-->

Oh! My Office by Myemimark


 Ebook di Cabaca

Published March 4, 2022 by Cabaca.id

Rating 3/5

Lega, begitu yang saya rasakan setelah menyelesaikan novel ini. Saya sudah cukup lega dengan progress membaca saya ketika mencapai chapter 31 karena saya pikir jumlah chapter ini ada 32 (entah bagaimana saya kok berasumsi tentang jumlah chapter ini 😂). Tapi ternyata berlanjut dong hingga 34, sementara konflik sebenarnya sudah mulai mendatar. 

Eh, kenapa kok saya tiba-tiba meracau tentang jumlah chapter? Iyak,  itu karena saya mulai bosan mengikuti cerita yang sebenarnya bisa dibikin lebih pendek dan to the point alih-alih meracau dengan guyonan garing sepanjang novel.

Plot tentang Boss yang kikir saja sebenarnya sudah cukup menarik (buat saya) dan karyawati jomblo yang menginginkan pasangan kaya raya nan tampan, meski klise, jika diolah dengan menarik, bisa kok membuat saya betah membaca ber-chapter-chapter dalam sehari. Tapi karena si penulis memasukkan komedi garing, celetukan sana sini yang entah diucapkan oleh siapa dan untuk siapa terasa simpang siur. Daripada waktu saya habis untuk membaca lebih detil, mending skip di bagian yang ngga ada hubungannya dengan cerita.

Arkan, si boss alias CEO super pelit ini bisa jadi memiliki jiwa Robin Hood pada dirinya. Dia terkenal sangat kikir pada para karyawannya tapi sangat dermawan di bagian lain dirinya.  

Rima, si karyawati baru yang langsung diangkat sebagai manajer keuangan perusahaan Arkan, harus sering-sering berdebat dengan boss nya tentang pengeluaran uang perusahaan dan peraturan perusahaan. Dari mulai baju untuk ke kantor, sepatu, hingga pemanfaatan barang-barang bekas yang terkesan sangat menyedihkan untuk sebuah perusahaan besar.

Hmm, hate to love theme dan cinta lama bersemi kembali emang sangat umum di drama, film atau novel dengan  tema romcom gini. Adegan konyol dan ledekan konyol tersebar sepanjang novel. Sayangnya alih-alih ngakak, saya kok jadi kesel. Bisa ngga sih dikurangin dikit guyonnya? Sebutan Mr. Krabs pada si boss yang pelit tiba-tiba berubah menjadi Cupret ngga jelas kenapa dan mulai di chapter berapa. Keselip juga bangkotan yang kalo ngga salah ingat ini seharusnya disematkan pada laki-laki tua nyebelin. Apakah Arkan sejenis itu? Setau saya, meski kikir, dia cukup tampan dan masih muda. Oh, apakah yang dimaksud adalah Jonathan, ayah Arkan? Hmm, dari kesan Rima ketika bertemu, dia ini ngga model bangkotan juga. (Lah, kenapa saya jadi ribut tentang bangkotan ya?) 😃

Beberapa typo yang sering saya temukan adalah 'makanya' yang tertulis 'makannya'. Dan 'merubah' alih-alih 'mengubah'. Siapa yang makan dan siapa pula yang menjadi rubah? 😅😅😅

Background Rima yang anak juragan peternakan di Lembang juga cukup ajaib. Sebagai (mungkin) lulusan keuangan, kenapa dia ngga bekerja untuk peternakan ayahnya saja daripada berjibaku mencari pekerjaan di Jakarta? Adik satu-satunya kuliah di kedokteran yang jelas tidak akan mewarisi peternakan keluarga mereka. Toh Rima juga masih mengharapkan warisan peternakan ayahnya. Well, kalau dia kerja di peternakan ayahnya, dia ngga bakal ketemu Arkan dong, her soulmate. Ah, bisa saja dong Arkan yang mempunyai perusahaan entah di bidang apa, datang ke peternakan untuk melamar, eh, mengajukan kerja sama dan dapat bonus ketemu mantan gebetan waktu SD. Oh ya, nama Arkan yang berubah dari Mike bule ke Arkan juga ngga ada kisahnya. Kok bisa gitu ya? Menghindari kisah amnesia dengan mengubah nama hingga Rima lupa pernah bertemu dan berteman dengan Arkan. 

Membaca di platform buku digital yang tidak ada proof reader atau editor emang resiko ditanggung sendiri. (Maaf kalo ternyata ada editor yang terlibat, karena saya merasa novel ini butuh editor yang super galak untuk memotong banyak bagian yang ngga penting). Saya pernah membaca satu novel di platform ini juga, Bangku Pojok by Honey Dee tapi cukup bagus untuk tidak saya komentar sepanjang ini. 

0 Response to "Oh! My Office by Myemimark"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel