-->

Kisah-kisah Kucing by James Herriot

 

Sampul ebook terbitan Gramedia


Judul asli: Cat Stories
Ebook: 200 pages

Published August 19, 2019 by Gramedia Pustaka Utama

Rating 4/5

Kucing-kucing selalu ada di rumah saya sejak saya kecil. Meski bukan saya pribadi yang mengurus mereka, tapi mereka selalu saja ada di rumah saya, menetap, beranak pinak, mati, dan muncul lagi kucing-kucing lainnya. Itulah kenapa saya langsung melanjutkan buku dokter hewan yang menyenangkan ini setelah selsai membaca Andai Mereka Bisa Bicara.

Seperti saya, kucing juga adalah binatang kesayangan James Herriot, selain anjing. Saat ini saya sedang pelan-pelan membaca Dog Stories, dan beliau menjelaskan bagaimana ia begitu ingin menjadi dokter hewan. Rasa kasih sayangnya pada binatang kecil ini adalah pemicu utama untuknya menjadi dokter hewan. Sayang, di awal karirnya, beliau justru menjadi dokter untuk hewan-hewan besar seperti kuda, sapi, kambing, domba, dan babi.

“Aku sering berpikir tentang banyaknya hal ganjil yang oranng-orang pikirkan tentang kucing. Kucing adalah makhluk egois yang menggunakan kasih sayangnya hanya untuk keadaan yang menguntungkan mereka dan mereka tidak mampu merasakan cinta murni seperti anjing.” (Cat stories, hal:13)

Hmmm... kalo dipikir-pikir emang saya berpikir demikian sih. Saya cukup jarang melihat/ memiliki kucing yang begitu setia hingga menunjukkan kasih sayangny pada tuannya. Kalau pun ada, itu hanya kucing yang ada di media sosial hahahaha... Tapi dokter Herriot sama sekali tidak setuju dengan pandangan orang-orang tersebut. Dan kisah-kisah kucing di buku ini rasanya terlalu absurd buat saya meski nyata. Yang jelas, menguras emosi hingga saya butuh beberapa kali mengusap airmata. Hiks....

Ada 10 kisah kucing di buku ini dengan karakter yang berbeda-beda. Tidak hanya kucing-kucing para klien dokter Herriot tapi juga kucing yang tinggal di seputar rumah dokter Herriot.

Alfred, Si Kucing Toko Permen

Buku ini dibuka dengan kisah Alfred, kucing yang seperti simbol bagi toko permen keayangan banyak orang, termasuk dokter Herriot. Gaya melayani si pemilik toko permen ini sangat unik, hingga pemandangan kucing yang hadir di dekat mesin kasir itu menjadi sattu kesatuan yang alami. Ketika Alfred, seolah toko permen yang semula ceria itu pun berubah mejadi mendung yang mempengaruhi para pembeli juga. Aaahh... begitu dahsyat peran seekor kucing bagi toko permen ini.

Oscar, si Kucing Sosialita

Siapa sangka, ada kucing yang menyukai keramaian hingga ia dikenal oleh banyak orang? Oscar hadir di rumah dokter Herriot terluka parah. Sebagai dokter hewan, tentu saja dokter Herriot tak ingin melihat kucing ini mati. Dan ia hidup! Tapi satu kali ia menghilang, dan ditemukan orang dan dikembalikan ke rumahnya. Tak disangka, kucing yang kemudian diberi nama Oscar ini kembali hilang. Kejadian yang sama pun berulang hingga si pemilik asli Oscar datang, dan membawanya pergi. Disini saya pun merasa kehilangan, perasaan sedih yang dirasakan Mrs. Herriot juga saya rasakan. Bagaimana rasanya berpisah dengan kucing yang begitu disayang dan dirawat sekian waktu?

Di rumah saya, dulu, pernah ada satu kucing yang brgitu disayang seluruh keluarga saya, dan kucing ini jenis kucing yang sangat manis, penurut dan cukup jarang kelayapan. Tapi suatu hari ia menghilang. Seluruh keluarga saya panik. Keponakan saya menyempatkan diri mencari di kampung-kampung, hingga akhirnya kami pasrah. Satu pagi, saya menemukan ia tergeletak di ruang jemuran samping rumah, kaku. Saya sempat kehilangan suara ketika menemukan kucing tersebut. Yang bisa saya lakukan hanya berteriak histeris bahwa si kucing ada di rumah, tapi terlihat kaku. Keponakan saya dan adik saya terlihat menahan tangis ketika ia dikuburkan.

Bagaimana? Apakah kalian merasakan keinginan untuk tahu akhir dari cerita saya tadi, apakah berakhir melegakan atau menyedihkan? Nah, itu pula yang saya rasakan sepanjang membaca buku ini. Saya ngga pengen ada cerita sedih di penghujung satu cerita. 

Boris dan Kucing-kucing Mrs. Bond

Saya sempat melihat satu tweet yang lewat di timeline saya, yang menyatakan kesedihannya karena kucing bukan termasuk salah satu hewan yang masuk surga. Perlu diketahui, ada beberapa hewan yang diakui dan dinyatakan akan masuk surga, seperti anjingnya Ashhabul Kahfi, ikan yang menelan nabi Yunus, kambing yang menggantikan Nabi Ismail, semut yang membantu Nabi Sulaiman, unta betina yang dihidupkan Nabi Saleh, burung hud-hud dalam kisah Nabi Sulaiman, dan beberapa hewan lain, tanpa menyebutkan kucing sebagai salah satu hewan yang masuk surga. Tapi kemudian ada satu tweet balasan yang menyatakan, kucing bisa membuatmu masuk surga. Nyeeesss... rasanya membaca ini.

Dan Mrs. Bond pasti adalah salah satunya. Setelah pensiun, ia dan suaminya membeli sebuah rumah dan mendedikasikan hidupnya untuk kucing-kucing. Ia mengangkat kucing yang datang ke rumahnya, memanggil dokter hewan jika salah satu di antara mereka ada yang sakit atau terluka. Salah satu kucing itu bernama Boris, jenis kucing liar yang tak bisa tinggal di dalam rumah, dan bahkan dokter Herriot percaya ada darah puma yang mengalir dalam dirinya. Sebuah kisah seru yang membuat saya tertawa ngakak di bagian ini.

Jika saja segala luka-luka yang diakibatkan pekerjaan saat itu sudah ada asuransi atau periksa dan berobat gratis seperti BPJS, saya yakin dokter Herriot akan selalu menjadi pasien tetap :D

Olly dan Ginny, Kucing yang Datang untuk Menetap

Ada beberapa bab khusus untuk mereka berdua, karena dua kucing ini secara tidak langsung adalah kucing peliharaan suami istri Herriot. Kenapa tidak langsung? Karena keduanya adalah jenis kucing liar yang menolak tinggal di dalam rumah. Mereka berdua tinggal di gudang dekat rumah dokter hewan ini, dan tiap hari mendapat makan dari Nyonya Herriot. Hubungan mereka cukup rumit ketika mereka sakit, ketika dokter memutuskan mereka harus dikebiri, hingga salah satu dari mereka terlihat sangat gondrong yang membuat suami istri Herriot ini gatal ingin memangkas rambutnya. Yang menjadi masalah adalah mereka menolak berdekatan dengan manusia. Bagi mereka, manusia adalah makhluk yang harus dihindari, mungkin. Pandangan benci sering ditujukan pada dokter Herriot karena mereka menganggap dokter ini telah melakukan kekerasan pada mereka hahaha....

Ada 3 bab khusus membahas mereka berdua, yang terakhir membuat saya harus mengambil tisu...

Emily dan Pria Pengelana

Percaya atau tidak, kucing bisa menjadi teman setia bagi seseorang di masa-masa pensiunnya. Dia datang begitu saja, dan dokter Herriot menyatakan, “Dia mengadopsimu. Kucing-kucing selalu melakukannya. Dan itu adalah hari keberuntunganmu.” Jadi jangan salah ya, bukan kita yang mengadopsi kucing, melainkan si kucing lah yang melakukannya. Di antara sekian banyak orang, si kucing memilih kita. 

Moses Ditemukan di Semak-semak

Ada banyak cara untuk memiliki seekor kucing, jika ia tidak datang pada kita, kita yang menemukan di tempat yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Moses ditemukan dalam kondisi sekarat di cuaca dingin. Bagaimana cara paling alami untuk menyembuhkannya dari hawa dingin? Cukup masukkan ia ke dalam oven panas. Dalam waktu singkat ia akan merasa jauh lebih baik hahaha.... Saya juga baru tahu ada cara seperti ini di tahun 30an. Keluarga petani yang mengadopsinya sangat menyayangi Moses ini, begitupun keluarga hewan lain yang ada di tanah pertanian ini. Pernah melihat hewan A menyusu pada hewan B? Demikianlah si Moses ini. Hmm.. hewan memang tak mengenal perbedaan sih ya. Yang mereka tahu bahwa mereka butuh kasih sayang dan kehangatan. Sweet :D

Frisk Kucing dengan Banyak Nyawa

Siapapun percaya bahwa konon kucing memiliki 9 nyawa yang akan menyelematkan hidupnya berkali kali. Termasuk Frisk. Pemilik Frisk beberapa kali menemukan kucing kesayangannya ini kaku, tidur tanpa tanda penyakit yang jelas. Setelah satu suntikan, dia lincah kembali. Begitu terus hingga dokter Herriot menemukan penyebabnya, yang berhubungan dengan pemiliknya yang sudah sepuh dan sakit parah.

Ending bagian ini bikin meweekk.... Siapin hati dan ujung lengan baju buat lap airmata. Hubungan antara pemilik dan hewan piarannya sebegitu dekat dan menyentuh. Di jaman itu, belum ada istilah babu dan majikan ya? Sepertinya keduanya sama-sama saling membutuhkan kehadiran masing-masing. Bukan sebagai komoditi menaikkan gengsi apalagi pamor. Jaman sosial media begini memang terasa banyak yang hilang dari interaksi murni seperti Frisk dan pemiliknya.

Buster, si Kucing Penangkap

Saya pernah dengar bahwa hewan piaraan kita akan menunjukkan kasih sayangnya pada kita dengan ‘hadiah’ yang ia berikan pada kita. Hadiah itu bisa berupa apa saja yang ia temukan di luar, seperti burung, bungkusan entah isi apa, atau tikus! Mrs. Ainsworth termasuk beruntung mendapatkan hadiah yang begitu indah di malam Natal. Sebagai penyayang anjing, ia tak pernah memiliki kucing di dalam rumahnya, hingga Debbie muncul di rumahnya 3 kali seminggu. Debbie cukup menikmati keberadaan singkatnya di rumah Mrs. Ainsworth untuk memanjakan dirinya atau sedang menimbang sesuatu dalam pikirannya yang berhubungan dengan dirinya di masa mendatang. Dan itulah yang ia lakukan, memberikan sesuatu yang sangat berharga bagi dirinya untuk Mrs. Ainsworth yang murah hati.

Awwwwww.... akhir kisah ini sangat hangat hingga ada beberapa titik air menempel di mata :D

Dokter James Herriot, si pemegang surat ijin dokter hewan ini pernah sangat membenci mata pelajara yang berhubungan dengan ilmu-ilmu yang dibutuhkan di dunia kedokteran. Dokter ini sangat lihay dalam bahasa, hingga tak heran, buku-buku yang disusun demikian menarik dan menyentuh. Saya yakin, siapapun yang membaca buku karya beliau akan sangat terhibur dan akan mencari buku-bukunya yang lain. Dokter Herriot tidak hanya menyampaikan kisah-kisah dunia hewan yang ia tangani, tapi juga unsur kemanusiaan yang bersentuhan dengan makhluk ciptaan Tuhan lainnya.

Sampul buku kertas terbitan Gramedia


0 Response to "Kisah-kisah Kucing by James Herriot"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel