Jumat, 31 Januari 2014

Wrap Up Post: READ BIG 2013




Akhirnyaaaaaa…. Usai juga event penuh keringat selama setahun yang di host mbak Dessy @ Ngidam Buku. Sebelumnya, saya pikir saya bakal cepat ‘lulus’ mengingat challenge Hotter Potter yang mulai dari buku ketiga jumlah halaman sudah mencapai lebih dari 500 halaman. Tapi ternyata banyaknya RC yang saya ikuti tahun lalu membuat itu semua tidak mudah. Novel2 bantal Harry Potter rasanya tidak mungkin saya masukkan ke dalam tas ketika saya berangkat kerja, karena bawaan saya yang selalu banyak. Belum lagi sambilan bacaan saya untuk mengejar challenge lainnya yang membuat saya at least membawa satu buku untuk challenge ini, dan –dengan terpaksa—membaca versi ebook Harry Potter. Ngga semua sih. Tapi dari 5 buku Harry Potter, yang ‘lulus’ saya baca bentuk paperback hanya tiga. Hiks… makanya, saya kemudian harus mencari alternative bacaan bantal lain agar target awal yang sudah saya set sebelumnya, terpenuhi.

Kamis, 30 Januari 2014

#5 Me Before You – Sebelum Aku Mengenalmu by Jojo Moyes




Paperback, 654 pages
Penerjemah: Tanti Lesmana
publishedGramedia Pustaka Utama Mei 2013
rating 4/5

Banyak review yang mengatakan buku ini banjir airmata. Saya yang membaca sekilas review itu jadi menunggu nunggu, seperti apa airmata saya bakal banjir. Seberapa tissue yang saya butuhkan untuk menyeka airmata saya?


Lou Clark tahu banyak hal. Dia tahu berapa langkah jarak antara halte bus dan rumahnya. Dia tahu dia suka sekali bekerja di kedai kopi The Buttered Bun, dan dia tahu dia mungkin tidak begitu mencintai pacarnya, Patrick.
Tetapi Lou tidak tahu bahwa dia akan kehilangan pekerjaannya, dan peristiwa apa saja yang akan menyusul kemudian.

Setelah mengalami kecelakaan, WillTraynor tahu dia tidak berminat lagi untuk melanjutkan hidupnya. Duninya kini menyusut dan taka da suka cita. Dan dia tahu betul bagaimana menghentikannya.
Namun Will tidak tahu sebentar lagi Lou akan masuk ke dunianya dengan membawa warna warna ceria. Mereka berdua sama sama tidak menyadari, betapa mereka akan membawa perubahan besar ke dalam kehidupan satu sama lain.

*_*
Review singkat di balik novel ini sudah menjelaskan bahwa novel bertema sicklit ini menjanjikan banjir airmata seperti review yang sudah saya baca di goodreads. Ehem…

Rabu, 29 Januari 2014

#4 Cinta Tak Pernah Tepat Waktu by Putut EA




Paperback, 319 pages
Published by Orakel - Jogjakarta 2005
Rating 3/5

Terus terang, saya kepincut novel ini setelah melihat 'makian' teman saya yang biasa membaca novel 'ajaib' non romans. Ratingnya 4, dengan review 'semacam jleb' gitu lah. Setelah dioper ke satu teman, akhirnya sampai juga novel ini ke tangan saya. Dan saya mulai membaca...

Novel dibuka dengan sebuah prolog dengan banyak analogi tentang banyak hal yang terjadi tak tepat waktu: pengumpulan tugas akhir yang meleset, weker yang berbunyi tak terdengar di hari ujian, dan banyak hal lain yang mirip. Si Aku (tak terdeteksi namanya dari awal hingga akhir) bercerita bagaimana kisah cinta pertamanya yang datang tak tepatwaktu, dan cinta lainnya yang masih berbayang cinta pertamanya. Sakit. Linglung. Tolol dan konyol. Tak pernah berpikir saya ada nasib orang sebegitu sial yang terus berulang. Saya juga pernah mengalami hal sial yang mirip, hanya saya tak bisa bilang bahwa kesialan saya lebih beruntung dibanding si Aku. Masalah cinta selalu saja menjadi hal yang rumit (bagi si Aku dan sepertinya juga saya), masa lalu masih terus menghantui, masa manis yang terasa pahit dikenang dan sepertinya tak perlu... Kenangan itu datang tak diundang, pergi tak diantar, macam jailangkung saja.

Senin, 27 Januari 2014

#3 Manxmouse by Paul Gallico





Paperback, 227 pages
Published April 2011 by Media Klasik Fantasi
Penerjemah MAria Masniari Lubis
Rating 3,5/5

Sebelumnya saya agak pesimis dengan tulisan di sampul novel ini dengan embel embel 'Buku favorite J. K. Rowling' karena sebelumnya saya membaca The Wizard of Earthsea yang katanya 'Mengilhami cerita Harry Potter dan Eragon yang ternyata gagal saya nikmati :-[

Kisah bermula dari kesalahan seorang perajin keramik yang membuat patung keramik tikus di saat dirinya mabuk berat. Meski tidak dalam kondisi sober, sang perajin keramik menciptakan keramik tikusnya dengan perasaan cinta mendalam. Namun sayangnya, ketika ia sadar keesokan harinya,  keramik tikus itu terlihat aneh: berwarna biru di sekujur tubuhnya, kaki depan yang menyerupai kanguru, tanpa ekor dan bertelinga kelinci.

Tanpa disadari sang perajin, di tikus yang kemudian menyadari dirinya adalah Manxmouse, melakukan perjalanan meninggalkan sang perajin.  Perjalanan ini diawali dengan pertemuannya dengan clutterbumph. Makhluk ini bisa menjelma apa saja tergantung ketakutan yang dimiliki seseorang. Umumnya, tikus takut dengan kucing, tapi Manxmouse tidak mengenal perasaan takut itu.

Kamis, 16 Januari 2014

#2 Ready or Not by Meg Cabot




Paperback 263 pages
Translator: Alexandra Karina
Published 2005 by Gramedia Pustaka Utama
Rating 3/5

Buku selingan bacaan saya ini ternyata membuat saya bete, alih alih memberi selingan segar :-[



Ini adalah sekuel dari All American Girl yang saya baca tahun lalu. Cerita tentu saja masih seputar Samantha Madison, sang pahlawan Amerika setelah menyelamatkan President AS dari pembunuhan. Samantha menjadi sangat sibuk dengan berbagai kegiatan yang tiba2 dijatuhkan ke punggungnya: harus menjadi duta remaja PBB, harus mempelajari materi yang diberikan Gedung Putih sebelum tampil di tempat umum. Itu masih ditambah dengan kegiatan pribadinya: sekolah, kerja paruh waktu di rental DVD, les menggambar dan tentu saja bermesraan dengan pacarnya, David, si putra presiden.

Senin, 06 Januari 2014

Wrap Up All RC 2013




Mari kilas balik ke reading challenge (RC) yang saya ikuti tahun 2013. Saya ikut 7 RC!! Gile ya? Terlalu pede ato terlalu bersemangat ya? Nah, sekarang allow me to brag about my accomplishments and my failure :(

1. What's in a Name RC
Saya lupa berapa banyak buku ato level apa yang saya rencanakan untuk ikuti ketika awal mula saya sign in di RC ini. Tapi saya bisa selesaikan level Crazy About a Name, level 3 dengan menyelesaikan 24 buku! 12 diantaranya didominasi oleh serial yang saya baca, Harry Potter dan Gregor The Overlander. Whoaaa... Hebat ya saya #selfkeplak

Rabu, 01 Januari 2014

#1 The Guy Next Door by Meg Cabot





Paperback 558 pages
Published Juni 2003 by Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Indah S. Pratidina
Rating 4/5

To: meg_cabot@thenyjournal.com
From: lilacyclist@blogger.com
Subject: Buku anda

Dear Meg,
Ceritamu tentang Melissa dan John Trent sangat unik. Tau ngga sih, aku sudah membawa bawa novel ini sejak beberapa bulan lalu, tahun lalu. Tapi baru sempet baca beberapa hari lalu. En, surprise, lebih dari 500 halaman, bisa ku selesaikan dalam waktu 2 hari! Ngga biasanya lo ini.

Oya, Meg, kenapa ya, Mel kudu ngamuk begitu tau kalo Max itu ternyata John Trent, si anak milyuner, sampe bikin berita heboh di korannya? Oke, John memang sudah tidak jujur sama Mel, tapi pembalasannya ya ngga gitu gitu amatlah. Well, meski banyak sih yang merasa pembalasan Mel ini cukup setimpal. Tapi, if I were Mel, I would think about another revenge. Tapi apa ya? Belum kepikiran nih :))