-->

Brianna dan Bottomwise by Andrea Hirata


 Paperback 380 pages

Published January 1, 2022 by Bentang

Rating: 3,5/5

Hmmmm.... Saya memang memiliki hubungan love and hate dengan karya penulis dari Belitong ini. Ketika lama tak membaca karyanya, saya rindu, tapi ketika sedang menikmati karyanya, saya sebal dengan kelebaiannya. Baik dari bahasa (ini bisa saya tolerir), tapi dengan kisah yang terlalu berputar-putar, karakter yang memiliki waham kebesaran tak terhingga (jaman now disebut NPD - Narcissistic Personality Disorder) disandingkan dengan waham kecil yang super kecil. Dan yah, mungkin memang itu signature dari Andrea Hirata.

Dimulai dengan nama John Musiciante, seorang musisi Amerika berbakat besar yang tiba-tiba kehilangan gitar legendarisnya. Dunia musik heboh. Dunia kepolisian dan detektif tak kalah heboh. Nilai gitar itu sangat fantastis hingga siapapun yang bisa memberi sekedar info tentang keberadaan gitar itu akan diberi ganjaran uang yang sangat besar.

Sementara itu, nun di sebuah pulau kecil, Pulau Senyap, ada musisi bertelinga kuali bernama Sadman, begitu bermimpi ingin menjadi musisi; memiliki orkes melayu sendiri dengan anggota yang ia pimpin sendiri. Ada pula seorang bocah dengan talenta bermain gitar yang luar biasa, namun hanya mampu memandang gitar di toko musik dari balik kaca. Bocah perempuan lain dengan kemampuan musik yang sama harus kehilangan gitar kesayangannya. Dan tentu saja ada dua orang musisi (bersaudara?) yang selalu berpakaian ungu terong dengan kemampuan musik lumayan. Mereka semua menjadi saksi akan kehebatan gitar Musiciante yang hilang. 

Gitar vintage Sunburst 1960 itu melalui perjalanan yang tak kenal lelah dari satu kota ke kota lain, dari satu negara ke negara lain, dari satu pelabuhan ke pelabuhan berikutnya, hingga terperosok di Pulau Senyap. Gitar yang menjadi perbincangan para musisi dunia dan juga detektif lintas negara ini berpindah tangan dengan cepat layaknya uang yang menjadi alat transaksi. Gitar ini juga melintasi dari satu toko musik baru, bekas hingga mampir di toko barang bekas dan pasar maling, dan sempat menjadi alasan akan nasib sial yang dialami sebuah grup orkes melayu hingga harus dibuang di hutan terlarang.

Betapa ironis nasib John Musiciante ini. Harganya yang mencapai ratusan miliar harus mengalami pengalaman yang menyakitkan.

Pada awal membaca ini, saya cukup terobati rasa kangen saya pada karya penulis dari Belitong ini. Dengan bahasa sastra yang elok, berumbai-rumbai hingga saya bisa tertawa-tawa. Tapi kisah yang dibungkus dengan lebai (seperti dulu bagaimana penulis ini menggambarkan keelokan tangan A Ling, cewek yang ditaksir Ikal di Laskar Pelangi, berlembar-lembar!). Tapi ketika cerita mulai berputar kesana kemari, dengan rentang waktu yang kurang jelas (ssttt... Spoiler ini ya. Gitar vintage itu sedang ada di tangan gitar orkes Melayu, tapi kenapa tiba-tiba ada di tangan gitaris band sirkus? Apakah ini dunia parallel ada pada diri si gitar sunburst 1960 ini? Ahhhh... Tauklah). 

Oya, buku ini mengambil setting akhir tahun 1990 dimana saat itu pemerintah Indonesia mulai gonjang ganjing dengan meroketnya nilai dollar. Tapi ternyata isu politik ini hanya sebatas itu saja. Selebihnya tentang perjalanan gitar itu. Di banyak bab, bahkan nama dua detektif perempuan yang menjadi judul novel ini, Brianna dan Bottomwise, seperti hilang begitu saja. Saya jadi berpikir mengapa judul buku ini tidak berhubungan dengan gitar saja? Hilangnya Gitar Vintage Sunburst 1960, atau perjalanan mustahil sebuah gitar legendaris, atau apalah yang berhubungan dengan gitar wkwkwk...

Well, yang lebih membuat gondok ketika selesai membaca novel ini, saya baru sadar bahwa ini akan menjadi trilogi Brianna dan Bottomwise. Adaw! Belum lagi sisa lembar yang masih cukup banyak di bagian akhir, ternyata isinya hanyalah karya-karya Andrea Hirata yang lain yang sudah diterjemahkan ke banyak bahasa. Sepertinya waham NPD ada juga di diri penulis satu ini hahaha...

0 Response to "Brianna dan Bottomwise by Andrea Hirata "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel