Selasa, 23 Agustus 2016

The Disastrous Life of Saiki K by Shuici Aso


Romaji: Saiki Kusuo Psy Nan
Judul Asli:  斉木楠雄のΨ難
Manga Scanlation Chapter 1-7
Rating 4/5

Salahkan Kento Yamazaki alias Yamaken...

Gegara membaca timeline berita di Asianwiki, saya jadi tahu ada komik ajaib bin kocak ini. Menurut Asianwiki, manga ini bakal muncul live actionnya tahun depan, 2017, dengan memasang Yamaken sebagai si Kusuo. Saya jadi kepo membaca sinopsis singkatnya dan mencari di manga browser, aplikasi membaca manga di hape saya. Ketemu!!! Dan saya pun jadi ter-hook dengan manga ini, melupakan paperback timbunan plus posbar bulan ini hahaha... Yamaken juga patut disalahkan karena saya jadi lebih banyak membaca komik yang kok ndilalah saya keranjingan baca. Contohnya saja Shigatsu wa Kimi no uso yang sudah khatam manga dan animenya plus review-nya hahaha... Owalah, Yamaken. Bagaimana ini saya mengembalikan mood membaca paperback lagi??? 😉

Di mulai Dengan pengenalan sosok Kusuo ini yang masih duduk di bangku sekolah SMA. Dia bercerita betapa tidak enaknya memiliki kemampuan yang sebenarnya bisa saja diidamkan banyak orang di sekelilingnya. Sayangnya, dia justru benci dengan kemampuan supernya. Bayangkan, jika kalian dulu menonton serial Charmed, yang dibintangi cewek cewek cwantik nan seksi, dan mereka masing masing memiliki kemampuan supranatural, mulai dari telekinesis (menggerakkan objek dari jarak tertentu), astral projection (keluar dari tubuh kasar dan masuk ke tubuh orang lain yang pingsan), dan kemampuan membaca pikiran orang. Saya sendiri lupa lupa ingat dengan serial itu, tapi manga ini sedikit mengingatkan saya pada serial itu. Kusuo ini memiliki semua kemampuan supranatural itu!!! S. E. M. U. A. Mulai dari telekinesis, telepati, X-Ray vision, Precognition, Teleportation, Clairvoyance hingga astral projection. Baru tujuh chapter yang saya baca, dan semua kemampuan super itu bagi Kusuo adakah suatu malapetaka!

Senin, 15 Agustus 2016

A scent of Love in London by Indah Hanaco



Ebook Ijak 378 pages
Published February 4 2015 by Elex Media Komputindo 
Rating 2,5/5

Salahkan saya yang membaca buku ini karena iseng dan mood yang kurang bagus, sekedar mencari hiburan bacaan di tengah terjemahan yang bertubi tubi, dan kebetulan ngga sesuai selera saya hahaha... (sudah tau tidak selera kok ya lanjut mbaca lo, nulis review pula). Jadi gini, saya tengah suntuk dengan pekerjaan terjemahan yang merupakan kerjaan sampingan karena seorang teman yang butuh, saya jadi ngga ada waktu untuk membaca. Tapi saya merasa pengen membaca. Terus gimana dong. Saya iseng membuka IJak dan out of the blue menemukan judul yang berbau London, saya jadi teringat buku STPC, yang sudah saya baca, berjudul London juga, dan membuat saya kepo beberapa hal tentang London yang selama ini saya ngga tau. Eh, ternyata buku ini tidak menawarkan yang saya inginkan. Baiklah. Mungkin dari segi cerita bisa membuat saya bergetar, terharu gitu, syukur syukur mimbik2 nangis, tapi sayang, harapan saya terlalu tinggi hahaha... Bahkan dari halaman pertama, saya mulai membaca dengan model scanning-skimming. Persis seperti yang saya lakukan dulu ketika membaca novel erotis nya mbak SA mwahahahaha...

Cerita berawal dari kebintangan seorang Hugh Joaquin Levine, seorang pembalap berwarga negara Inggris. Popularitas dan kemampuannya mengebut bakal naik peringkat dengan bergabungnya ia di F1. Huwooo.... Dia mulai mendekati kesuksesan pembalap idolanya Michael Schumacher. Sayang beribu sayang, cita-citanya harus digantung tinggi dengan adanya kecelakaan yang merenggut satu matanya dan rasa percaya dirinya yang terjun bebas ke titik nol. Mati adalah tujuan hidup berikutnya.

Senin, 25 Juli 2016

Sylvia's Letters by Miranda Malonka




Ebook Ijakarta, 204 pages
Published April 6, 2015 by Gramedia Pustaka Utama
Rating 3,5

Apa yang menjadi persoalan bagi para remaja saat ini? Krisis percaya diri? Orangtua yang dominan? Jam sekolah yang terlalu padat? Stress karena terlalu banyak belajar dan terlalu banyak kursus sesuai keinginan orangtua?  Atau mungkin terlalu percaya diri yang kebablasan, hingga segala kehidupan pribadinya terekspos habis-habisan demi menjadi semacam goals bagia orang lain? Seperti yang sedang viral sekarang ini, remaja baru lulus SMA yang heboh menjadi idola abegeh sekaligus menjadi gunjingan para orangtua, atau para mantan remaja. You know what mean. (Ga mau membuat dirinya makin terkenal dengan menyebutkan namanya disini :))

Sylvia, remaja SMA 16 tahun, seperti banyak karakter yang ada di novel novel remaja yang saya baca, adalah gadis biasa yang lebih memilih tidak terkenal, suka melukis abstrak yang disesuaikan dengan mood- nya saat itu, jatuh cinta jungkir balik dengan Anggara, dan memilih menulis surat-surat nan panjang dengan tangan, alih-alih mengungkapkan perasaannya pada cowok itu. Meski Sylvia ini seperti gadis biasa umumnya, tapi ternyata ia memiliki penyakit tentang tubuh ideal. Dia terobsesi dengan tubuhnya sendiri yang berasa gendut, terobsesi menghitung segala kalori yang masuk dan berapa kalori yang harus dibuang demi mendapatkan tubuh kurus idamannya. Tidak disebutkan, Sylvia ini mengidolakan siapa hingga ia memiliki obsesi macam ini. Ia hanya khawatir ia tidak cukup kurus untuk berada disamping Anggara. Yup, benar, Sylvia ini ternyata mengidap bulimia nervosa, penyakit yang kurang umum diidap remaja di Indonesia. 

Minggu, 24 Juli 2016

Wishful Wednesday #43




Holaaaaaaaaa……

Loamaaaaa sekali saya ngga posting buku incaran saya di Wishful Wednesday. Yang terakhir nomor berapa saja saya kudu liat posting-an saya dulu hahahha… Lha terus? What a tumben ikutan WW yang di posting bukan hari Rabu pulak? Eeerrrrr…… segala sesuatu terjadi karena suatu sebab tentunya…tsaaaahhh… Yeah, sebabnya adalah WW yang diadakan oleh blog perpuskecil.wordpress.com ini sedang merayakan postingan WW-nya yang ke-200!!!! Wwwooowww…. Hebaatt… saya kok ngga bisa se-intense itu atau Bahasa -nya Mamah dan AA’, se-istiqomah ituuu…mwahahaha… Oya, dalam rangka merayakan posting ke 200-nya, si pemilik blog, Astrid Lim, bagi-bagi kebahagiaan voucher, @Rp. 120.000 untuk TIGA pemenang yang beruntung…. Waaaahhh… siapa yang ngga ngeceesss…. :D

Kali ini saya mau share buku incaran saya. Setelah menimbang, menilik, menengok, browsing sana sini, menghitung (pengennya sejumlah hadiah voucher-nya, ga mau rugi J ), akhirnya saya memutuskan untuk memilih dua buku ini. Yang pertama sih sepertinya saya yaqin masih available, yang kedua…semoga masih ada…

A Monster Calls  (Panggilan Sang Monster) by Patrick Ness

Bisa dibeli di bukukita.com

Saya pernah membaca buku ini, sekedar membuktikan kata teman0teman saya yang bilang membaca buku ini berasa gloomy-nya. Saya sendiri memang sedih membacanya, tapi karena waktu itu saya barengan membaca Titik Nol-nya Agustinus Wibowo yang setebal itu, yang gloomy dari awal hingga akhir, saya jadi  ingin mengulanginya dalam bentuk paperback dengan ILUSTRASI pulaa...  Waahh.... ngga sabarr..

Simple Miracles by Ayu Utami


Bisa dibeli di bukukita.com

Dari sekian buku Ayu Utami, buku inilah yang sudah susah mencarinya, bahkan di Ijak pun saya tak menemukan buku ini. Padahal jikalo saya tak bisa memiliki paperback-nya, saya rela hanya membaca di Ijak ^_^

Last but not least, selamaaattt buat perpuskecil.wordpress.com dengan poatingan WW-nya yang ke 200. Semoga semakin eksis blognya, pemiliknya, dan isi postingannya….. #ngrayuuuu hahahaha…




Sabtu, 09 Juli 2016

The Chronicles of Audy: O2 by Orizuka

Mejeng di Pantai Tirang (itu cuma nggaya)


Paperback 364 pages
Published Juni 2016 by Penerbit Haru
Rating 4/5


Aku udah bikin rencana baru untuk masa depanku. Setelah lulus nanti, aku akan balik kesini untuk jemput kamu, terus lanjut S2 di sana sambil kerja,” kata Rex lancar (halaman 37).


AAAAPPHAAAAAAAAAAAAAA?????!!!!

Jangankan Audy, saya juga melongo, mangap, megap-megap. Ituuu…yang ngomong anak umur 17 tahun yang habis lulus SMA? Dia mau ngajak Audy men…..? HAAAAHHH????

Well, sebagai Rex, yang bisa dihitung jumlah joke-nya dalam hidupnya yang baru 17 tahun itu, nampaknya ini bukan joke yang ia lontarkan begitu saja. Dia SERIUS. Saya ulang, SSERIUUSSS, mungkin bahkan DUARIUS! Dengan adanya lamaran yang tidak langsung ini, bagaimana seorang Audy melanjutkan hidupnya di rumah 4R tanpa merasa ada beban? Hhmmm…. 

Di buku terakhir ini, Audy sedikit berkurang lebay-nya meski tetap lebay sih tapi tidak terlalu bikin dongkol seperti di buku sebelumnya. Peran Audy lebih terasa berguna disini, bukan berarti dia tidak berarti di buku sebelumnya sih, Cuma kadar lebay-nya agak berkurang hahaha… Kisahnya masih seputar Audy-Rex yang dekat tapi jauh, yang dingin tapi hangat, hasyah… :D Juga Romeo dengan sisinya yang selama ini tidak terlalu dieskpose. Romeo ini semacam Audy cewek dengan segala kecuekan dan kekonyolannya, tapi ternyata di dalam hatinya dia memiliki perasaan yang selama ini ia sembunyikan. Ciyeee… Jadi terharu saya… Dan, seperti yang ada di review saya di buku 3, hubungan Rex dan Rafael memang tidak terlalu dekat, hingga muncullah misi bonding antara Rex-Rafael yang diprakarsai oleh Audy dan Romeo. Ada saja ide dan kekonyolan yang mereka lakukan. Saya sampai ngakak sekaligus trenyuh. Anak usia lima tahun seperti Rafael tak pernah kenal permainan gelembung sabun? Kemana saja kau, nak? Apa saja yang dilakukan kakak-kakakmu selain mengajarimu game dan membaca National Geography? Bahkan lagu anak-anak pun baru kau dengar setelahh kau masuk sekolah ckckckck… 

Jumat, 08 Juli 2016

The chronicles of Audy: 4/4 by Orizuka


Paperback 320 pages
Published Juni 2015 by Penerbit Haru
Rating 3,5/5

"Kamu adalah entitas yang jadi kelemahan sekaligus jadi kekuatanku". (Rex pada Audy)
Kyaaaaaaaaa..... kalo ini adegan di manga, pasti sorot mata Audy sudah bersinar-sinar keluar berbentuk lope lope mwahahaha....

Setelah pernyataan cinta, eh, bukan penyataan suka Rex pada Audy di buku dua (my review) dan rencana pernikahan Regan-Maura sudah fix, ternyata hidup Audy tetap berlanjut.  Padahal sebelumnya ia cukup heboh dengan ilusi, delusinya sendiri bakal kehilangan 4R ini. Berlanjut dengan tenang kah? Iya kalo dia tidak terlalu lebay dengan urusan kupu-kupu di perutnya untuk masalah Rex ini. Tanpa ia sadari, kupu-kupu itu menjelaskan perasaan nya pada Rex seperti apa. Belum lagi urusan skripsinya yang makin kacrut karena otaknya malah dicekoki dengan urusan peningkatan IQ, sekedar menyamai genius nya seorang Rex.

Di buku tiga ini, keluarga 4R memang cukup membuat saya ketagihan ingin mengetahui lebih lanjut seperti apa kehidupan mereka selanjutnya. Audy menjadi semacam bumbu penyedap, atau mungkin jika di sebuah wayang, kehadiran Audy ini semacam goro-goro alias intermezzo untuk meregangkan urat setelah ketegangan di dunia pewayangan. Audy semakin memantapkan opini saya seputar karakter khas cewek di drama-drama Asia, cewek yang merasa kurang cantik, IQ biasa-biasa saja, baik hati, selalu menempatkan orang lain di atas urusannya sendiri. Terkadang saya  gondok dengannya. Urusan skripsi yang seharusnya mendapat prioritas utama ia kesampingkan begitu saja demi mengecek apakah Rafael baik-baik saja. Alih-alih membuktikan kekhawatirannya itu beralasan, ada lagi alasan yang membuat ia terlihat bodoh di depan banyak orang. Huh!!! Audy ini rupanya tidak bisa belajar dari pengalamannya sendiri.

Kamis, 07 Juli 2016

Posbar Juli- Bacaan Liburan



Horeee... Libur telah tibaaaaaa...

Sebelumnya saya kurang yakin bakal baca buku apa selama liburan Lebaran, karena yah, timbunan film cukup menggoda untuk ditonton. Tapi ternyata saya mendapat setumpuk buku pinjaman dari teman kantor, dengan imbal balik saya minjami dia juga sih ;)

Nah, ini dia timbunan pinjaman itu. Sesuai rekuwes, 4 seri The Chronicles of Audy, dan dua novel grafis. Dari 6 buku, saya sudah kelar membaca 4 diantaranya. Review sih belum semua hehehe.

1. The Chronicles of Audy 4R by Orizuka
2. The Chronicles of Audy 44 by Orizuka
3. The Chronicles of Audy 21 by Orizuka
4. The Chronicles of Audy O2 by Orizuka
5. The Dragon Next Door by Jeung Sol Cho (review cukup di Goodreads :))

Nah, mana bacaan liburanmu? :D