Senin, 23 September 2013

Wonder by R. J. Palacio




Paperback, 430 pages
Published September 2012 by Atria
Rating 5/5

Orangtua mana yang berharap anaknya terlahir buruk rupa? Orangtua mana yang berharap anaknya terlahir bersifat pecundang?

August Pullman,  10 tahun, mengidap penyakit Mandibulofacial Dysostosis, sebuah kondisi rumit yang membuat wajahnya tampak tak biasa. Di usianya yang ke-10 ini, Orangtuanya mengharapkan Auggie masuk ke sekolah umum biasa. Auggie yang selama ini bersekolah rumah dengan ibunya sebagai guru, harus memasuki dunia luar, dunia yang sudah pasti akan sulit ia hadapi dengan kondisi wajah yang ia miliki.

Beechery Prep adalah sekolah yang berada di lingkungan rumah Auggie. Sekolah dengan kepala sekolah dan guru guru yang baik hati. Sekolah yang menawarkan banyak hal baru, termasuk teman teman baru.  Sayangnya, hal terakhir itu tak mudah bagi Auggie untuk mendapatkannya. Dari sekian banyak murid,  hanya dua orang yang rela menatap wajahnya setiap saat. Itupun mereka tak luput dari bullying teman yang tak menyukai hadirnya 'anak aneh' ato 'anak berkebutuhan khusus', begitu Auggie biasa disebut. Jack dan Summer adalah sebagian kecil teman Auggie. Yang lainnya, bisa jadi adalah teman ' hei' Auggie.


Diceritakan menggunakan multiply point of view, dari pertama perasaan Auggie, ketakutan dan kekhawatirannya akan sekolah dan lingkungan barunya, befganti ganti dengan point of view Olivia atau Via, kakaknya, Jack, dan Summer, para sahabatnya, yang semuanya berpusar pada sosok Auggie. Olivia, sesayang apapun pada adiknya, tetap saja ia mengalami masa dimana satu waktu dia ingin hidup jauh dari bayang bayang memiliki adik seperti Auggie. Jack, mengalami perang batin antara berteman dengan si buruk rupa atau bergabung dengan kelompok populer. Sepertinya hanya Summer yang tak memiliki masalah dengan Auggie, hanya tak lagi banyak teman yang mau duduk bersamanya.

Sangat mengharukan sosok kedua orangtua Auggie yang sabar dan tak mengenal lelah memberi semangat pada putranya, saling kasih antara seluruh keluarga, hingga Daisy, si girlie dog pun mempunyai porsi perhatian yang sama. Kebanggaan dan rasa syukur tak lepas mereka ucapkan dengan kehadiran Auggie pada mereka. 


"Aku yang berterima kasih, Auggie," Mom menjawab pelan.
"Untuk apa?"
"Untuk semua yang sudah kauberikan pada kami," kata Mom. "Karena sudah hadir dalam kehidupan kami. Karena menjadi dirimu."
"Kau memang sebuah keajaiban, Auggie. Sebuah keajaiban. "


Banyak sekali sindiran, sentilan dan pelajaran yang bisa dipetik dari buku setebal 428 halaman ini. Sebagai seorang guru, saya sangat terinspirasi oleh sosok Mr. Browne, 

guru bahasa Inggris yang secara rutin setiap bulan, meminta para muridnya untuk menuliskan Pedoman= Aturan mengnai hal hal yang sangat penting. Pedoman ini adalah serupa dengan motto atau kutipan terkenal, atau pepatah atau aturan dasar apapun yang bisa memotivasi diri. Sebagai contoh, SAAT DIBERI PILIHAN ANTARA BERSIKAP BENAR DAN BERBAIK HATI, PILIH BERBAIK HATI. Akan sangat ideal, jika seorang murid memilih pepatah yang mereka anggap bisa memotivasi diri dan kemudian benar benar mereka aplikasikan dalam keseharian. Tak mudah mengajar anak akan suatu kebaikan yang datang dari diri mereka sendiri.   

Buku ini sangat tepat dibaca para orangtua, guru, pelajar dan siapa saja yang mempunyai masalah percaya diri akan penampilan. Quote dari sampul belakang buku ini tertulis Don’t judge a book a boy by its cover his cover. Berapa banyak kita mampu menduga wajah seseorang dengan sifatnya? Pesan sederhana ini disampaikan oleh penulisnya lewat sosok Auggie. Rasa syukur tak terhingga akan sebuah keharmonisan keluarga disampaikan dengan cukup mengharukan tanpa terlalu banyak meneteskan airmata haru.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar