-->

Freeter, Membeli Rumah by Hiro Arikawa


 Paperback 396 pages

Penerjemah: Ribeka Ota

Published December 1, 2021

Rating: 4/5

Cukup jarang saya membaca buku yang awalnya super menyebalkan, tapi semakin ke belakang, semakin menyenangkan dan hangat. 

Disclaimer: apa itu Freeter? Freeter adalah istilah bahasa Jepang untuk menyebut kaum muda usia antara 15-34 tahun yang tidak bekerja alias menganggur atau bekerja paruh waktu.

Take Seiji adalah putra satu-satunya keluarga Take. Seiji punya kakak Ayako, yang mungkin satu-satunya anggota keluarga yang paling normal di keluarganya. Seiji keluar dari pekerjaan pertamanya setelah bekerja selama tiga bulan. Setelah ia luntang lantung selama beberapa bulan, ia mulai bekerja paruh waktu hanya ketika ia membutuhkan uang lebih. Hidupnya mulai berubah setelah sang kakak, Ayako, memberitahunya sesuatu tentang ibunya.

Sumiko, sang ibu, ternyata mengidap penyakit mental selama lebih dari 20 tahun. Di lingkungannya, Sumiko menjadi target perundungan oleh ibu-ibu setelah mengetahui sesuatu yang seharusnya rahasia gara-gara mulut Seichii, sang ayah, yang bocor ketika mabuk.

Rangkaian kunjungan ke dokter dan rutinitas minum obat yang tak boleh terlewat, mau tak mau menjadi rutinitas Seiji dan Seichi, dua pria yang selama ini tidak akur. Masalah utama dari penyakit mental Sumiko adalah perasaan selalu diawasi oleh tetangga sekitar, dan selalu merasa dirinya menjadi target perbincangan karena rahasia keluarga yang bocor. Solusi utamanya selain minum obat rutin, adalah pindah rumah.

Nah, bagaimana Seiji dan Seichi yang sama-sama keras kepala bisa mendiskusikan hal yang sangat penting ini? Seiji yang masih menjadi pekerja paruh waktu mati-matian menabung dan terus mencari pekerjaan tetap agar bisa mewujudkan keinginan pindah rumah. Seichi yang merasa kondisi Sumiko adalah kondisi lemah seorang wanita, bagaimana bisa ia menyadari seberapa parah penyakit mental istrinya?

Seperti yang saya sebutkan di awal, saya benci sekali dengan sikap sombongnya Seichi, belum lagi sifat seenaknya dari Seiji. Keluarga kecil yang seharusnya saling dekat satu sama lain, menjadi saling memusuhi, selama bertahun-tahun. Dan mereka harus saling bekerja sama merawat ibu dan istri keluarga Take. Tapi setelah Seiji mulai berubah, dan Seichi mulai membuka diri, dan mau mendengarkan orang lain, semua rasa sebal  yang saya rasakan di awal, mulai hilang.

Novel ini terasa sekali perubahan para karakter di dalamnya. Seiji yang tadinya adalah sosok malas yang seenaknya menjadi sangat bertanggung jawab pada kesembuhan ibunya. Begitu pula dengan Seichi yang mulai membuka diri, meski tak mau mengakui bahwa dari mulut embernya, semua itu bermula. Beberapa karakter yang muncul belakangan pun tak luput dari perkembangan karakter. Sinyal romansnya sangat tipiiisss...  Bukannya saya harap banyak sih. Tapi memang ini kan bukan novel romans. :D

Novel ini pertama kali terbit di bahasa aslinya pada bulan Agustus 2009. Dan ternyata sudah ada versi dorama dan filmnya lo. Pemeran utama Seiji diperankan oleh Ninomiya Kazunari, salah satu anggota boyband Arashi di masanya. Si ayah yang keras kepala diperankan oleh Takenaka Naoto. Melihat sosoknya malah justru mengingatkan saya pada perannya yang kocak di Nodame Cantabile dan The Way of House Husband atau Gokushufudou. Entah dimana saya bisa menonton versi doramanya yang rilis tahun 2010.

Freeter versi dorama tahun 2010

Oya, ini adalah buku kedua dari penulis Hiro Arikawa yang sering menulis tentang kucing, atau paling tidak selalu ada unsur kucing di novelnya. Yang pertama adalah The Traveling Cat chronicles yang sukses bikin mewek, dan yang kedua adalah The Goodbye Cat, sayangnya ga saya tulis review-nya secara lebih panjang. Ada sih Goodreads review super singkatnya. Khas dari penulis ini adalah menyentuh dan hangat, meski Freeter ini ga sampai menitikkan airmata sih :D


0 Response to "Freeter, Membeli Rumah by Hiro Arikawa"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel