Selasa, 04 Maret 2014

#9 A Dash of Magic by Kathryn Littlewood




Paperback 300 pages
Published by Mizan Fantasi  2013
Penerjemah: Sujatrini Liza
Rating: 3,5/5

Tak butuh waktu lama untuk saya melanjutkan kisah keluarga Bliss dengan toko roti ajaibnya.
Tak butuh waktu lama juga buat saya menamatkan kisah seru ini.

Rosemary, si anak kedua dari keluarga Bliss masih terus menyesali apa yang terjadi setelah Cookery Booke hilang. Tak habis habis ia menyalahkan dirinya sendiri dengan hilangnya warisan keluarga yang sudah berabad abad turun temurun di keluarganya. Penyesalannya semakin menjadi melihat orang orang di kotanya, Calamity Falls berangsur angsur tak bersemangat. Apalagi dengan kepopuleran bibi Lily yang telah berhasil membawa kabur Cookery Booke keluarganya. Lily berhasil dengan program memasaknya di TV, belum lagi ia juga menciptakan tepung sihir Lily yang diperjualbelikan bebas, bahkan tanpa ijin BPOM. Dan laris. Semua orang. Seluruh negeri memuja Lily.

Sesuatu harus dilakukan untuk menghentikan Lily.

Rose dan Ty, sang kakak, menyamar sebagai tamu di program memasak Lily di TV. Dengan berani, Rose menantang Lily untuk berlaga di sebuah kontes bergengsi dunia di Prancis, Gala des Gateaux Grands ke 78. Tantangan Rose diterima. Rose pun kebingungan. Tak ada buku memasak sihirnya. Ia masih 12 tahun, tak mungkin mengalahkan Lily yang demikian percaya diri, dan tentu saja, Lily mempunyai Cookery Booke yang ia curi itu. Karena buku ini masuk kategori anak anak, sudah bisa ditebak siapa bakal memenangkan kompetisi :D . Si pemenang yang nantinya berhak mendapatkan Cookery Booke legendaris.


Ada beberapa review yang mengatakan buku kedua ini masih dibawah standar buku pertamanya, Bliss. Tapi menurut saya kebalikannya. Saya lebih sangat menikmati buku ini. Kekeluargaan sangat kental disini. Saling mendukung satu sama lain antara orangtua dan anak, plus kakek buyut dari kakek buyutnya. Duh, berapa tuh usia si buyut ya? Hahaha...

Di buku pertama, kita disuguhi dengan banyak resep ajaib yang bekerja secara ajaib pula, menyelamatkan kota kecil dimana Rose dan keluarganya tinggal. Disini, resep sihir keluarga Bliss kembali hadir berkat bantuan si kakek kakek buyut, Balthazar. Sedikit aneh memang dengan keikutsertaan Rose di perlombaan memasak tingkat Internasional ini hanya dengan tantangan yang dilakukan di depan kamera. Di kontes ini, 10 peserta mewakili negaranya tampil. Tentu saja dengan saringan ketat sebelum akhirnya maju ke kontes masak dunia ini. Tapi Rose tidak. Ketrampilan memasaknya pun masih terbilang grutal gratul untuk menentukan takaran dan waktu memasak yang tepat. Untunglah keluarga Bliss selalu berada disamping Rose yang berkali kali hilang rasa percaya dirinya.

Masalah rasa percaya diri ini yang terkadang membuat saya geregetan setengah mati. Rose memiliki Ty yang setia, meski terlalu narsis di depan cewek2 Prancis dan depan kamera. Rose juga memiliki kakek kakek buyut yang bersedia menerjemahkan resep dari Cookery Booke berbahasa asli, Meksiko. Dia juga memiliki bahan bahan ajaib di botol2 mason milik kakek kakek buyutnya. Dia juga memiliki tikus mata mata yang cerdik. Dan tentu saja kepercayaan penuh dari orangtuanya. Tapi itu ternyata tidak cukup untuk Rose. Dia butuh mendapatkan buku resep sihirnya secara cepat tanpa melalui kontes masak yang mendebarkan. Mencuri, itulah yang ingin dilakukan Rose. Duuhhh... Nak Rose. Kenapa kau mengabaikan semua dukungan yang sudah dari awal kau dapatkan? Untunglah, kekompakan keluarga menjadi lebih kental di buku ini. Kemampuan humor Littlewood juga meningkat, IMHO sih. Review ini saya tutup dengan satu ucapan Rose hampir di penghujung kisah:

“Yah, kau harus terus melakukannya, sekalipun setelah mengalami kegagalan. Tetapi melakukannya akan lebih mudah jika kau memiliki keluarga yang percaya padamu.” (hal. 280)
                                                              

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar