Sabtu, 13 Juli 2013

Pahlawan Amerika (All American Girl) by Meg Cabot




Paperback 322 pages
Published Agustus 2004, by Grmaedia Pustaka Utama
Rating 3,5/5

Apakah kau ingin menjadi orang lain yang terlihat lebih daripadamu? Lebih cantik, lebih popular, lebih pintar dan sekian sekian kelebihan lainnya?

 Samantha Madison. 15 tahun, anak tengah dari dua saudari dengan kelebihan mencolok dari dirinya; Lucy, kakaknya, adalah cewek cantik popular dengan kegiatan pemandu sorak di sekolahnya; Rebecca sang adik, 11 tahun, adalah anak jenius yang bersekolah di sekolah untuk anak2 jenius. Miranda sendiri merasa dirinya hanya seorang anak tak popular dengan pakaian hitamnya, dan seorang sahabatnya yang tak kalah ajaib dalam berpakaian. Lebih merana lagi, Miranda naksir berat pacar kakaknya, Jack, yang mempunyai hobi sama dengannya, melukis
.
Karena hobinya itulah, orangtuanya menyuruh Miranda untuk mengikuti kursus menggambar di studio milik Susan Boone. Disana ia berkenalan dengan cowok keren yang terlihat cukup-familiar-namun-entah-siapa, David. Miranda yang merasa bakat melukis mengalir deras padanya merasa ngat kesal karena ternyata Susan tidak menanggapi bakatnya ini dengan baik. Susan mengatakan bahwa seharusnya ia menggambar seperti yang ia lihat dan tidak menggambar apa ia tahu. Ia butuh belajar untuk melihat. Ta, betul, ia harus belajar untuk melihat. Tentu saja Miranda kesal karena ia merasa dirinya bisa melihat. Dan karena alasan kesal itulah, ia memilih membolos di kursus berikutnya.


Nah, keputusan Miranda membolos ini ternyata harus ia bayar cukup mahal. Secara tak sengaja ia melihat seseorang dengan pistol mengacungkannya pada seseorang yang tengah berjalan di dekat kompleks tempat ia kursus menggambar. Dan ternyata orang yang ditembak pria misterius ini adalah orang nomor satu di negaranya, Presiden Amerika Serikat!!! Dengan aksi penyelamatan inilah, Miranda menjadi sosok popular melebih dua saudarinya. Dia menjadi pahlawan Amerika. Deretan tugas dan penghargaan serta wawancara dengan pers ditambah undangan pesta anak popular berderet menantinya. 

Comments:
Cukup kangen juga setelah lama saya tak membaca karya Meg Cabot. Penulis Princess Diaries ini masih tampil seperti gayanya yang biasa dengan model karakter tokoh heroine yang setipe: tak popular, bermasalah dengan penampilan atau dandanan, dan juga bermasalah dengan sosialnya. Meski cukup tipikal tapi pembaca karya Meg pasti akan memaafkan kemiripan satu karakter dengan karakter lainnya di novel2nya yang lain. Sperti saya misalnya hahaha…

Ketipikalan Meg masih ditambah dengan deretan 10 hal tentang …… saya dulu sempat membaca beberapa seri awal Princess Diaries namun menyerah di seri2 akhir, dan Avalon High yang menjadi favorit saya. Dari sekian itu, Meg menuliskan hal yang sama. Entah apakah ini semacam selipan indo atau apa, yang jelas buat saya ini bisa jadi bahan tambahan untuk ketawa tapi sekaligus bagian halaman yang bisa saya skip wakakakak…. Selain itu, pengulangan kalimat sebagai dramatis sangat bisa ditebak dan tersebar di novel2 Meg Cabot. Ya, betul, tersebar di novel2nya yang lain. Ter-se-bar. Kenapa saya ketularan ya? Hahaha….

7 komentar:

  1. yeeesss, baca juga akhirnya. ini salah satu favoritkuh. XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi.... Ini dapet minjem dari Ika and ngendon sudah lamaaaaa bangettt.... -_-

      Hapus
  2. tak terlalu suka sama novel yg ini, apa karena bosan soal Sam mirip sama Mia?

    Untungnya Mediator, cewenya lebih tough dan pede plus sarkartis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya sih, tokoh cewek di Meg Cabot memang mirip satu sama lain. Sebenarnya, Sam ini juga sarkastik cuma yang lainnya itu yg jadi rancu ini lakon dimana di novel apa.

      Kayaknya aku harus baca Mediator deh. Series kan itu? :D

      Hapus
    2. aaah. aku pernah punya ebook Mediator buku 1. tapi gak tau nyelip di mana.

      Hapus
  3. Wah, saya baca ini udah lama banget. Waktu saya SMP, saya suka sekali sama buku ini. Tapi nggak tau sekarang :D

    Emang, Meg Cabot ini kalo bikin tokoh utama sifatnya sama semua. Gaya berceritanya juga sama. hehe...

    BalasHapus
  4. Kok Samantha jadi Miranda? Btw, novelnya seru, bikin ngikik..

    BalasHapus