Senin, 17 November 2014

#38 Double Act by Jacqueline Wilson


Paperback 207 pages
Published April 2009 by Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah Poppy D. Chusfani
Rating 3/5

Siapa yang pernah ingin punya kembaran? Baca ini deh, biar tau rasa enak dan ngga enaknya mempunyai kembar :D

Ruby dan Garnet Baker adalah kembar identik usia 11 tahun. Mereka tinggal bersama ayah dan nenek mereka.  Sejak lahir, Ruby yang lahir lebih dulu beberapa menit, selalu menjadi yang terkuat, baik dari sifat, gaya ngomong, hingga daya imajinasi. Sebaliknya Garnet, sering pasrah menerima apapun kata Ruby. Dalam buku yang ditulis dalam format diary dan ditulis mereka berdua,  Ruby j6ga lebih banyak ngoceh. Tiap kali ganti penulis, tulisan berubah menjadi huruf italic.

Kehidupan mereka mulai terusik dengan kedatangan Rose,  pacar ayah mereka. Rose ini digambarkan cukup tidak menyenangkan oleh Ruby. Garnet lebih jujur mengungkapkan beberapa kebaikan  Rose (tulisan Garnet ini membuat Ruby marah2) :D . Singkat cerita, si kembar yang memiliki impian menjadi artis ini harus pindah ke rumah baru, di desa, dengan lingkungan yang dianggap kumuh (oleh-kau-tau-siapa) dan teman2 yang menyebalkan. Peluang menjadi artis ini terbuka ketika di surat kabar tertera lowongan anak kembar untuk bermain sebagai kembar untuk film Si Kembar dari St. Claire. Tapiiii.... lokasi audisi ada di London, jauh dari tempat tinggal mereka,  si ayah tak mengizinkan.  Si kembar harus memutar otak.


Membaca Double Act mengingatkan saya akan bacaan masa kecil macam Lima Sekawan.  Meski berbeda genre, tetap saja asik mengikuti tindak tanduk Ruby yang berangasan dan Garnet yang lembut. Ruby yang tomboy ini seperti George di Famous Five, dan Garnet yang mirip Anne. Meski agak jengkel dengan Ruby yang seenaknya, tetap saja dia loveable in different way. Mengingatkan saya juga bahwa kakak biasa punya kuasa terhadap adik meski suatu kali tetap saja kita harus keluar dari bayang-bayang si kakak. Saya ingat sekali, saya menyukai apa yang dibaca dan didengarkan kakak-kakak saya hingga saya menemukan favorit saya sendiri. Si ibu tiri, Rose,  juga bukan ibu tiri yang kejam. Ibu saya, kandung, terkadang galak sekali pada saya hingga menimbulkan keinginan untuk minggat, mirip si kembar hahaha… kayak minggat itu menyelsaikan masalah saja :D Semua tokoh disini menyenangkan.  Tapi yang paling menyenangkan dan mirip dengan saya dan teman2 blog saya adalah Mr. Baker dengan kecintaannya dengan buku, Simak saja:

Dia terus dan terus saja membeli buku--bukan hanya buku baru, tapi bertumpuk-tumpuk buku tua berdebu dari bursa buku bekas dan lelang took-toko obral. Kami sudah kehabisan rak. Kami bahkan kehabisan lantai. Kami punya bertumpuk-tumpuk buku di tiap ruangan dank au harus berjalan zig-zag dengan hati-hati melewatinya jika tak mau mengakibatkan gempa buku. Jika kau diserang oleh lima puliuh atau seratus buku bersampul keras maka kau akan tahu hal ini harus dihindarisebisa mungkin….


Ring a bell akan siapa yang dimaksud? Saya sendiri? Ahhh… belum separah itu kok :D 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar