-->

Purple Prose By Suarcani

Justaveragereader.blogspot.com

 Ebook Gramedia Digital 304 pages 
Published by Gramedia Pustaka Utama, October 29, 2018
Rating 4/5 

Bagaimana cara menghapus ingatan masa lalu? Apakah masa lalu akan selalu menjadi hantu-hantu di masa yang akan datang?

Galih, seorang manajer sebuah perusahaan jasa telekomunikasi, Exfrost, yang sedang berkembang, mendapat tugas ke Bali. Disana ia bertanggung jawab melebarkan promosi Exfrost dengan lebih gencar, keahliannya dalam marketing benar-benar diuji. Bersaing dengan perusahaan jasa telekomunikasi lainnya tentu bukan hal yang mudah. Apalagi di Bali dengan masa lalu kelamnya 7 tahun lalu. Yang menjadi masalah bagi Galih adalah ia pernah melakukan sesuatu yang buruk hingga secara tidak sengaja menghilangkan nyawa seseorang di Bali.

Apalah daya seorang Galih dengan penugasan ini, meski sang mama berat memberi ijin, keberangkatannya tak terelakkan lagi. Hantu-hantu masa lalu berupa bayangan buruk kembali menghantuinya. Ditambah dengan suasana Bali yang di beberapa daerah dianggap wingt. Tak jarang ia seperti melihat sosok mengerikan di spion mobilnya. Galih berusaha bertahan. Pertahanannya cukup berhasil dengan suasana kantor yang ceria, dengan hiburan karyawan yang menarik, tapi ada satu yang begitu menarik hatinya begitu dalam. Roya, si gadis kikuk yang hobi membakar dupa.

Sayang, hantu-hantu itu benar-benar kembali padanya berupa teman-teman masa lalunya yang kembali bertandang. Belum lagi pertemuan tak sengaja dengan keluarga yang dulu begitu dendam padanya karena telah menghilangkan nyawa seseorang, membuat Galih tak bisa tenang. Itu saja? Oh, belum. Masih ada satu masalah masa lalu yang harus ia hadapi yang berkaitan dengan Roya, sang kekasih. Berapa banyak dupa yang harus mereka bakar untuk menghilangkan hantu-hantu itu? Atau seberapa banyak asap dupa yang dibutuhkan untuk mengaburkan masa lalu? Apakah ia memang harus dihukum karena dosa-dosa masa lalunya?

Kalau tidak salah, ini adalah pertemuan saya yang ketiga dengan karya Suarcani. Sebelumnya saya cukup menikmati karyanya berjudul The Stardust Catcher dan Rule of Thirds. Masih membawa budaya Bali dalam kisahnya, tapi kali ini, mbak penulis membidik masa lalu yang begitu getir. Sudah terasa di prolog yang begitu tragedi dan kemudian terulang di epilog 😭😭😭 Padahal di awal kisah, dengan berpindahnya Galih ke kantor baru membawa suasana ceria di kantor yang semula terasa membosankan. Guyonnya Galih di kantor sampai keusilannya terhadap Roya cukup mengena. Tapi bagi pembaca yang sudah membaca 'peta' tragedi di awal, guyon itu seperti bungkusan isi bom yang diberi pita warna-warni, tapi menunggu saatnya meledak. Daan bom itu pun meledak. 💣💣 Tapi tetap saja, kejujuran harus dikatakan meski itu pahit.

Tidak banyak penulis muda yang berani menulis tragedi semacam ini dan diakhiri dengan pahit. Saya sebagai penyuka kisah manis berujung pahit 🤗🤗🤗 cukup puas dengan endingnya. Tak perlu memaksa suatu kisah menjadi bahagia. Semua akan pahit pada waktunya 🤣🤣🤣🤣. Para karakter di dalamnya juga mendukung plot utama dengan karakter sampingan yang mendukung cerita. Ceria, renyah, tapi getir. Jadi yang mau membaca ini, tak perlu terlalu berharap dengan a happy ending story ya. Tapi saya jamin, kamu akan langsung terpana dari awal kisah dan penasaran bagaimana penulis mengakhiri kisah ini. Meski masih terasa mengganjal di dada, tapi mungkin itu yang terbaik bagi semuanya 😭😭😭

0 Response to "Purple Prose By Suarcani"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel