Kamis, 27 Maret 2014

#12 The Reader (Sang Juru Baca) by Bernhard Schlink




Paperback 227 pages
Penerjemah: Fransisca Paula Imelda Alexandria Tobing
Published 2912 by PT Elex Media Komputindo
Judul Asli: Der Vorleser
Rating:  4/5

Terus terang, sedikit sulit memulai menulis review buku ini. Sebelumnya, saya sudah menonton filmnya, entah tahun berapa. Di awal film, ada banyaaakkk adegan syur yang dilakukan Kate Winslet yang berperan sebagai Hanna Schmitz dengan pemuda berusia 15-16 tahun, Michael Berg. Meski di film ada banyak adegan uhuknya, saya yakin,buku yang masuk dalam diskusi Oprah Winfrey akan jauh dari kesan buku kipas.

Buku ini seluruhnya diceritakan dari PoV Berg secara kilas balik. Uniknya, saya tidak terlalu menemukan Berg untuk waktu sekarang dalam novel. Seluruh kisah dari awal mula bertemu dengan Hanna, berhubungan dengannya, hingga berpisah serta praduga yang selama belasan tahun disimpan rapi dalam pikiran Berg, sangat runtut diceritakan. Bisa dikatakan, novel ini 75 persen adalah kisah, keluh kesah, kecemasan, dan ketakutan Berg yang banyak dikisahkan secara narasi. Minim dialog hingga terkadang membuat saya tertidur. Duh... Untungnya, pemenggalan antara bab satu dengan berikutnya tidak terlalu banyak hingga membantu saya bertahan ketika membaca.

Michael Berg adalah remaja sakit sakitan sebelum bertemu dengan Hanna. Hanna membuatnya lebih kuat, sehat dan pintar bergaul dengan lawan jenis. Bisa dibayangkan, di tahun2 1940an, Jerman masih agak kolot dengan pemisahan murid pria dan wanita di sekolah. Hanna, wanita matang usia 36 tahun, entah mengapa, mendaratkan hasrat biologisnya pada Berg yang belia. Hubungan mereka semakin dekat dengan seringnya Berg yang sering dipanggil Jungchen oleh Hanna, berkunjung ke apartemennya. Belakangan, mereka tidak hanya bercinta dan bercinta saja, tapi juga mendiskusikan buku, setelah Berg membaca dan Hanna menyimak dengan tekun. Berg tak pernah curiga mengapa Hanna memilih mendengarkan buku dibanding membacanya sendiri. Rahasia ini menjadi rahasia seumur hidup Hanna dengan mengorbankan dirinya berbelas tahun di penjara.


Kehidupan Berg mulai berubah setelah Hanna tiba tiba pergi meninggalkannya. Bertahun kemudian, Berg kembali berjumpa dengannya di pengadilan, dengan Hanna sebagai terdakwa. Selama menghilang, Hanna menjadi penjaga di kamp konsentrasi yang terkenal biadab. Segala tuduhan ia iyakan meski Berg tahu Hanna tidak mungkin melakukan hal itu. 18 tahun penjara adalah ganjaran yang harus diterima Hanna. Berg tak berdaya membantu.

Membaca buku ini cukup melelahkan buat saya dengan lembaran lembaran narasi. Saya beruntung membaca edisi terjemahan karena saya tak yakin bakal selesai membaca versi aslinya. Selama membaca, sosok Hanna sangat tepat digambarkan oleh Kate Winslet yang cantik dan tegas. Berg muda juga cukup terwakili dengan sosok pirang dan sangat Jerman di film. Tapi tidak dengan Berg tua yang diperankan oleh Ralph Fiennes. Tak ada wajah dan logat Jerman di dirinya. Imho sih. Oya, saya sempat mogok membaca di halaman2 ketika Berg mulai getol menghadiri persidangan dengan dugaan ini itunya. Duh....

Sekedar spoiler, saya menunggu adegan mengharukan ketika Hanna mulai diketahui buta huruf dan belajar membaca dari kaset kiriman Berg dari buku buku yang ia baca. Menurut saya, ini adalah adegan epik yang mungkin akan diambil dari PoV Hanna. Ternyata saya tak kunjung menemukan scene ini. K-e-c-e-w-a. Hingga di akhir kisah, tetap saja Berg yang bercerita. Tapi tetap saja, airmata saya tak terbendung di lima lembar terakhir buku ini. Saya cukup bersyukur karena saya lupa ending di filmnya jadi saya tetap sangat menikmati buku ini, dari awal, hingga mogok dan berurai airmata. :D

Postingan ini saya sertakan di posting bareng BBI bulan Maret untuk Oprah's Books.

Trailer film The Reader yang rilis tahun 2008. Di film ini, Kate Winslet meraih Best Actress di ajang bergengsi Academy Award, dan film ini juga mendapatkan banyak nominasi lainnya.

24 komentar:

  1. aku pengen baca deh.. pinjem mbak hehhehe...

    BalasHapus
  2. aku pengen baca mbak.. pinjem dunkkk :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dion n Fadhila: boleehhhh... Silakan antri satu sama lain ya. Ndak boleh rebutan :p

      Mb. Threez: aku shock pertama liat filmnya hahaha....

      Hapus
  3. Aku suka buku ini, pertama baca waktu rilis, malahan blm pernah nonton filmnya :(
    Memang agak datar di awal-awal, malah kesannya melompat-lompat, tapi mendekati ending, terutama waktu si bocah sdh dewasa, duh menyentuh pas mendekati ending ...meski semacam antiklimaks begitu.

    BalasHapus
  4. Ternyata saya tak kunjung menemukan scene ini. K-e-c-e-w-a.

    haduuuh sampai sebegitunya ya mbak, hehehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nganuu... Terbawa lebay baca puisi hihihi...

      Hapus
  5. Hahaha... Aku suka bagian awalnya, mulai hang di tengah en antiklimaks di bagian akhir. Bikin berkaca kaca endingnya :')

    BalasHapus
  6. Baru nonton filmnya, bukunya baru ditimbun *plak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, untung ada event baca bareng Oprah's book, kalo ga ya bakal ketimbun :))

      Hapus
  7. Saya juga lebih suka filmnya. Setidaknya di film itu bisa tergambar sedikit dari POV Hanna.

    BalasHapus
  8. huahh.. jadi penasaran pengen baca bukunya dan juga nonton filmnya.. >,<

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ebook en filmnya kan tinggal donlot, Chei #ups....

      Hapus
    2. maaf mas boleh minta alamaat eboooknya ngak?? terimakash

      Hapus
  9. aku pernah nonton filmnya tapi belum baca bukunya. filmnya cukup ok sih ya meskipun banyak adegan uhuk uhuk. kebayang neh kalo aku ketemu brondong 17 tahun gimana ya? wkwkwk btw sama, buku yg kubaca juga full narasi..

    BalasHapus
  10. aigoooo, tenryata filmnya sudah tahun 2008 saja, kiran baru tahun lalu atau tahun sebelum lalu #timbunanfilmtidakkalahbanyakdaritimbunanbuku

    BalasHapus
  11. Lho, memangnya yang jadi Berg tua si Ralph Fiennes yach? *langsung terbayang wajah gundul, tanpa hidung dan pupil merah darah* #eh

    BalasHapus
  12. pilmnya ngebosenin ngga ya? aku lelet banget baca bukunyaaaa

    BalasHapus
  13. teman-teman,, boleh mnta filmnya gak? dan minta file novelnya dalam bahasa indonesia,, saya butuh banget untuk penelitian skripsi saya.. terimakasihh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, maaf ya, ebook dalam bahasa indonesia ga punya. Coba cari aja di google books siapa tersedia dalam bentuk ebook dan bahasa indonesia. Filmnya mah, tinggal googling aja, sudah banyaakkk.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus