-->

Tragedi Pedang Keadilan by Keigo Higashino


 Judul asli: さまよう刃

Paperback: 464 pages

Published: January 8, 2024 by Gramedia Digital Pustaka

Translator: Faira Ammadea

Rating: 4/5

Sebenarnya polisi itu apa? Pembela keadilan? Bukan. Tugas mereka hanya menangkap orang yang melanggar hukum. Tugas polisi bukan untuk melindungi masyarakat. Yang mereka lindungi adalah sistem hukum. Mereka harus berusaha mati-matian mencegah supaya sistem itu tidak terluka. (halaman 460)

Setelah sekian lama saya tidak terlalu ter-trigger ketika membaca buku, baru kali ini saya merasa anxiety saya meninggi ketika membaca. Jadi buat kalian yang memiliki anxiety yang gampang tersulut karena sesuatu, lebih baik jangan membaca buku ini, atau membaca dengan kesiapan hati.

Nagamine Shigeki merasa putus asa, dunia serasa runtuh ketika mendapati satu-satunya anggota keluarganya, Nagamine Ema, putri satu-satunya, tewas. Jasadnya ditemukan terapung di sungai dengan kondisi mengenaskan. Setelah mendapat bocoran dari telepon misterius, Nagamine tahu bahwa putrinya adalah korban perkosaan dan obat suntik dengan dosis berlebih. 

Nagamine geram. dia harus balas dendam.

Dengan petunjuk yang ada, Nagamine mendatangi apartemen si pelaku dan menuntaskan keinginan balas dendamnya. Nagamine yang tadinya berstatus sebagai ayah korban, berubah menjadi tersangka. Tapi Nagamine tak mau menyerah, sebelum balas dendamnya terhadap pelaku satunya terbayar.

Dari beberapa awal, pembaca sudah tahu siapa pelaku, siapa korban, dan siapa yang akan melakukan balas dendam. Kisah selanjutnya, pembaca diajak untuk bersama-sama mengikuti perjalanan Nagamine mencari pelaku pemerkosaan terhadap putrinya lainnya, dan polisi yang juga mencari pelaku pembunuhan sekaligus mencari tersangka pembunuhan di apartemen, Nagamine.

Dari sekian ratus halaman, kita diajak dalam pelarian Nagamine, dan juga pertanyaan seputar hukum anak di bawah umur. Nagamine memilih membalaskan dendam putrinya karena dia tahu hukum terhadap anak di bawah umur tidak akan memuaskan dirinya sebagai ayah yang terluka karena kematian putrinya. Tidak hanya orang tua yang merasa sakit hati karena perlakuan si pelaku pemerkosaan, tapi hukum ini menjadi topik yang sering dibahas para polisi dan detektif yang menjalankan tugas. Mereka terpecah antara berada di pihak Nagamine dan di pihak hukum yang berlaku. Apakah si pelaku yang masih berada di bawah umur akan begitu mudah insaf begitu masuk dalam rehabilitasi anak, dan tidak akan melakukan tindakan jahat lagi? Bagaimana perasaan para orangtua yang anak-anak mereka menjadi korban? Dan terutama, bagaimana perasaan para korban?

Seperti yang saya cantumkan di bagian awal review ini, masih ada banyak yang harus dilakukan terhadap hukum. Saya pikir tidak hanya hukum di Jepang, tapi juga di negara kita sendiri, Indonesia. Dan saya juga bertanya-tanya apa yang ada dalam pikiran orang-orang yang berada di jalur hukum untuk kasus semacam ini? Pada akhirnya, novel ini pun tidak membahas tidak terlalu mendetail tentang hukuman terhadap pelaku. 

Biasanya ada bagian di mana saya merasa terharu di buku-buku karya Higashino sensei, tapi kali ini, seperti yang saya sebutkan di awal, saya sempat merasa ga kuat untuk melanjutkan membaca di bagian kekerasan seksual. Memang tidak terlalu vulgar, tapi tetap saja sebagai perempuan, saya merasa ini terlalu sadis. Jadi peringatan saja buat pemilik anxiety, lebih baik kalian membaca di saat yang tepat atau buku ini bukan buat kalian. 

Tapi tetap saja buku ini HIGhLY RECOMMENDED buat pecinta cerita thriller. 

0 Response to "Tragedi Pedang Keadilan by Keigo Higashino"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel