Na Willa #4 dan Rok Biru by Reda Gaudiamo
Paperback 149 pages
Illustrator by Cecilia Hidayat
Published Agustus 2026 by Post Press
Rating 4,5/5
Rasanya sangat menyenangkan ketika saya tahu ada kelanjutan kisah Na Willa. Dan di buku ke empat ini, Na Willa sudah menjadi murid SMP, sesuai dengan judul bukunya. Di sampul bukunya bahkan terlihat Willa membawa pianika, alat musik wajib bagi anak SMP, selain suling atau seruling.
Buku dibuka dengan Willa yang mengepak buku-buku dan seragam SD-nya di kardus dibantu oleh Bi Entin (sayang Bi Entin tidak kebagian banyak adegan di buku, tidak seperti di buku sebelumnya). Padahal celotehan Bi Entin ini kocak banget mirip dengan si Mbok di buku pertama. Oya, di buku sebelumnya, Willa bercerita punya seorang adik baru. Tapi di buku ini Willa punya dua adik. Dan sepertinya mereka kembar. Hmmm...
Well, tapi sesuai dengan judul bukunya, cerita memang fokus pada Willa dengan dinamikanya sebagai anak SMP. Pelajaran baru, teman baru, kegiatan baru, buku bacaan baru, dan tentu saja lagu-lagu baru. Buat penikmat buku kelahiran 70 atau awal 80an, mungkin kenal dengan nama-nama penyanyi atau acara televisi yang disebutkan di buku ini. Cliff Richards, Suzi Quatro (seketika terngiang suara nyaringnya menyanyikan lagu Cat Size 😄😄😄), Koes Plus, Deep Purple, kaset dengan sampul lidah terjulur, yang pasti adalah grup Rolling Stones, dll. Kebetulan keluarga saya dulu punya radio yang tiap pagi menyetel stasiun radio tertentu hingga ada banyak lagu yang saya kenal. Ada juga acara televisi yang waktu itu Indonesia hanya punya satu-satunya stasiun TV, yaitu TVRI yang menayangkan beberapa acara yang saya kenal seperti Film Cerita Akhir Pekan dan film series Alfred Hitchcock presents. Meski tak ada yang saya ingat dari series, itu, tapi entah kenapa sapaan Alfred "Good evening" itu serasa akrab di telinga.
Entah kenapa, saya merasa Willa SMP ini terasa begitu naif dengan segala yang terjadi di sekitarnya. Seperti misalnya guyonan seputar Sam yang kelihatan banget dia menaruh hati pada Willa, tapi yang sadar justru Juni, sahabatnya. Tapi saya juga merasakan hal yang sama pada hal-hal yang ingin saya simpan sendiri dan saya tulis di buku harian daripada saya ceritakan pada kakak atau ibu saya. Oh ya, jangan lupa, Willa mulai mendapatkan mens di SMP ini. Meski sudah pernah diterangkan Mak, tetap saja Willa kaget dengan perubahan hormon dirinya.
Memulai memakai mini set alih-alih kaos dalam juga merupakan hal yang baru. Dulu, waktu saya SD, saya mulai mendapatkan mens. Karena saya sudah melihat kakak perempuan yang lebih dulu mengalaminya, saya tidak terlalu kaget. Ibu saya membawa ke kamar mandi untuk kemudian beliau memandikan saya dengan diiringi doa-doa. Saya sangat kaget ketika Mak sudah menyiapkan pembalut alias sanitary pads untuk Willa. Entah tahun berapa saya mulai memakai tampon ini sebagai pengganti kain kaku yang harus dicuci tiap kali selesai memakainya. Tangan lecet-lecet dan bau sabun batangan yang tidak enak. Setelah saya telusuri, ternyata pembalut merk Softex sudah muncul di tahun 1976. Entah ibu saya yang tidak tahu produk tersebut, atau karena ibu saya juga memakai kain itu, sehingga anak-anaknya juga harus memakai juga? Hmmmm....
Secara keseluruhan, membaca buku ke-empat Na Willa ini membuat saya kembali bernostalgia dengan masa kecil saya. Ada bagian dimana saya beruntung memiliki kakak perempuan yang bisa saya tanya-tanya tentang masalah perempuan, dibandingkan Willa sebagai anak pertama. Tapi ada juga yang membuat saya iri karena jelas Willa ini lahir dari keluarga berada hingga mampu memiliki uang jajan yang bisa ia gunakan membeli buku, komik, dan kaset. Sementara rumah saya yang berjarak sepelemparan celana dari sekolah, nyaris tak pernah mendapat uang jajan. Tiap jam istirahat, saya tinggal pulang untuk minum. Ketika akhirnya rumah saya pindah lebih jauh dari sekolah, akhirnya saya memiliki uang jajan. Tapi tetap saja untuk membeli majalah, saya harus benar-benar mengirit hingga bisa membeli jilid Deni Manusia Ikan jilid 1 (yang ternyata masih ada jilid-jilid berikutnya hingga nanti Deni bertemu dengan orangtuanya!). Huh, saya sudah menyerah di jilid 1 hahahaha....
Saya sangat menantikan Willa masuk SMA. Di buku 4 ini, setelah lulus SMP, Willa bakal masuk sekolah asrama khusus perempuan. Nah, pasti akan ada bnyak cerita menarik yang tak pernah saya alami.

0 Response to "Na Willa #4 dan Rok Biru by Reda Gaudiamo"
Post a Comment