albom


Yeaahh… saya dapet juga buku ini dari my Santa. Thank loads… Muuaahhh…


5.   5. It’s Heaven to Be Seven by Roald Dahl, Judy Blume, etc


Untuk buku ini, saya hanya bisa mengandalkan keberuntungan untuk tiba2 menemukan diantara tumpukan buku diskonan Book Box atau suatu tempat lain. Kenapa? Karena saking jadulnya hahaha…. #nasib



Okeh, mari saya mulai saja buku impian saya Rabu ini. Emmm…. Sebenarnya saya kurang suka dengan buku2 horror, apalagi movies… I take all No for all horror movies. Etapi, sudah dua buku horror yang saya baca, so far I could enjoy them. Makanya, sekarang buku impian saya sedikit berbau horror… 


Let me present you the book…. #musik Gregorian…. #sereemm…


Senin, 24 Desember 2012

Book Kaleidoscope 2012: Top 5 Book Boy Friends


Yes!!! It’s my turn to expose my favorite Book Boy Friends. After reading around 54 books this year, I’ve gotta select 5 cool boys and put them in this Kaleidoscope. Well, actually, I don’t have that number that I have to list down since some boys in the books I read don’t really meet my criteria. However, since I set my heart to join this year end event, so here they are—Top 5 Book Boy Friends

5. Ryder Coltrane in Andy Squared
Call me insane. Yes, I am. Why do I choose this gay guy instead of those Greek gods? Well, at least Ryder is a kind of loyal person, unlike those flirting gods who get horny every time beautiful women passing them by. Ryder is a new guy at Andy’s school who later changed Andy to find out what his nature of what-so-called-hormone is. Andy who keeps breaking up with pretty girls in her school finally gives in in Ryder’s arm. If only Ryder were not a guy, I’m sure, there would be girls go after him.
I don't really have someone in mind to picture Ryder Coltrane, but then I found this pic. He's actualy 22 whereas Ryder is just 17, but I guess someone who looks like him can be Ryder. Let me present,  ALex Pettyfer. He's hawt. :D

Talking about Books and Challenge and ...


Tahun 2012 sudah akan berakhir beberapa hari lagi. Dan Alhamdulillah, kiamatnya diundur entah kapan hahaha…jadi, saya masih punya kesempatan untuk me-wrap up buku apa saja yang sudah saya baca di tahun 2012 ini. So far, saya sudah menyelsaikan target saya yang sempat berubah ubah, dari target awal 25 buku, kemudian bertambah menjadi 34, dan akhirnya menjadi 44 buku. Dan terhitung tanggal 23 Desember, saya menyelesaikan 52 buku. Dari semua buku itu, saya jadi menyadari sedikit perubahan dalam selera saya. Nah, how is that possible?

Dulu, saya sangaaatt suka dengan yang namanya genre fantasy. Dunia yang dengan mahkluk ajaibnya dihidupkan oleh sang pengarang. Goblin, troll, hingga satyr semua ada di dunia fantasy. Tapi semakin saya banyak membaca buku dengan genre yang semakin bervariasi, saya jadi kurang berminat dengan mahkluk2 ajaib itu. Entah karena pengaruh genre lain yang lebih bisa dibayangkan, lebih real, lebih dekat dengan kehdiupan nyata, atau karena factor U? hahaha

Laporan Pandangan Mata Kopdar Semarang yang ke….



Yah, kenapa saya lagi ya yang nulis LPM? #liriksirikkeTezar

Tapi baiklah.Saya mulai saja LPM singkat ini ya.

Minggu, December 16, 2012 adalah kopdar goodreads Semarang entah yang ke berapa saya lupa he hehe. Yang saya ingat, kopdar terakhir yang saya hadiri adalah ketika saya ultah September lalu. Dan kopdar kali ini di sponsori oleh Ika dan Cindy yang kebetulan ultah di bulan yang sama, November. Meski telat tetap saja saya nagih untuk ditraktir sekaligus kopdar hihihi… Eh ya, sponsor satu lagi datang dari seorang GRI Semarang yang baru saja menempuh hidup baru. Meski baru sekali kopdar, tapi Anggra ini sering jeles kalo saya dan Ika ngrumpi tentang kopdar2 sebelumnya #maap, alasan ngga nyambung…

Jumat, 21 Desember 2012

Friday Recommendation #3



Saya bikin postingan ini bertepatan dengan hari yang semula diraalkan bakal kiamat oleh suku Maya. Alhamdulillah, kiamata (insya Allah) masih jauh, karena saya masih punya challenges di tahun depan, dan ini juga masih FR saya yang ke tiga. Setengah lusin aja belum ada wkwkwkwk…

Baiklah, mari saya mulai Friday recommendation saya minggu ini. Saya merekomendasikan novel teenlit yang saya sukaaaaa (lempar KTP ke genteng).

Anna and The French Kiss
By Stephanie Perkins
Genre: teenlit

Kamis, 20 Desember 2012

Reading Challenge 2013



Yiippiieee…… I’m both excited and enthusiastic welcoming this coming year. Why? The reason is I have some challenges to fulfill during the whole year of 2013 as a blogger.
For all these years, since I started blogging in 2006, I’ve become a raise and fall blogger. Well, it’s not the right term, I guess. What I mean here is, I’ve been in some different moods as a blogger. When I’m in a good aura, I would be writing whatever I have in mind. But when my aura got cloudy, don’t ask. Sometimes, I don’t have enough confidence to call myself as a blogger #sigh

But, as soon as I belong to Blogger Buku Indonesia member, I ought to post at least once or twice, or thanks goodness if I can post more than 3 postings. BBI really urges me to be consistent to myself.

So here they are, my reading challenges for next year.

Selasa, 18 Desember 2012

Anna and The French Kiss (Stephanie Perkins)



Ebook, Epub format, 266 pages
Published December 2nd, 2010 by Dutton
Rating 4/5

I just didn’t know why I was attracted to this novel some time ago when I read someone’s review or recommendation somewhere. From then on, I kept searching here and there. And finally, I found it in my friend’s calibre. Thanks to Ana. Oya, another thing is frankly, I was in search of Chaos Walking the series when I found this book. But then, I finished this book instead of starting to read Chaos Walking the series. Haha

OK. Its enough for the intermezzo. Let’s start the review.

What do you think if you got a chance to go to France even you were not really into it? Would you say no?

Jumat, 14 Desember 2012

Friday Recommendation #2


Ok, sebenarnya saya pengen mulai rutin mengikuti meme Ren ini mulai beberapa minggu lalu. Alasannya adalah saya pengen komit pada diri sendiri untuk selalu post setiap Jumat, dan tentu saja sekaligus mendaftar sebagai peserta giveaway, siapa tau beruntung (lagi) hehehe. Sayangnya, 3 atau 4 Jumat saya absen karena ibu saya sakit. Jadi, seluruh jiwa dan raga, saya kerahkan untuk ibu saya dulu #jadianakberbakti…

Baiklah, tanpa panjang kata, saya mau merekomendasi buku dengan cover remaja yang cukup panas ini 

TEMPTATION
KAREAN ANN HOPKINS

Rabu, 12 Desember 2012

Wishful Wednesday #5



Hai…hai… setelah vakum beberapa minggu, mari saya kembali dengan buku impian saya…

Kali ini buku impian saya sangaatt jadul. Saking jadulnya sampai saya belum pernah nemu buku ini di toko buku manapun. Online sih pasti ada. Oya, diliat dari judulnya, sepertinya buku ini juga diperuntukkan bagi anak2, lebih spesifik lagi bagi anak2 usia 7 tahun! Whattt!!!! Hehehe… trus? Masalah? Ngga lah. Karena di buku yang ternyata kumpulan cerita ini ada dua nama penulis favorit saya, Roald Dahl dan Judy Blume.

Selasa, 11 Desember 2012

DANUR (Risa Saraswati)



Paperback, 204 pages
Published January, 2012 by bukune
Rating 3/5

Pernah nonton film The Sixth Sense yang dibintangi Bruce Willis dan Haley Joel Osment? Film horror psychologygarapan Night Syamalan tahun 1999 ini bercerita tentang bocah berusia 9 tahun yang semula diduga mengidap delusional, namun ternyata ia mampu melihat dan bercakap dengan orang yang sudah mati. Disinilah letak kesamaan antara Danur dengan film ini. Risa yang sebelumnya saya kenal sebagai penyanyi bersuara unik dengan nama Sarasvati menceritakan kemampuannya bercakap dengan para makhluk yang keberatan disebut hantu. Sedikit yang membedakan adalah awalnya Risa menikmati kemampuannya ini dengan berteman dengan 5 bocah Belanda yang menghuni rumah neneknya. Dia bercakap, bermain hingga saling curhat bersama. Sementara Cole, di film The 6th Sense sangat tertekan dengan kemampuannya ini. Mungkin karena apa yang ia lihat adalah wujud seram seperti yang sering kita lihat di film2 horror. Sementara Risa melihat para hantu ini dalam wujud mereka sebelum mereka mati, modis dengan baju anak Belanda.