Minggu, 07 April 2013

Lima Sekawaan: Minggat #3 by Enid Blyton




Ebook, format .jar

Lima Sekawan berkumpul lagi di Pondok kirrin. Horeee… jika mereka berkumpul, itu berarti bakal ada pengalaman seru yang bakal terjadi. Nah, di buku ketiga ini, Geirge sudah semakin ramah saja dengan ketiga sepupunya. Masih ingat saya, ketika Geirge pertama kali bertemu dengan para sepupunya ini. Galak dan sok banget. Tapi, ternyata bersama sama itu lebih asyik, bahkan bersama sama memiliki Pulau Kirrin!

Pada awal liburan, Lima Sekawan ini mendapatkan berita kurang menyenangkan, karena Bibi Fanny-ibunya George, harus dirawat di rumah sakit. Sementara itu, Joanna, koki kesayangan anak2 juga cuti dan digantikan oleh ibu Stick, yang kelakukannya se-kaku kayu hahaha. Kesialan mereka ditambah dengan hadirnya Edgar dan ayahnya di rumah keluarga George. Jadi, Pondok Kirrin penuh dengan keluarga Stick yang menyebalkan. Karena itulah, George memutuskan untuk minggat. Sendirian, eh, bersama Timmy tentu saja. Tetapi, para sepupunya tidak akan membiarkannya pergi sendiri begitu saja. Mereka harus ikut. Apalagi tujuan pelarin George adalah Pulau Kirrin. Bakal mengasyikkan jika mereka meninggalkan keluarga Stick dan tinggal sendiri selama 2 minggu di pulau. 


Tetapi sayangnya, liburan asyik mereka sekali lagi harus diganggu dengan keterlibatan mereka akan penjahat yang diam2 mengunjungi pulau milik Lima Sekawan, dan membawa barang2 yang diperkiarakan sebagai selundupan!!!

Comments:
Masih seru saja rasanya membaca kisah pengalaman Lima Sekawan ini. Kalau tidak salah, saya pertama kali mengenal mereka ketika saya duduk di bangku SD-SMP. Buku setebal itu (yang sebenarnya tipis) dipandang ngeri oleh teman2 saya. Mereka sering mengatakan bahwa pantas saja saya berkacamata tebal karena hobby saya membaca novel tebal begitu hahaha. Sementara para teman saya membaca majalah remaja yang penuh dengan cerpen2 dengan illustrasi cantik dan ganteng, Anita Cemerlang.  

Lima Sekawan saya yakin bakal terus dikenalkan oleh para orangtua yang dulu juga membaca novel ini ketika mereka masih seusia putra putri mereka, seorang murid saya juga menggandrungi Lima Sekawan, meski teenlit jaman sekarang sudah sangat banyak. Belum lagi novel2 dengan background Korea yang minta ampun menyerbu toko buku. Ditmabha lagi komik2 serial manga yang juga tak kalah banyak. Saya yakin, Lima Sekawan masih sangat menarik dan akan terus membekas dalam benak mereka nanti. Yang sedikit saya sesalkan adalah sampulnya yang sudah mengalami pergantian berkali kali. Bagi saya, jaduler, saya jelas lebih suka dengan cover lama, yang sedikit banyak mirip dengan para pemainnya di serial Famous Five dulu.

5 komentar:

  1. kalau mau beli bukunya dimana ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... Ini dapet ebooknya. Kalo bukunya masih ada bentuk boxset nya di toko buku, cuma covernya sudah baru, bukan seperti yg ada di gambar atas ;)

      Hapus
  2. beberapa kali liat ini di gramedia tp belum pernah baca atau beli :) penasaran juga sih, sering denger nama penulisnya.

    BalasHapus
  3. Minggat ini 5 sekawan favoritku deh

    BalasHapus
  4. Aku juga suka tuh novel 5 sekawan! hampir semua serinya aku koleksi! mulai membaca dari kelas 5 SD dan semua itu selesai ketika tamat sd.... Entah kenapa kok ketika smp jadi agak berkurang ya minat membaca buku?

    BalasHapus