-->

Convenience Store Woman by by Sayaka Murata


Ebook Gramedia Digital 160 pages

Published July 2020

Diterjemahkan oleh Ninuk Sulistyowati

Rating 4/5

Selama 20 tahun saya mengabdi di mantan kantor saya dulu, ada beberapa hal yang menjadi otomatis ketika melakukan sesuatu, seperti mereka lesson plan ketika akan mengajar, membuat game ringan untuk kelas, mengoreksi kalimat dalam sebuah tulisan, bahkan kalimat sederhana yang terpampang di satu tempat. Tapi keotomatisan saya ini tidak bisa dibandingkan oleh Furukura San ini. Segala atmosfer yang ada di dalam minimarket tempat ia bekerja sudah menjadi darah daging, menyusup ke sel-sel tubuhnya hingga memiliki refleks yang begitu besar begitu memasuki sebuah minimarket. 

Shiraha san, mungkin adalah one of kind sejenis Furukura san, namun banyak perbedaan di banyak hal. Dia hanya menginginkan perempuan yang akan mengurus dirinya, dan memberinya modal untuk usaha--yang mungkin ngga jelas juga, mengingat karakternya yang seperti itu. Furukura san hanya membutuhkan sosok di sampingnya yang akan membungkam mulut banyak orang ketika mereka menanyakan statusnya. Tumbu entuk tutup, begitu kata orang Jawa. tapi tetap saja, sepertinya Tumbu dan tutup nya ngga singkron hahahaha... Miris rasanya. 

Membaca ini saya jadi bersyukur pernah berada di lingkungan yang tidak memedulikan status saya. Apakah saya pernah pacaran, kenapa tidak menikah, dan sebagainya. Furukura san berada di posisi yang tidak menguntungkan, sosial yang menghakiminya, dan juga keluarga yang tak henti mengatakan bahwa ia butuh untuk menjadi normal. 

Seperti apakah normal itu? Normal yang sama seperti lainnya? bekerja, berkeluarga, memiliki anak, dan lainnya? Apa tidak ada normal untuk diri sendiri? Saya merasa Furukura san tidak memasalahkan tinggal sendiri di apartemen sempit, tidak memedulikan apakah ada orang lain yang bisa diajak bicara selama di rumah. Dia hanya memedulikan bagaimana menjadi normal. Menjadi normal adalah mengkopi apa yang dilakukan orang lain, seperti cara berbicara, cara marah, cara mengatur emosi, dan lainnya. Duh, malah jadi serem. Furukura san memang berbeda, ya terima saja. Seperti yang lainnya, yaang memiliki perbedaan karakter atau kebiasaan, atau lainnya. Kenapa harus memaksa sama seperti orang lain? 

Eh, tapi Furukura san ini memang berbeda yang agak menyeramkan sih ya? Bagaimana ia memandang membantu temannya dengan memukul kepala temannya, hingga cara membuat diam bayi adiknya. Ahahaha... Kayaknya banyak di antara kita yang memiliki sisi gelap, sisi kejam yang disembunyikan dan ditekan hingga tidak menjadi dominan. Entah bagi Furukura san. 

Overall, saya suka novel super tipis ini. Kompleks dengan sifat manusia lengkap dengan suara-suara dalam hatinya. Coba kita berani menggali suara-suara dalam hati kita, pasti ada bagian-bagian gelap dan kejam yang ngga mungkin kita tunjukkan. 

0 Response to "Convenience Store Woman by by Sayaka Murata"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel