Senin, 27 Januari 2014

#3 Manxmouse by Paul Gallico





Paperback, 227 pages
Published April 2011 by Media Klasik Fantasi
Penerjemah MAria Masniari Lubis
Rating 3,5/5

Sebelumnya saya agak pesimis dengan tulisan di sampul novel ini dengan embel embel 'Buku favorite J. K. Rowling' karena sebelumnya saya membaca The Wizard of Earthsea yang katanya 'Mengilhami cerita Harry Potter dan Eragon yang ternyata gagal saya nikmati :-[

Kisah bermula dari kesalahan seorang perajin keramik yang membuat patung keramik tikus di saat dirinya mabuk berat. Meski tidak dalam kondisi sober, sang perajin keramik menciptakan keramik tikusnya dengan perasaan cinta mendalam. Namun sayangnya, ketika ia sadar keesokan harinya,  keramik tikus itu terlihat aneh: berwarna biru di sekujur tubuhnya, kaki depan yang menyerupai kanguru, tanpa ekor dan bertelinga kelinci.

Tanpa disadari sang perajin, di tikus yang kemudian menyadari dirinya adalah Manxmouse, melakukan perjalanan meninggalkan sang perajin.  Perjalanan ini diawali dengan pertemuannya dengan clutterbumph. Makhluk ini bisa menjelma apa saja tergantung ketakutan yang dimiliki seseorang. Umumnya, tikus takut dengan kucing, tapi Manxmouse tidak mengenal perasaan takut itu.


"... karena seperti yang sudah dia katakan kepada Clutterbumph, dia belum terlalu lama berada disini. Dan sebenarnya,  tidak ada orang yang pernah terlahir dengan ketakutan atau kekhawatiran terhadap sesuatu ". (Hal. 27)

Berikutnya ia bertemu dengan banyak orang yang rata rata menyukai Manxmouse.  Sebut saja keluarga kucing, kaptdn pilot Hawk, membantu menyembuhkan kegugupan Nellyphant, mendapat nama panjang Harrison G Manxmouse dari Wendy si gadis kecil, hingga bertemu dengan penjual binatang yang tamak. Dari sekian pertemuan itu tak sedikit dari mereka ingin memangsa Manxmouse.  Tapi mereka selalu mengatakan bahwa Manxmouse adalah milik Kucing Manx. Perjalanan panjang tikus tak berekor ini nantinya berakhir dengan pertemuannya dengan kucing Manx.

Well, sebenarnya saya sangaat jarang membaca novel dengan genre fabel. Apalagi fabel yang bercampur dengan manusia. Saya terus memikirkan bagaimana mungkin orang orang tidak merasa takjub bertemu dan berbincang dengan tikus yang bisa bicara? Tapi kemudian saya kembali mengingatkan diri sendiri bahwa ini adalah kisah fabel fantasy dimana saya tak perlu berpikir antara mungkin dan tidak mungkin.  Setting kisah ini berada di kota kota di London lengkap dengan kehidupan sehari hari mereka,  tempat tempat wisata (Museum Madam Tusseud), hinga kebiasaan Englishmen memakai topi bowler ketika bepergian dan acara minum teh. Beberapa binatang disini juga disebutkan mempunyai karakter yang mirip manusia: harimau Burra Khan yang meski terlihat garang, tapi ternyata sangat penakut, Nellyphant yang berbadan besar tapi takut pada seekor tikus,  unggas Manx yang angkuh karena merasa dirinya cantik, dan lainnya. Begitu juga dengan ketamakan penjual hewan yang menginginkan keuntungan berlipat lipat dengan berbuat curang. Perjalanan Manxmouse benar benar membuat nya membuka mata akan apa yang ia alami dan rasakan. Perasaan takut yang  tak pernah ia ketahui rasanya sebelumnya, perlahan mulai ia rasakan ketika nantinya ia bertemu dengan Kucing Manx.

Dan apakah saya menikmati  novel dengan kata2 favorite J. K. Rowling ini? Ternyata saya cukup menikmati. Saya juga merasakan ketegangan ketika perjalanan tikus Manx bertemu dengan Kucing Manx. This novel really gives , e insights of how to conquer fright. Fright is actually something you create, you were not born with fright and worries. Nampaknya saya juga jatuh hati dengan ! Manxmouse,  seperti yang lainnya.

PS.
Posting ini saya sertakan untuk posting barengBBI bulan January kategori Fabel.

7 komentar:

  1. Hahaha banyak banget yang suka memanfaatkan nama Rowling dan Harpot ya sejak kesuksesannya XD aku dari dulu agak penasaran sama buku ini tapi belum sempet baca sampai skrg...boleh juga buat wishlist :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... Iya kayaknya ya. J. K. Rowling jaminan mutu bener dah :)

      Hapus
  2. Kayanya Clutterbumph itu cikal-bakal Boggart di HarPot ya, atau sudah ada legenda lain sebelumnya ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mungkin ya, ada legenda ato sebutan lain utk semacam Boggart ato clutterbumph...

      Hapus
  3. masih di timbunan nih. dulu beli malah ga ngeh kalo ada embel2 J. K. Rowling, tertariknya karena fabel *salah satu penyuka fabel* he...

    BalasHapus
  4. Hahaha... aku dapat minjem ini juga bukan karena nama Rowling, tapi karena review di blog :D

    BalasHapus
  5. kasian ya nama besar penulis selalu 'dimanfaatkan' x)

    @lucktygs
    http://luckty.wordpress.com/2014/01/30/review-the-frog-princess/

    BalasHapus