A School Frozen in Time Book 2by Mizuki Tsujimura
Paperback 336 pages
Alih bahasa: Mohammad Ali
Published: August 17, 2024 by Penerbit Clover
Rating: 4/5
Setelah selesai membaca pertamanya (review), sebenarnya saya agak berat melanjutkan buku kedua karena buku ketiga dan ke empat belum ada di tangan, dan entah kapan saya bakal membeli buku 3 dan 4 nya. Saya lanjutkan karena saya khawatir saya bakal lupa premis cerita di buku pertama :D
Di buku dua ini, penulis sedikit flashback dengan menceritakan tragedi bunuh diri di buku pertama. Ada 8 murid yang kemudian terperangkap di sekolah dalam keadaan salju yang turun dengan sangat lebat. Si Tuan Rumah, sebutan bagi seseorang yang memerangkap mereka, menginginkan mereka untuk mengingat sosok siapa yang bunuh diri dan apa yang telah mereka lakukan padanya.
Di volume ini, penulis masuk ke beberapa teman si Tuan Rumah dan mengulik masa lalu mereka. Misalnya Mitsuru yang kebetulan naksir Rika, yang menjadi salah satu siswa yang terkurung juga. Sebelum masuk ke SMA Seinen Gakuin, Mitsuru sempat melihat Rika dan adiknya, dan juga kabar orangtua Rika yang kurang harmonis. Kehidupan Rika yang kurang bahagia sempat menjadi perbincangan anak-anak cowok yang mengarah kemungkinan si murid yang bunuh diri itu kemungkinan adalah Rika.
Selain Mitsuru, cerita juga mengarah pada masa lalu Shimizu, cewek berprestasi yang masuk ke SMA Seinen Gakuin berkat beasiswa. Selain Shimizu, Takano juga adalah siswa penerima beasiswa. Mereka berdua secara umum, mungkin bisa akrab satu sama lain, tapi ternyata ada banyak hal yang mengganjal pada diri Shimizu. Kenapa begitu kompleks apa yang dipikirkan oleh siswa berprestasi ini ya? Buat saya yang tidak berpikir serumit ini, kayaknya Shimizu ini jenis orang yang rumit pada diri sendiri deh. Hahaha...
Cerita menyorot pada Akihiko yang terluka karena berusaha menyelamatkan salah satu temannya. Akihiko ini adalah sosok yang bisa berteman pada siapa saja. Masa lalunya di SMP-nya terdahulu, bisa dibilang sedikit kompleks. Dia memiliki seorang teman dari SD yang kemudian bertemu kembali di SMP. Sayangnya di SMP ini si teman menjadi target perundungan. Akihiko tidak pernah menyangka perundungan itu berakhir pada peristiwa viral dengan bunuh dirinya si teman. Karenanya, ketika ia melihat Mizuki, salah satunya temannya mengalami perundungan, dia pasang badan.
Tapi sebenarnya siapa sih siswa yang bunuh diri itu? Dari sudut pandang si Tuan Rumah, dia sepeti dendam pada ke delapan siswa yang terkurung ini. Padahal ketika si penulis bercerita tentang sosok siswa-siswa itu satu per satu, sepertinya mereka adalah siswa-siswa baik dan berprestasi. Dendam itu membuat beberapa siswa itu terancam jiwanya, hingga ada yang sudah menjadi korban.
Siapakah yang menjadi korban dendam berikutnya?
Membaca buku kedua ini, saya merasa lebih bisa menerima ketika si penulis mulai agak bertele-tele dengan menceritakan siswa ini dan itu yang bisa saja nanti berhubungan dengan si korban. Di buku pertama, saya merasa topik ini terasa dipanjang-panjangkan. Tapi mungkin memang perlu tahu tentang latar belakang para siswa itu hingga mereka harus terperangkap di sekolah. Berkali-kali siswa yang terpojok pada situasi, mengingat siapa yang terkapar pada hari terakhir Festival Seni Budaya sekolah. Tapi penulis masih menyimpannya hingga akhir (sssstttt...agak kesel sih) hihihi...
Yah, mari menabung untuk membeli buku tiga dan empatnya :D

0 Response to "A School Frozen in Time Book 2by Mizuki Tsujimura"
Post a Comment