-->

Toko Jajanan Ajaib Zenitendo 3 by Reiko Hiroshima


 Paperback 143 pages

Published Mei 2024

Illustrator: jyajya

Translator: Faira Ammadea

Rating: 3,5/5

Setelah tahu bahwa series ini bakal panjang, saya sempat ragu-ragu untuk mengoleksinya. Tapi kahir tahun lalu, karena saya yang sempat patah semangat untuk melanjutkan reading challenge di Goodreads karena tertinggal begitu banyak, tiba-tiba kembali bersemangat dengan wishlist buku ini untuk hadiah Secret Santa yang diadakan teman-teman blogger buku.

Ada 6 cerita di series kali ini. Dan seperti disebutkan di blurb buku duanya, ada toko jajanan Ajaib yang menjadi saingan Zenitendo. Jika yang dijual jajanan yang memberi efek sama seperti Zenitendo, rasanya kurang seru. Makanya toko jajanan Ajaib baru ini memberi efek buruk pada kliennya. Well, sebenarnya hampir semua klien jajanan Ajaib ini tidak selalu membeli untuk tujuan baik, melainkan terkadang untuk kepentingan diri sendiri. Tapi tetap saja, ada peringatan jika barang dipergunakan tidak semestinya, atau berlebihan akan memberi efek buruk pada si klien.

Seperti di cerita di buku pendahulunya, ada banyak orang yang sering kali tidak puas dengan apa yang dimilikinya. Misalnya Tomomi yang ingin memiliki telpon genggam sendiri. Dia membayangkan bisa ngobrol langsung dengan banyak temannya dan juga bertukar kabar lewat surel. Yang tak ia bayangkan adalah betapa sibuknya hapenya berdering. Ia lelah menerima telpon dan mendengar keluhan atau pun cerita-cerita tak penting dari teman-temannya. Dengan Stiker Penjawab Telpon, semua keluhannya beres. Tapi tentu saja ada cerita di balik suksesnya si stiker ini. Hmmmm… Bayangan kemudahan dari telepon ini bisa menjadi boomerang bagi pengguna.

Jika di buku pertama, karena mungkin saya yang belum kenal tipe cerita dalam buku Zenitendo, maka yang saya rasakan adalah semacam kutukan dari barang yang dibeli. Tapi Kerupuk Beras Permohonan ini terasa semacam komedi. Masaru, cowok kelas 3 SD suka dengan Akari, dan ingin satu kelas dengannya di kelas berikutnya. Tapi dia ngga ingin Akari satu kelas dengan Yuka, sahabat Akari yang galak. Siapa sangka, Masaru dan Yuka memiliki permohonan yang sama? Begitulah. Apa yang kita inginkan belum tentu terkabul. Yang sering terjadi adalah yang dikabulkan adalah yang terbaik bagi kita sendiri.

Menjadi anak sulung memang sangat melelahkan. Harus mengalah dengan adik, harus memberi contoh yang baik pada adik, harus melakukan sesuatu yang belum bisa dilakukan oleh si adik, dll. Tak heran, Akira merasa lelah, dan ingin berganti peran. Onde-onde Kakak Adik dari toko jajanan Ajaib Zenitendo, bisa mengabulkan permohonan Akira. Yang tak pernah Akira sangka, ternyata anggota keluarga yang lain juga membeli jajanan di Zenitendo. Dengan khasiat yang berbeda tentu. Hmmm… berasa nonton komedi juga di bagian ini.

Tetap cantik, muda dan disukai banyak orang pasti menjadi idaman banyak orang, terutama Wanita. Tak ingin terlihat keriput meski usia memang sudah lanjut; tak ingin terlihat gendut, meski angka timbangan belok semakin ke kiri. Lama-lama kesehatan yang menjadi taruhannya. Manusia, memang sering kurang bersyukur dengan yang sudah dimiliki. Ada saja yang dirasa kurang bagus, kurang pas, kurang ini, kurang itu yang membuat hidup terasa berat. Apalagi jika orang lain yang menjadi tolok ukur sesuatu yang disebut ideal. Membaca series Zenitendo ini berasa membaca karakter orang-orang yang tak jarang ditemui juga pada diri kita sendiri.

 

0 Response to "Toko Jajanan Ajaib Zenitendo 3 by Reiko Hiroshima"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel