A School Frozen in Time #1 by Mizuki Tsujimura
Judul asli: 冷たい校舎の時は止まる
Penerjemah: Mohammad Ali
Paperback 304 pages
Published April 2, 2024 by Clover
Rating: 3,5/5
Entah kenapa, saya selalu kepo dengan karya penulis satu ini. Setelah membaca dua buku sebelumnya, Lonely Castle in The Mirror dan Yami-hara, saya jadi ketagihan membaca karya-karyanya. Dan ketika buku ini masuk dalam daftar buku diskon gila Gramedia, saya ngga tahan untuk ngga check out. Dari empat buku, ternyata saya hanya dapat dua buku pertamanya. Fiuh. Dan ternyata juga, buku satu dan seterusnya ini saling menyambung dengan karakter yang sama, dan setting yang sama pula. Duuhhh... Padahal harapan saya, satu buku dengan satu misteri bakal terpecahkan di akhir tapi ternyata saya harus membaca semua bukunya untuk mengetahui keseluruhan misterinya. Hahahaha... Mantaaabbb...
Mizuki dan 7 teman lainnya sampai di sekolah di satu pagi pebuh salju. Yang sedikit aaneh adalah, tidak ada murid lain selain mereka berdelapan. Kebetulan mereka tergabung dalam komite sekolah yang beberapa bulan sebelumnya mengadakan pentas seni sekolah. Dan di hari pentas seni itu, ternjadi sebuah kejadian yang menghebohkan seluruh sekolah bahkan di kota dimana sekolah Seinen Gakuin berada. Seorang siswa terjun dari lantai tiga sekolah dan mati.
Siapa gerangan siswa yang bunuh diri tersebut, dan apa motifnya?
Mizuki dan teman-temannya terkurung dalam ruang dan waktu di sekolah. Jam di dinding dan di ponsel mereka semuanya menunjukkan pukul 05.53 sore. Anehnya, mereka semua tak ada yang punya ingatan tentang peristiwa bunuh diri seusai pentas seni. Sosok itu dipastikan adalah satu di antara mereka berdelapan. Tapi siapa?
Sepanjang novel, masing-masing memiliki kisah yang berbeda-beda. Mizuki adalah sosok pesimis dan kurang percaya diri terutama setelah hubungannya dengan sahabatnya yang selama ini ia nikmati mulai memburuk. Rika yang centil begitu mengagumi sosok Sakaki, si wali kelas mereka. Sugawara, cowok tengil yang baru saja bebas dari skorsing memiliki sifat seenaknya tapi sangat setia kawan. Takano yang rajin belajar, cukup dekat dengan Mizuki dan memiliki hubungan keluarga dengan Sakaki, sang guru yang sering disebut sepanjang cerita. Akihito yang sabar dan baik hati sempat membesarkan hati Mizuki yang sempat patah hati karena hubungan buruknya dengan sahabatnya. Sementara tiga lainnya, saya agak lupa hahaha... Dari kisah masing-masing ini, mereka memiliki dugaan siapa sebenarnya sosok yang nekad melompat dari lantai 3 sekolah untuk mengakhiri hidupnya.
Novel ini juga menggunakan teori dunia parallel; dunia dimana mereka berdelapan yang saat itu berada dengan jam selalu menunjukkan pukul 05.53, dan dunia dimana si Tuan Rumah berada. Tuan Rumah ini rupanya adalah sosok yang mengakhiri hidupnya. Entah apa maksudnya membuat teman-temannya melupakan kejadian naas seusai pentas seni, dan membuat mereka harus mengingat kejadian itu kembali. Tuan Rumah ini seperti memiliki skenario, atau mungkin semacam perasaan terpendam pada para rekannya di komite hingga ia ingin semua mengingat sosok dirinya yang sudah tiada.
Masih banyak misteri hingga akhir buku satu ini. Seperti halnya buku-buku Tsuimura sensei lainnya, kisahnya sering menggunakan dunia parallel dimana satu kejadian bertumpuk dengan kejadianlainnya. Ini juga terjadi pada buku A Castle in A Mirror. Untungnya karakter yang ia gunakan disini memiliki sifat yang cukup menyenangkan, sangat berbeda dengan karakter di Yami-hara. Hmmm... Sebenarnya saya ingin rehat sejenak dari buku ini, tapi penasaran dengan kelanjutannya hahaha...

0 Response to "A School Frozen in Time #1 by Mizuki Tsujimura"
Post a Comment