Senin, 20 Maret 2017

Some Kind of Wonderful by Winna Effendi




Baca di Scoop 360 pages
Published by Gramedia Pustaka Utama January 23, 2017
Rating 3/5

saya sempat lupa kalo Winna Effendi ini yang menulis Refrain dan Remember When. Seingat saya dua Novel itu teenlit banget dengan diksi yang tidak begitu istimewa. Tapi membaca Novel yang ini, saya jadi takjub dengan perubahan bahasa Winna. Mungkin karena topiknya yang lebih dewasa dibandingkan dua Novel yang saya sebut tadi, jadi ya enak aja dibaca. Kalo dulu saya baca dua Novel itu banyak banget yang saya skip, kali ini masih skip sih, cuma ngga sebanyak dulu. Seperti kata teman2 saya, tulisan Winna ini quotable banget.

Ide ceritanya sebenarnya sangat sederhana, tentang kehilangan dan menemukan kembali, tentang pertentangan dan penerimaan, dan tentang kesendirian. Hal yang sangat umum dialami orang-orang pekerja di kota besar. Kali ini Winna Effendi mengambil setting di Sydney.

William atau Liam adalah chef populer di acara TV Liam Cooks di Sydney. Cinta masa kecilnya bertepuk sebelah tangan dengan Wendy yang lebih memilih adiknya ketimbang dirinya. Mereka adalah teman masa kecil dan mungkin menganggap satu sama lain adalah sanctuary. Mereka sama-sama memiliki tempat pelarian yang sama, yaitu rumah pohon di rumah Liam, dan Wendy menganggap Liam seperti Peter Pan, tokoh dari cerita klasik, dan menganggap kepergian Liam adalah semacam adventure yang selalu dilakukan oleh Peter Pan. 

Sabtu, 18 Maret 2017

Psychic Detective Yakumo: The Red Eye Knows by Manabu Kaminaga




Paperback 360 pages
Published 2016 by Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Mohammad Ali
Rating: 4/5

Setelah membaca buku keduanya, saya dengan senang hati membaca buku pertamanya, meski sebelumnya, saya sudah menonton beberapa episode manga-nya. Sayangnya, saya justru kurang suka dengan versi manga-nya, karena durasi yang terlalu atau sebab lain, kurang tau juga. 

Berbeda dari buku keduanya yang hanya mempunyai satu cerita, buku pertama seri Yakumo ini memiliki 3 cerita yang berbeda. Oke, yuk, review sekilas dari masing-masing ceritanya. Semoga terhindar dari spoiler :D

Cerita pertama berjudul Ruang Terlarang. Cerita dibuka dengan kelahiran Yakumo dengan bantuan dokter yang nantinya ada di buku kedua. Cerita ini sebenarnya sudah saya tonton versi manga-nya, tapi entah kenapa, versi bukunya ini tetap membuat saya merinding seram. 

Haruka Ozawa, mahasiswi di kampus yang sama dengan Yakumo, mendatangi Yakumo di ‘persembunyiannya’. Tmpat persembunyiannya ini sebenarnya memiliki nama resmi ‘Klub Film’ u=yang sekilas seperti klub ekstrakurikuler mahasiswa kampus setempat. Tapi kenyataannya, ini adalah tempat dimana Yakumo tidur dan berkegiatan sehari-hari. Haruka mendatangi tempat Yakumo demi satu tujuan, menolong temannya, Miki, yang kesurupan setelah melakukan uji nyali di sebuah ruangan terlarang. Dari saran seorang temannya, Haruka mengunjungi Yakumo dengan harapan ia bisa membantu menyelesaikan masalah Miki.

Sabtu, 04 Maret 2017

Kesempatan Kedua by Morgan Matson




Judul asli: Second Chance Summer
Published by Gramedia Pustaka Utama, November 7, 2016
Ebook Scoop, 440 pages
Rating 4,5/5

Setiap orang memiliki kesempatan kedua.

Demikian juga dengan Taylor, setelah 5 musim panas berlalu. Taylor dan keluarganya kembali berlibur menikmati musim panas di Lake Phoenix. Rumah musim panasnya ini dari satu sisi tidak terlalu berubah setelah terakhir ia dan keluarganya berlibur disana. Tapi di sisi lain, ada yang berubah. Perubahan itu tentu saja ada pada dirinya yang tak lagi bersama sahabat karibnya,  Lucy,  setelah pertengkaran yang lima tahun lalu. Demikian juga dengan Henry Crosby yang bukan lagi pacarnya. Satu lagi yang berbeda, Taylor dan keluarganya menghabiskan liburan musim panas kali ini demi bersama sang ayah yang menderita penyakit kanker pankreas stadium akhir. Bisa dibilang, ini adalah momen yang tak bakal ia bisa lupakan.

Hal lain yang baru adalah pekerjaan pertama untuk Taylor. Di kedai minum dekat pantai, ia belajar bekerja, beradaptasi dengan lingkungan pekerjaan, mencoba memperbaiki hubungannya dengan Lucy, dan tanpa ia sadari,  ia menjadi lebih mengenal sang ayah dibandingkan sebelumnya. Di Minggu minggu tertentu, kedai minum tempat Taylor bekerja, memutar film yang dipertunjukkan pada keluarga sekitar pantai. Kebetulan ia bertanggung jawab akan pilihan filmnya dan kata pengantarnya. Film-film favorit sang ayah yang Selama ini ia kenal dari cerita sang ayah, menjadi pilihannya. Impian ayahnya untuk menonton film favoritnya di layar, terwujud, yang bisa saja ini adalah yang terakhir kalinya.

Sabtu, 25 Februari 2017

Manusia Tikus dan by John Steinback




Judul asli: Of Mice and Men
Ebook Scoop 144 pages
Published February 6, 2017 by Gramdia Psutaka Utama
Pertama diterbitkan tahun 1937
Penerjemah: Ariyantri E. Tarman
Rating 4/5

Setiap orang memiliki mimpi, termasuk para buruh kasar, bahkan yang idiot sekalipun.

George dan Lennie baru saja melaarikan diri dari tempat bekerja mereka sebelumnya ketika George menyadari Lennie selalu mengelus-elus sesuatu di dalam kantung bajunya. Seekor tikus mati. Katanya ia mendapatkan suatu kedamaian ketika mengelus hewan mati itu. Perjalanan mereka saat itu menuju suatu perkebunan yang akan memperkerjakan mereka sebagai pengangkut jelai. 

Lennie, si bongsor setengah idiot bekerja hanya mengandalkan tenaga kasarnya. Otaknya memang tidak sebesar tenaganya, tapi ia baik dan sangat menuruti apa yang dikatakan George. George sendiri adalah sosok buruh cerdas yang selalu meniupakn mimpi ke telinga Lennie. Kelak, mereka akan memiliki kebun sendiri, beternak sendiri dan menikmati hasil kebun sendiri, dan tentu rumah mungil sendiri. Mereka hanya membutuhkan beberapa puluh dollar untuk mewujudkan mimpi tersebut dengan bekerja di perkebunan milik orangtua Curley.

Curley, anak pemilik perkebunan, adalah sosok sombong yang menyebalkan. Istrinya yang muda nan cantik sekaligus menor dianggap pengganggu di perkebunan yang diisi laki-laki, alih-alih sebagai bintang perkebunan karena ia adalah satu-satunya perempuan disana. Si cantik inipun juga memiliki mimpi, menjadi seorang bintang film terkenal, dengan baju-baju mahal, hingga ia dipersunting oleh Curley. Sayang, kehidupannya menjadi lebih buruk ketika aia tinggal di perkebunan, hingga kecelakaan menimpa dirinya.

Selasa, 21 Februari 2017

Satu Hari Saja (Just One Day #1) by Gayle Forman




Ebook Scoop. 404 pages
Published by Gramedia Pustaka Utama, February 2014
Rating 3,5/5

“Travelling's not something you're good at. It's something you do. Like breathing. You can't work too much at it, or it feels like work. You have to surrender yourself to the chaos. To the accidents.”


 
Ada banyak hal yang melompat-lompat dalam otak saya selama membaca novel ini. Yang pertama adalah, novel ini sekilas mirip dengan film yang dulu pernah favorite saya, Before Sunset yang dibintangi Ethan Hawke dan Julie Delpie, tentang dua anak manusia yang bertemu di kereta api, dan kemudian melakukan perjalanan bersama-sama selama satu hari, atau setengah hari? (saya lupa, saking lamanya :D ). Tapi kemudian otak saya berubah ketika kisah mengarah pada pencarian Allyson alias Lulu terhadap Willem alias Sebastian. Kisah perjalanannya hampir mirip dengan perjalanan wisata ke negara-negara Eropa, lengkap dengan peta dan apartemen murah. Tapi kemudian kisah ini mengingatkan saya pada diri sendiri yang pernah berada di posisi Allyson dalam mencari seseorang. Yang membedakan adalah Allyson pergi menacaaro hingga ke tengah kota Amsterdam, saya cukup menyerah saja. Hiksss…

Allyson sedang mengikuti tour di Eropa bersama rombongan tour ditemani sahabt masa kecilnya, Melanie. Mereka hendak menonton drama As you Like It ketika mereka kemudian bertemu dengan seseorang, Willem, yang memberi selebaran pertunjukan drama Shakespeare, The Twelfth Night bersama rombongan Gerilya Will, di emper gedung. Tergoda oleh tawaran ini, mereka menyelinap pergi dari rombongan dan menikmati kisah komedi milik Shakespeare. 

Ada sesuatu dalam diri willem, yang membuat Allyson tertarik padanya. Tak disangka, mereka bertemu lagi di kereta yang sebenarnya akan membawa mereka ke London, dan pulang. Willem menawarkan melanjutkan perjalan ke Paris, dalm waktu satu hari. Allyson yang terbiasa mengikuti semua jadwal yang diatur ibunya, tiba-tiba menyetujui gagasan mendadak ini.

Rabu, 08 Februari 2017

Rule of Thirds by Suarcani




Ebook from Scoop 286 pages
Published December 27, 2016 by GramediaPustakaUtama
Rating: 3/5

Ada sedikit rasa penasaran ketikateman-teman saya di grup Joglosemar membicarakan novel ini. Ada yang katanya sedih hingga mewek.Wah, sudah lama saya ngga bersedih-sedih ketika membaca novel.Terakhir sih baca novel-nya Keigo Higashino sensei, yang bikin sesak tapi ngga sampai nangis sih :D Mungkin yang kemudian membuat saya lebih penasaran adalah cover buku ini yang memajang gambar kamera. Apa hubungannya ya cerita dalam novel dengan kamera? Eh iya, saya sempat ikut GA di blog teman, tapi ngga menang. Untungnya sekarang berlangganan Scoop, aplikasi baca buku di smartphone. Horeee…

Ladys Cantika yang semula tinggal bersamaayahnya di Seoul, memilih pulang ke kampong halaman ayahnya di Bali. Tujuannya adalah untuk mendekatkan dirinya dengan sang pacar tercinta, Esa. Ladys adalah seorang fotografer cukup beken di Seoul karena ia bekerja sebagaifotografer majalah fashion dengan objek utama fashion tentunya. Ia kembali ke Bali setelah 13 tahun meninggalkan kota cantik itu, meninggalkan kesedihan yang pernah menimpaayahnya, yang hingga saat ia memutuskan untuk pulang ke Bali masih kukuh untuk tidak lagimenginjakkan kakinya ke kota yang menurutnyatak lagi indah itu. Sang ayah masih belum bisa melupakan rasa sakit hatinya ditinggal sang istri yang berselingkuh.

Jumat, 03 Februari 2017

Kesetiaan Mr. X by Keigo Higashino


Judul asli: Yogisha X No Kenshin 
Penerjemah: Faira Ammadea
Published by Gramedia Pustaka Utama 
Rating 5/5

Siapa sangka jika seorang jenius matematika bisa merancang suatu skenario alibi dari sebuah pembunuhan secara rapi hingga nyaris menipu detektif dari pihak kepolisian?

Tetsuya Ishigami adalah seorang guru matematika SMA yang jenius. Hidupnya nyaris berakhir dengan bunuh diri hingga ia bertemu dengan tetangganya yang cantik dan putrinya, Yatsuko Hanaoka dan Misato. Suatu hari mantan suami Hanaoka datang ke apartemen Hanaoka dan mengatakan ingin kembali padanya. Trauma akan masa lalu, tentu saja Hanaoka menolak. Penolakan ini berujung pada kata-kata kasar sang mantan suami, dan berujung pada kematian si pembuat onar. Togashi, si mantan suami, mati di apartemen Hanaoka, dengan ibu dan anak sebagai pembunuhnya. 

Ishigami,  yang tinggal di lantai yang sama dengan Hanaoka, mendengar seluruh keributan itu. Ia datang menawarkan bantuan, menyingkirkan jasad Togashi dan merancang alibi yang sempurna bagi ibu dan anak tersebut.  Semua terlihat berjalan sesuai skenario yang dirancang sang guru matematika.  Semua jawaban akan pertanyaan para detektif beserta bukti-buktinya tersedia secara tepat. Semua terlihat sempurna hingga muncullah sahabat yang telah lama hilang, Profesor Yukawa Manabu. Si jenius fisika ini datang menemui sahabatnya karena rindu bertemu dengan sesama jenius. Mereka mengobrol, mengenang masa kuliah, hingga obrolan nyerempet pada penampilan fisik sang fisikawan yang terlihat awet muda. Hanya satu kalimat itu saja, yang kemudian membuka semua skenario sang matematikawan. 

Detektif utama untuk kasus pembunuhan ini adalah Kusanagi, kawan lama profesor Yukawa, yang ternyata adalah alumni universitas dimana Ishigami kuliah dulu. Terbayang peliknya hubungan mereka bertiga. Kusanagi hanya fokus pada Hanaoka sebagai tersangka utama, hingga Yukawa sensei muncul dan diam-diam menyelidiki Ishigami. Ketika kecurigaan mulai mengarah pada Ishigami,  Yukawa sensei terlihat menutup diri dengan kemungkinan Ishigami sebagai pelaku utama. Tantangan soal-soal matematika yang disodorkan oleh Yukawa sensei diselesaikan oleh Sang jenius matematika hanya dalam waktu 6 jam. Terbayang akan sia-sia otak jenius Ishigami jika ia benar melakukan pembunuhan tersebut.