Permainan Maut by Lexie Xu
Baca di Ipusnas 288 pages
Published November 3, 2011 by Gramedia Pustaka Utama
Rating 4/5
Setelah melewati challenge yang akhirnya tuntas di Goodreads 2025, akhirnya saya kembali melanjutkan Johan series yang ketiga. Yeay!
Jika di buku pertama, Obsesi, sudut pandang bergantian antara Jenny dan Hanny. Di buku kedua, Pengurus MOS Harus Mati, hanya Hanny yang ngoceh sendirian. Sementara di buku tiga ini, ada tambahan karakter baru, yaitu Tory, kakak Tony yang brutal.
Tony tiba-tiba mendapatkan email dari teman SMP nya yang sekarang sudah pindah ke Pontianak. Temannya ini memintanya untuk datang karena katanya dia dan keluarganya dikutuk. HAH! Dikutuk oleh siapaaa? Karena jiwa Tony yang pada dasarnya baik dan suka menolong, meski harus melewatkan liburan kencannya dengan Jenny di Singapura, dia akhirnya berangkat juga ke Pontianak. Tony tentu saja tidak sendiri, Markus, sohibnya sejak kecil, ikut serta beserta teman-teman klub judo-nya. Dan si karakter baru, Tory.
Tory ini cewek yang tak segan berkelahi dengan adiknya, Tony. Usilnya luar biasa yang bisa mencelakakan orang-orang di sekitarnya. Kepergian mereka ke Pontianak, awalnya misinya dirahasiakan, tapi akhirnya terbongkar juga. Selain soal kutukan, ternyata ada yang lebih seram menunggu mereka di rumah penginapan teman Tony.
Rumah penginapan yang super kuno dan reyot, keluarga yang katanya kena kutuk, ditambah adik si empunya rumah tiba-tiba jatuh tersungkur di tangga rumahnya, semua seperti misteri yang harus dipecahkan oleh Tony, Markus dan Tory. Tapi siapa sebenarnya si teman SMP Tony ini?
Keangkeran rumah penginapan itu mulai menelan korban dengan hilangnya teman-teman Tony satu persatu. Rumah yang seperti terpencil dari dunia luar diperparah dengan runtuhnya jembatan, jalur satu-satunya ke akses luar lembah. Bahan makanan yang semakin menipis, dan menghilangnya anggota judo Tony, sepertinya ada semacam orkestrasi membuat mereka mati perlahan di lembah tersebut. Tapi siapa yang berada di belakang kutukan keluarga ini?
***
Karena ini termasuk dalam Johan series, saya yakin ada tangan Johan yang bermain di kasus ini. Tapi bagaimana mungkin? Kalo ngga salah, kepergian Tony dkk ke Pontianak ini bersamaan dengan Hanny yang sedang melakukan orientasi siswa baru di sekolahnya di seri sebelumnya, Pengurus MOS Harus Mati. Dan di sekolah itu pun Johan juga sedang melakukan aksinya. Kalo dipikir-pikir, Johan ini mirip dengan satu sosok yang selalu memberi pengaruh buruk pada orang-orang yang gampang dipengaruhi, seperti di cerita Yami-hara karya Mizuki Tsujimura. Saya cukup merinding dengan kekejaman Johan, tapi karakter paralel di dunia Yami-hara lebih membuat bulu kuduk berdiri.
Seperti di buku sebelumnya, kisah tegang-nir horor hantu ini disuguhkan dengan ringan, ocehan kocak dari para karakternya membuat membaca novel ini terasa lebih cepat. Yup, bisa di-skip saja bagian ocehan Tory yang agak narsis mirip Hanny, atau adu mulut ga gitu penting antara kakak-adik, dan juga adu mulut mengingkari hati nurani Tory terhadap Markus. Hahahaha... Meski lumayan ketebak alur ceritanya, tapi tetap ada kejutan di akhir.
Oya, spoiler dikit. Di akhir cerita, Johan muncul berkenalan dengan Tory. Saya baru ingat bahwa dari buku pertama, Johan belum dimunculkan sudut pandangnya. Wah, can't wait for the next book.

0 Response to "Permainan Maut by Lexie Xu"
Post a Comment