Selasa, 30 Juli 2013

Serial Noni: Peragawati dari Krapyak by Bung Smas




Paperback, 160 pages
Published Mei 1985 by PT Gramedia
Rating 3/5

Noni, gadis tomboy sedang diuji kesabarannya dengan terpilihnya ia menjadi peragawati dadakan dari sekolahnya.acara peragaan busana ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional. Seroang temannya yang sudah terdaftar, berhalangan hadir, dan teman2nya memaksa Noni untuk tampil sebagai pengganti. Masalahnya, mana mungkin, Noni yang hari itu masuk sekolah dengan pakaian bebas_ bercelana pendek dan kaos T-shirt oblong dan bersepatu mirip kapal itu maju sebagai pengganti? Bukan noni namanya jika ia tidak tampil percaya diri dengan baju rancangan dadakannya.

Hasilnya sangat mengjetukan. Meski tidak menang juara satu, noni mendapat perhatian khusus dari peragawati ternama local yang menjadi juri lomba. Ia pun ditawari menjadi peragawati cilik di sanggar butiknya. Noni tak bisa menolak karena seluruh keluarganya mendukung bahkan memaksanya mengambil kesempatan itu.


Masalah mulai muncul ketika seseorang memberikan surat padanya, yang harus ia sampaikan pada Godek. Godek adalah bandit kelas berat yang menjadi buron dan sekaligus sahabat terkasih Noni. Suratnya mengatakan bahwa sahabatnya yang lain, Pak Samuel Pamungkas alias Pak Sam, diculik sebuah komplotan. Surat itu memberi tahu apa yang harus dilakukan Godek untuk datang. Godek dipancing untuk datang dan disekap sementara sebuah aksi perampokan berlian besar besaran yang kebetulan terjadi di hotel dimana Noni akan tampil dalam peragaan busana sudah rapi dirancang. Godek tertangkap dan Noni dalam bahaya.

Comments:
Ada berapa blogger disini yang pernah membaca serial Noni? Saya sendiri lupa kapan tepatnya saya membaca seri detektif  yang berasal dari Semarang ini. Melihat tahun terbitnya, sepertinya saya duduk di bangku S… #menghindarispoilerumur hahaha… waktu itu, saya sangat suka dengan seri petualangan Lima Sekawan, dimana petualangannya selalu terjadi di daerah2 tempat mereka berlibur. Sementara Noni, petualangan menegangkannya terjadi di kota dimana saya lahir dan besar. Nama nama jalannya sangat familiar: rumah Pak Sam ada di jalan Suyudono  , rumah Eli ada di karangayu, rumah Esmin di Gombel, Noni punya teman yang menjadi kenek Daihatsu jurusan karangayu-Gombel, hotel Argopuri, dan masih banyak lagi tempat tempat yang saya tahu. Cerita ini sangat membumi buat saya karena saya bisa membayangkan dimana letak masing masing kejadian.

Membaca ulang kisah ini, membuat saya mengingat betapa terasa dekat satu daerah dengan daerah lain yang terhubung dengan angkot: Daihatsu dan bis serta becak. Jalanan juga saya bayangkan relative sepi dengan estimasi waktu yang cukup tepat. Belum lagi teknologi yang waktu itu masih sangat jauh dari telepon genggam. Digambarkan polisi yang sering membantu aksi Godek membengkuk penjahat selalu membawa alat pemancar mini untuk mendengar apa yang terjadi oleh orang yang sedang diikuti. Alat ini hanya mampu berfungsi dari jarak satu kilometer saja. Sementara sekarang? Ah, thanks to technology, thanks to bill Gates #menjura :D
Selain kisah petualangan ala detektif, tentu saja Noni juga bercerita tentang persahabatan khas cerita anak anak. Lucunya, Noni yang mempunyai dua gang sahabat, ternyata mereka sama sama tidak akur satu sama lain. Gang pertama bernama Gombak, singkatan dari godek Mati Bangkit Kembali (ada kisahnya khusus di satu seri tentang nama ini) dan satunya lagi adalah gangnya yang seluruh anggotanya adalah pemain tenis meja wilayah Karangayu. Mereka ini saling berlomba siapa lebih jago membantu aksi Godek dalam aksinya. Tapi ternyata, dua gang ini lebih sering dibutuhkan tenaganya bersama sama namun di tempat yang berbeda oleh Noni. Jadi, mau tidak mau, mereka tetap saling bantu satu sama lain hahaha… dasar anak anak.
Oya, saya ingat, saya cukup terpesona dengan kisah persahabatan antara Noni, gadis kecil tomboy dengan Godek, buron yang sudah insyaf. Godek digambarkan sangat lihay mengubah dirinya dalam bentuk penampilan yang bermacam macam, hingga pernah menyaru menjadi bule, dengan mata biru dan bahasa Inggris yang bagus. Well, waktu itu, saya hanya berpikir bahwa ada ya orang yang bisa terkecoh dengan penampilan bule ini. Waktu itu saya juga bakal terkecoh, sekarang? Hahaha…. Bisa lah membedakan antara native dan non native hihihi…

OK, overall, saya merekomendasikan novel petualangan ini untuk mereka yang pernah atau sedang tinggal di Semarang. Semarang pernah punya beberapa hotel besar yang sekarang pasti sudah dimakan zaman seperti yang ditulis oleh Bung Smas. Yang saya masih sangat penasaran adalah, saya belum pernah mendapatkan seri pertama novel ini dimana noni dan Godek bisa saling bersahabat. Setiap kali melihat lapak buku bekas dimanapun, selalu saja seri Noni ini yang saya cari. Dan buku ini, saya juga dapatkan di lapak buku bekas dengan harga Rp. 4000. Hanya segitu ya harga kenangan? Hihihi….

Posting ini saya sertakan dalam Posting Bareng BBI bulan Juli 2013 dengan tema bacaan Anak anak.

6 komentar:

  1. belum pernah tahu kayaknya buku ini paas sekolah so..... #ilangsinyal #eh

    BalasHapus
  2. aku juga dulu nggak baca serial Noniii...mungkin karna lebih beken di semarang dan nggak beken di bandung ya? hihihihi.....sepertinya sih seru ya, petualangan si anak tomboy :)

    BalasHapus
  3. saya membaca sebagian seri Noni saat saya belajar membaca dulu :D, sampai sekarang saya masih menyimpan setidaknya 7 judul termasuk seri pertama yang saya kumpulkan dari kakak-kakak saya...

    BalasHapus
  4. Gw tau gw tau.....buku ini yg jd inspirasi gw jaman sd kelas 5 dulu. Jd inspirasi tuh hehhehe

    BalasHapus
  5. gw tau krn oom gw temen bung smas, jadi selalu di supply buku novel2 nya bung smas apalagi yg baru terbit

    BalasHapus
  6. Di mana says bisa dapatkan buku buku ini ya. Cerita yg tidak bisa says lupakan

    BalasHapus