Selasa, 19 Januari 2016

Kimi No Hitomi ni Hikari by Zachira


Ebook from Ijak 280 pages
Published by Grasindo Agustus 25, 2014
Rating 3/5

Membaca ini mengingatkan saya pada awal mengenal tulisan Ilana Tan bertahun yang lalu. Saya yang waktu itu tergila-gila dengan Korean drama, serasa ikut belajar bahasa negeri ginseng itu dengan banyaknya kalimat, phrasa ataupun ekspresi yang saya sering dengar ketika menonton Korean drama. Sebagai tambahan, saya waktu itu hanya membaca novel bernuansa Korea dari Ilana Tan saja, jadi saya tidak bisa membandingkan antara novel dengan cita rasa Korea dengan novel yang memang ditulis oleh penulis Korea.

Dan......celakanya saya membaca novel ini jauh setelah saya bosan dengan drama Korea dan eksposure tentang Jepang sedang memborbardir diri saya #tsaaaahhh.... Jadi yah, mau tak mau saya membandingkan antara novel dengan cita rasa Jepang yang ditulis oleh penulis lokal dengan novel dengan penulis Jepang. Dan celakanya lagi, ada beberapa novel Jepang dan komik yang sudah saya baca.

Meski saya sangat hepi menemukan novel ini di Ijak, berarti saya numpang baca gratisan, dan hepi saya berlanjut dengan banyaknya kalimat, phrasa dan ekspresi--persis sama dengan novel Ilana Tan dengan rasa Korea itu, karena saya jadi bisa ikut belajar bahasa Jepang secara tidak langsung. Hahaha...

Tapi..... Saya jadi berpikir, novel-novel Jepang yang saya baca, ngga gitu banyak kok campur aduk bahasanya, meski terjemahan. Hanya beberapa istilah atau ekspresi khusus yang dimiliki oleh budaya Jepang, seperti ucapan pulang dan selamat datang (“Tadaema” dan “Okaeri”). Jadi, novel ini berasa Jepangnya hanya di campuran bahasanya, dan beberapa tempat yang disebutkan di novel. Selebihnya, saya berasa sedang menonton drama Korea...

Hahahahahaha.... Meski sudah pensiun lama ngga nonton, saya masih ingat saja unsur-unsur yang sering ada di drama-drama Korea.

Cewek baik hati namun rapuh, cowok sinis tapi jatuh cinta setengah mati dengan si cewek rapuh, cowok lain yang ngga kalah keren yang juga menjatuhkan cintanya pada orang yang sama, cewek lain, yang cantik luar biasa, anggun namun tak berdaya dengan kisah cintanya, kalah dengan si cewek rapuh. Familiar dengan plot begini? Ngga keitung saya nonton drama Korea yang begini ini.

Emmmm... Saya cerita dikit deh ya tentang cerita di novel hihihi... Jadi babbling ngga jelas ni review.

Rika Sawaguchi, cewek buta yang beruntung karena ada seorang dermawan yang membantunya membiayai operasi matanya. Dia adalah Tetsuji, yang belakangan diketahui sebagai bassist sebuah band terkenal. Dia kenal Rika ketika Rika masih buta, dan terus menjadi teman ngobrolnya di telpon, hingga mereka dekat... Kedekatan mereka buyar ketika suatu hari Haru, teman band Tetsuji, mengangkat telpon Rika. Entah daya tarik macam apa, hingga akhirnya Haru menggantikan Tetsuji dengan mengaku nama yang sama (ehya, kebetulan, mereka berdua mempunyai warna suara yang hampir mirip). Lama berselang, setelah Rika sembuh, dan akhirnya bertemu dengan Haru, cinta pun bersemi. Tetsuji pun hanya tinggal pasrah dan gigit jari.

Dari awal pun, meski kisah beberapa kali flashback, saya sudah menduga akhirnya. Untuk kisah romens macem gini, biasanya yang jadi penting pingin tau adalah ni main character-nya bakal jadian sama siapa ya? Hahaha... Kalo di drama, biasanya, meski saya bosan dengan plot begini meski dengan background yang berbeda, saya melihat dari segi akting si aktor/ aktris. Tampang cakep sih bonus, tapi kalo akting payah, rasanya mau saya banting ni laptop, eh, tapi sayang laptopnyaaaa... Apalagi kisahnya dipanjang-panjangkan hingga mencapai berbelas seri. Duh, malah bahas drakor lagi. Selama membaca novel ini, saya banyak skip-skip juga, karena ya itu sudah bisa menebak ceritanya. Saya justru suka melihat catatan kakinya dengan terjemahan bahasa Jepang yang tersebar di hampir setiap halaman. Bayangkan, jumlah halaman novel ini ada 280, plus catatan penulis dan bla bla blanya. Kalo ngga salah, ada sekitar 100 kalimat, atau phrasa dalam bahasa Jepang. Ckckckck.... Murah hati sekali ya hingga saya merasa kursus bahasa Jepang gratis tanpa aplikasi khusus pula di gadget wkwkwkwk...

Overall, meski cukup ngomel selama membaca novel ini, saya cukup menikmati kok gaya penulis menceritakan kisahnya, cukup rapi dan tertata, meski cita rasa Jepangnya masih kurang dengan tidak adanya adegan sa.......errrr....disnya huakakaka.... #emotbekepmulut

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar