-->

Kitchen by Banana Yoshimoto

 



Paperback, 224 pages

Penerjemah: Ribeka Ota

Published April 2021 by Penerbit Haru

Rating: 3,5/ 5

Saya bahkan lupa pernah membaca novel ini di tahun 2013 lalu. Saya baru tahu setelah saya menandai buku ini goodreads sebagai 'currently reading'. ah, ternyata saya sudah pernah membacanya dalam format ebook yang sekarang itu ebook ada dimana hahaha... Kemudian saya juga memeriksa rak teman-teman saya tentang buku ini. Dan ada satu review yang mengatakan terjemahan buku ini ke dalam bahasa Indonesia ini banyak yang kurang tepat. Saya kembali berpikir ini buku cetak yang saya baca adalah cetakan tahun 2021, tapi kenapa ternyata sudah ada terjemahannya sebelumnya. Setelah saya cek kembali, buku ini ternyata telah diterjemahkan oleh KPG sekitar tahun 2009. Saya ngga baca versi terjemahan KPG sih. hanya, saya merasa terjemahan Haru ini enak dibaca.

Literatur Jepang itu entah mengapa seringkali menulis tentang kesepian, kesendirian yang dekat dengan kematian. Sebut saja The Traveling Cat Chronicles. If Cats Disapppeard from The World, Sweet Bean Paste, dll. Yah, mungkin itu kebetulan saja ya, kebetulan buku-buku tentang tema yang sama yang saya baca. 

Buku ini terdiri dari 3 cerpen. Cerpen pertama berjudul Kitchen, disusul Kitchen 2: bulan Purnama dan Moonlight Shadow. Cerita Kitchen 1 dan 2 memiliki tokoh yang sama dan setting cerita yang berurutan. Sementara yang ketiga, memiliki kisah dan karakter yang berbeda. Yang jelas, ketiga memiliki garis merah yang sama, yaitu kesepian, kekosongan seusai ditinggal mati seseorang yang sangat dekat.

Mikage tinggal berdua dengan neneknya yang sudah sepuh. hingga satu hari, sang nenek meninggal dunia, dan tinggallah ia sendiri. Tanpa kerabat lain, Mikage tak pernah membayangkan kehidupannya di hari-hari ke depan. Dia hanya merasa nyaman ketika berada di dapur rumahnya. Satu hari, datanglah Yuichi, pemuda yang ternyata kenal cukup akrab dengan neneknya di masa hidupnya. Yuichi mengundang Mikage tinggal bersamanya. Di rumah Tanabe, keluarga Yuichi, ada ibunya yang cantik rupawan. siapa sangka jika si ibu nan jelita ini adalah ayahnya Yuichi.

Sorry, ini harusnya plot twist yang mengejutkan pembaca. Tapi saya yang sudah pernah membaca pun lupa sama sekali dengan twist ini. 

Cerpen kedua, Mikage dihadapkan dengan kematian kedua setelah neneknya. Ibu Yuichi yang cantik dan baik hati itu mati dibunuh. Sekali lagi, Mikage dihadapkan dengan kematian yang pilu. Yuichi menjadi sosok linglung yang mirip dengan Mikage beberapa bulan lalu. Meski sudah pernah mengalami kehilangan sebelumnya, Mikage tetap saja merasa terguncang.

Moonlight Shadow, kisah ketiga juga menceritakan tentang kehilangan. Satsuki kehilangan kekasihnya yang sudah ia pacari selama 4 tahun. Hitoshi meninggal dalam sebuah kecelakaan. Hari-harinya dipenuhi dengan kenangan bersama Hitoshi dan keinginan untuk melihat Hitoshi kembali. 

Gaya bercerita Banana Yoshimoto yang menggambarkan kehilangan ini terasa menyesakkan. Saya yakin, banyak diantara kita yang mengalami rasa kehilangan orang-orang terdekat. Tak jarang kita memimpikan sosok yang sudah tiada itu hadir dalam kehidupan kita. Tapi kita bisa berbuat apa? 

0 Response to "Kitchen by Banana Yoshimoto"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel