Rabu, 31 Juli 2013

Sarah’s Key by Tatiana de Rosnay




Paperback, 337 pages
Published by Elex Media Komputindo
Alih Bahasa: Lily Endang Juliani
Rating 5/5

16 July 1942 adalah hari kiamat bagi keluarga Yahudi Prancis. Penangkapan besar besaran terjadi, tidak hanya pada kaum pria dewasa tetapi juga para wanita dan anak anak. Mereka ditangkap oleh para polisi Prancis—yang bertindak dibawah perintah Gestapo Jerman, dinaikkan ke kereta dan bus-bus Prancis dan digelandang di beberapa tempat di Prancis. Dan diantara ribuan Yahudi ini, terselip keluarga Starzynski, ayah ibu dan seorang gadis bernama Sarah yang tangannya tak lepas menggenggam kunci. Kunci itu adalah kunci lemari rahasia di rumahnya dimana ia menyembunyikan adiknya, Michael, di dalamnya. Dia berjanji dia akan segera kembali, mengeluarkan Michael dari dalam lemari. Hanya, ia tak pernah tahu kapan ia bisa kembali dari kamp penampungan para Yahudi.

60 tahun kemudian, di tempat yang sama dan saat yang hampir bersamaan pula, Julia Jarmound, wartawati, warga pendatang dari Amerika dan tinggal di Prancis selama 25 tahun, melakukan penyelidikan seputar tragedy 16 Juli 1942. Tragedy yang disebut Vel’ d’Hiv karena kejadian mengerikan ini terjadi di Velodrome d’Hiver ini menjadi tajuk utama berita di surat kabar dimana ia bekerja dan berita ini sekaligus untuk mengenang 60 tahun tragedy Vel’ d’Hiv. Tak pernah ia sangka, masa lalu itu sangat erat kaitannya dengan keluarga suaminya, apartment yang akan ia tinggali bersama keluarganya, dan terlebih dengan Sarah Strazynski. Julia menyusuri tiap detil sejarah, mewawancarai saksi dan orang-orang terkait, termasuk nenek mertua dan mertua lelakinya. Tak heran, ia mendapat tentangan keras dari keluarga suaminya, termasuk suaminya. Mereka tak ingin sejarah gelap yang telah terkubur selama 60 tahun itu dibongkar, aib Negara Prancis yang selama ini mengatasnamakan Jerman atas tragedy Vel’ d’Hiv terbuka. Tapi Julia sudah tenggelam sangat dalam dalam sejarah gelap ini. Ia tak pernah bisa mundur meski ia harus mempertaruhkan perkawinannya dengan suaminya.


Comments:

Speechless.

Itu adalah gambaran saya akan buku yang bakal membuat saya hangover beberapa hari ke depan. Meskipun saya telah memberi spoiler pada diri sendiri dengan menonton filmnya yang rilis tahun 2011, tapi tetap saja detil buku ini membuat saya kehabisan napas. Secara emosional, saya masuk ke dua tokoh utama buku ini, Sarah dan Julia. Cerita yang diambil dari sudut 2 orang secara maju mundur ini diambil dari sudut pandang Sarah tahun 1942, dan Julia di tahun 2002. Masing masing karakter mempunyai tekanan emosional ynag membuat saya tak bisa berhenti membaca novel fiksi berlatar sejarah ini. 

Secara karakter, Sarah dan Julia sama sama kuat. Sarah, dengan keberanian anak 10 tahun, melarikan diri demi menyelamatkan sang adik. Julia, meski mendapatkan peringatan keras dari mertua, dan ancaman perceraian terkait kehamilannya yang tidak diinginkan suaminya dan ketertarikannya yang begitu mendalam akan sejarah Sarah, tak pernah mundur.  Selain karakter, saya juga menyukai gaya bercerita Tatiana dan tentu saja penerjemah yang handal. Plot maju mundurnya tertata sangat rapi. Deskripsi mengerikan, mencekam, mengharukan, semuanya tergambar dengan sangat baik.

Sebelumnya saya pernah membaca dan menonton film berlatar Holocaust, The Boy in Striped Pajamas. Persahabatan dua anak tanpa kenal background ini sangat manis dan mengiris hati di bagian akhir cerita. Meski cukup melegakan di akhir cerita, bukan berarti novel ini berakhir happy ending. Ada banyak sekali kepahitan dan kenyataan yang selama ini tak pernah saya tahu. Pendudukan Jerman atas Prancis di tahun itu, benar benar memberi aib besar bagi pemerintahnya, dan sekaligus para penduduknya. Tak sedikit yang tahu dan berusaha menolong, meski hanya dengan memberi makanan bagi para keluarga Yahudi ini. Namun, tak sedikit juga yang membutakan dan menulikan diri mereka akan kejadian mengerikan ini. Tak banyak orang yang membicarakannya secara terbuka, hingga pada tahun 1995, dengan Presiden yang baru terpilih saat itu, Jacques Chirac, tragedy ini dengan layak diperingati. Sebuah monument prasasti didirikan untuk mengenang ribuan korban rasis dan anti-Semistik. Para keluarga korban berdatangan dari penjuru negeri untuk mengenang tragedy ini. 

Ini dia foto2 yang saya dapatkan dari google image:
 
Berita terkait seputar tragedy Vel’ d’Hiv bisa dilihat di situs Wikipedia.

Berikut adalah poster film Satah's Key yang rilis tahun 2010 yang dibintangi oleh Kristin Scott Thomas

Trailer film Sarah's Key 

Postingan ini saya ikutkan dalam:

1.       Reading Challenge What’s in A Name

2.       New Author

3.       Reading Challenge BBI bulan Juli, Historical Fiction




4 komentar:

  1. Lagi pengen banyakin baca hisfic. Mbak Sulis juga suka banget buku ini, jadi penasaraan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Lu. Nagih ya rasanya kalo nemu yg bagus gini :D

      Hapus
  2. buku ini bikin merindiiing...tapi aku nggak begitu suka sama karakter julia yang menurutku agak selfish hahaha...trus endingnya juga kurang pas menurutku (yang bagian julia). tapi pas bagian sarahnya sih bisa sampe bikin nangis :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaaaaa... Aku juga cukup illfeel pas dia ngasih tau anaknya Sarah tentang masa lalu ibunya. Padal sudah ditutup rapat and dia ga perlu tau :@

      Hapus