Selasa, 26 Juni 2012

HAVE A LITTLE FAITH (Mitch Albom)



Paperback, 284 pages
Published November 2009 by Gramedia Pustaka Utama
Rating 4/5

Sewaktu aku masih remaja, Reb membawakan khotbah yang membuatku tertawa. Ia membawa sepucuk surat ucapan terima kasih dari pemimpin agama lain. Di akhir surat itu tertulis: “Semoga Tuhan Anda – dan Tuhan kami—memberkati Anda.” (hal. 163)

Saya seperti halnya Mitch, juga tertawa. Tapi saya menyadari kedalaman kalimat itu. Tidak semua orang, apalagi pemimpin agama, seperti Reb, bersedia menyampaikan surat dari pemimpin agama lain di tengah khotbah keagamaannya. Ini bukan olok2nya terhadap agama lain, melainkan ketulusan dari seorang Reb menerima Tuhan selain Tuhan yang ia yakini dari agamanya.

Selasa, 19 Juni 2012

Music From Beyond The Moon (Augusta Trobaugh)



Format: Ebook (epub format)
Published April 30, 2012 by Bell Bridge Books
Rating: 2/5 stars 

Sedikit aneh mungkin kalo saya menulis review dari buku yang saya masukkan dalam ‘unfinished reading’ shelf. Kenapa juga saya repot menulis review buku yang ngga selesai saya baca? Well, siapa tau aja ada yang tetep tertarik untuk membacanya dan mengatakan betapa ruginya saya tidak menyelesaikan buku ini dan memberi rating lebih dari 2 bintang (maunya satu bintang, tapi, karena bisa mencapai halaman hampir separo keseluruhan novel, jadi yah, 2 bintang deh).

Jadi begini ceritanya, novel yang berjudul sangat puitis ini menurut saya sangat2 bertele-tele dalam menceritakan masing2 karakternya. Fiona dan Glory, dua wanita dewasa yang merindukan kehadiran bocah dalam kehidupan mereka, menemukan Victor, bayi laki2 yang ditinggalkan begitu saja oleh ibunya. Ada lagi tokoh Doc and Myra, pasangan yang juga sudah lama mengidamkan bayi, mengadiposi bayi perempuan bernama Rebecca. Saya pikir, kisah ini bakal menyorot kisah cinta keduanya. Lha terus apa masalahnya, kan mereka sama2 anak adopsi, apa juga yang bakal jadi konflik? Nanti dulu.

Kamis, 14 Juni 2012

Life Traveler (Windy Ariestanty)


Paperback, 381 pages
Published September 2011 by Gagas Media
Rating: 4.5 stars

Apakah konsep pulang itu? Dan apakah konsep rumah?

Saya ingat ketika saya masih kecil, TK, orangtua saya mengajak saya dan 2 kakak saya menjenguk saudara2 orangtua saya di tanah kelahiran mereka, Gorontalo, Sulawesi Utara. Kepergian hampir selama 2 minggu ini membuat kakak2 saya gelisah. Mereka sangat merindukan rumah di Semarang, dimana tak perlu ngomong dengan bahasa Indonesia, makan tempe dan kecap yg tak bisa ditemukan dengan mudah disana pada waktu itu. Pada suatu hari, kami menginap di rumah saudara yang lain lagi setelzh seminggu tinggal di saudara yang ini. Kakak perempuan saya membujuk saya (yang paling muda saat itu) untuk bilang ke ibu saya, untuk segera pulang. "Pulang ke rumah nenek?". Saya menggeleng, "Pulang ke rumah Semarang." Dan paniklah orangtua saya.
***

Bertahun saya bekerja di tempat kerja saya sekarang ini. Beberapa kali saya ditugaskan mengajar outside class. Ketika usai mengajar, biasanya saya juga akan bilang, "Pulang dulu ya," meski pada kenyataannya pulang disini berarti pulang ke kantor saya.
***
Dibandingkan Dengan dua penulis handal tentang jalan2, Trinity dan Windy Ariestanty, apalah saya ini. Saya baru dua kali keluar negri, dan itupun saya bukan termasuk pelancong nekad macam Trinity yang meski katanya buta map, tapi tetap saja nekad jalan2 seorang diri. Sebanyak dua kali itulah, saya merasakan konsep pulang dan rumah yang berbeda, yang dirasakan oleh windy dalam bukunya, Life Traveler ini.

Kamis, 07 Juni 2012

Divergent #1 (Veronica Roth)



Ebook (Epub format) 357 pages
Published May 3rd, 2011 by Katherine Tegen Books

How do you feel when it's time for you to choose to stay with your family or leave them for good? Which one would you decide? Well, it's not about loyalty or betrayal, but this can be about finding who you really are.

Beatrice Prior, 16, lives in Abnegation faction. She's there because her parents are Abnegation. But, is she really Abnegation, physically and mentally? It reminds me of Harry Potter in his first year, when the Sorting Hat was about to select his dormitory, he could be on Slytherin, but he picked Gryffindor at the end. Beatrice or Tris decides to leave her parents and stays as a transfer in Dauntless. It could be easier if her aptitute test shows that she is a Dauntless. She is not. She is a Divergent!

Selasa, 05 Juni 2012

Antara Buku, Ebook dan Software


Sebenarnya saya sudah menulis tentang ini beberapa waktu lalu, dan sudah saya unggah di blog sebelah. Saya ingin meng-copy paste, tapi apa daya, ternyata butuh editing sana sini. Baiklah, saya tulis ulang sajalah. 

Begini, membaca sudah menjadi kebiasaan di keluarga saya sejak kecil. Mulai jaman saya SD, bapak saya berlangganan 3 majalah anak2 sekaligus: Bobo, Tomtom dan Ananda, serta seri Hans Chrstian Anderson dan tumpukan cerita silat. Menjelang SMP, saya sudah mulai membaca serial Lima Sekawan, hasil pinjaman kakak saya di perpustakaan sekolahnya. Pada waktu itu, teman2 saya sedang terjangkiti membaca majalah Anita Cemerlang, majalah full short stories. Saya? Tak terlalu bergeming dengan selera novel petualangan karya Enid Blyton ini. Menjelang SMA, bapak saya malah menghentikan semua majalah. Akses yang saya dapatkan hanya majalah pinjaman dari rekan kantor bapak saya, HAI (kasian ya, modal minjem doing) plus cari loakan majalah jika ada artikel boyband idola saya ada di majalah. Boyband idola waktu itu adalah Duran Duran (ketahuan umur saya nih) hahahaha.

Jumat, 01 Juni 2012

AMULET SAMARKAND #1 (Jonathan Stroud)


Paperback, 512 pages
Publisehd by Gramedia Pustaka Utama 2007
Rating 3/5 stars

Akhirnyaaaaa…. Saya baca juga novel yang selalu melirik saya setiap kali ke toko buku hehehe… Literally siapa melirik siapa ya? Hehehe. Entah mengapa, saya masih juga belum tergerak membaca novel ini. Mungkin karena saya sudah menyimpan ebooknya, sehingga sayang keluar duit untuk membeli novel ini. Dasaaarr.. untunglah, saya mempunyai teman yang baik hati dan tidak sombong, yang memberi pinjaman buku ini meski ia sendiri belum membacanya.

Entah ini novel ke barapa yang saya baca seputar sihir setelah serial Harry Potter usai. Bayang2 magic buah karya JK. Rowling masih sangat membekas hingga beberapa novel yang saya baca seputar sihir, tak ada yang berakhir dengan sukses saya baca hingga akhir. Katakanlah Legend of Earthsea, Eragon, semuanya saya baca hanya pada first logynya saja. Sepertinya benar kata teman saya, bahwa JK. Rowling is a witch herself. Untuk trilogy ini, let time tell :D