Kamis, 10 Juli 2014

#24 Sang Putri dan Si Miskin by Kate Brian




Judul asli: The Princess and The Pauper
Paperback 268 pages
Published Juni 2004 by Gramedia Pustaka Utama
Alih bahasa: J. E. Retno Dwiastuti
Rating: 3/5

Apakah kau bisa memilih, terlahir sebagai putri kaya atau sebagai putri miskin? Saya rasa tidak.

 Carina, terlahir sebagai putri raja kerajaan Vineland, Julia Johnson, sebaliknya, terlahir sebagai putri dari orangtua tunggal yang setiap saat dikejar kejar tagihan apartemen. Carina, sepanjang hidupnya bermimpi menjadi gadis biasa, tanpa dikekang aturan istana, Julia, bermimpi uang tidak lagi menjadi masalah bagi ia dan ibunya. 

Kehidupan mereka mulai berubah ketika mereka bertemu di sekolah Rosewood, tempat nenek Carina dulu bersekolah, dan tempat Julia bersekolah. Wajah mereka yang tidak disangka sangat mirip menjadi ide besar Ingrid, saudara Carina, untuk menyulap Julia sebagai Carina hingga ia bisa mencicipi kebebasan menjadi gadis biasa yang ngebet ingin bertemu dengan bintang rock idolanya. Dengan kesepakatan antara keduanya, jadilah pertukaran ini demi uang ddan kebebasan.


Sayangnya, tentu saja, rencana ini sebagian berjalan mulus, namun berakhir kacau. Tentu saja banyak hal tak terduga yang diluar rencana mereka. Si bintang rock yang ternyata tidak seromantis yang dibayangkan, dan cowok istana yang mencuri hati Julia. Belum lagi pesta kerajaan yang tidak bisa dihindari Julia yang nantinya akan mempertemukannya dengan sang Raja dan Ratu...

Membaca teenlit ini mengingatkan saya pada cerita putri berseri milik Meg Cabot. Jika Meg mencampur ide putri-putrian ini dengan isu lingkungan hidup, saya merasa putri Carina ini hanya berkutat pada kisah hidupnya yang nestapa di dalam istana. Sedikit menyebalkan dengan ide memberontaknya yang tanpa persiapan yang memadai. Jika ia jatuh di tangan penyanyi rock brengsek yang hobi tidur dengan para penggemar wanitanya, apa yang bisa ia lakukan? Jika ia tidak bertemu dengan Glenn yang baik hati, apa ia punya ide cerdik untuk segera menyelamatkan Julia yang tengah setengah mati menyamar menjadi dirinya? Julia, sebaliknya cukup berhasil menjadi Carina, lengkap dengan aksen Vineland, pengetahuan seputar kerajaan yang ia dapat secara instan, kecuali perasaannya terhadap Markus, tunangan Carina. Keinginannya membantu ibunya mencari tambahan uang demi apartemen yang mereka tinggali menjadikannya lebih 'heroik' dibanding sang putri. Well, paling tidak akhir yang manis menjadikan novel ini recommended bagi pembaca remaja yang pernah sukaaa dengan dunia barbie :D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar