Selasa, 31 Juli 2012

SKY BURIAL by Xinran



Paperback, soft cover, 310 pages
Published by Serambi, 2007
Rating 4/5

Apa yang bisa dilakukan seseorang ketika cinta dalam kehidupannya terenggut? Pasrah? Atau melawan?

Pilihan kedualah yang dipilih Shu Wen, seorang menba Cina begitu mendengar suaminya meninggal dalam tugas militer di tanah sakral Tibet. Tak ada yang bisa mencegahnya, pun ketika ia tahu betapa berat medan Tibet lengkap dengan tradisi ritual keagamaan yang sama sekali asing bagi Wen. Dia harus mencari suaminya yang baru dinikahinya selama 100 hari.

Di tengah konflik Cina dan Tibet, kekuasaan Cina yang ingin mencaplok tanah Tibet tahun 1950an, warga Tibet menganggap warga Cina sebagai iblis iblis yang berusaha mengalihkan agama mereka, hubungan politik kedua negara tersebut sangat panas. Tapi, tidak ada kata menyerah bagi Wen.  Suaminya, Kejun, barangkali hanya tersesat di medan berat Tibet. Wen pun pergi mencari.

Dalam perjalanan, Wen bertemu dengan Zhuoma, gadis bangsawan Tibet yang jatuh cinta dengan budaya Cina. Persahabatan keduanya mewarnai perjalanan Wen. Medan Tibet yang berubah setiap kali berganti musim, memaksa Wen mengikuti gaya hidup warga Tibet yang nomadik. Dalam perpindahan ini, mereka bertemu dengan keluarga Tibet yang menerima mereka tinggal bersama sebagai satu keluarga.


Perjalanan Wen dan Zhuoma yang mencari mantan kacungnya yang dicintainya, Tiananmen, sangat berliku. Kehidupan para Tibetan yang sederhana nan mandiri sangat asyik diikuti. Bagaimana sebuah keluarga mencukupi kebutuhan sehari hari, berdoa kepada para dewa yang dilakukan sepanjang aktivitas mereka, hingga kebutuhan rohani yang cukup membuat Wen--dan juga saya, tercengang. Wanita Tibet boleh menikahi dua pria sekaligus, bahkan kakak adik. Wow!!

Tanpa terasa, perjalanan pencarian yang tak kenal lelah ini membawa mereka ke danau Zhaling yang dikenal sebagai Seratus Danau. Disini, mereka menemukan jawaban keberadaan Kejun, serta berita politik yang sudah mereka tinggalkan lebih dari 20 tahun!!! Perselisihan antar dua kubu Cina, Mao Zedong dengan Chiang Kai Sek, Komunis Vs Nasonalis, sama2 memperebutkan wilayah Tibet. Akhirnya, pemerintah Komunis Mao memenangkan perselisihan, dan Tibet masuk ke wilayah RRC pada tahun 1970. Berita politik ini sama sekali tak terduga bagi Wen dan Zhuoma yang berpuluh tahun terisolasi dengan kehidupan momadik ala Tibet.

Comments:

Sebelum saya membaca novel tipis ini, saya di tag oleh seorang teman di facebook, video tentang ritual Sky Burial atau Pemakaman Langit. Seram dan membuat perut mulas tentu saja. Sepanjang novel, saya menantikan adegan ini. Namun dari lembar ke lembar, hingga halaman 170an, saya tak menemukannya. Seorang rekan memberi spoiler bahwa sedikit detil seputar Sky Burial akan disebutkan di hampir akhir novel. Antara lega dan heranlah saya. Lega karena saya tak perlu memegang perut selama membaca deskripsi ritual asli Tibet ini, heran karena kenapa novel ini diberi judul Sky Burial?

Namun ternyata, keheranan saya terjawab sudah (spoiler deactivated). Ritual sakral ini amat erat hubungannya dengan ritual keagamaan wargaTibet. Burung2 nasar pemakan bangkai serupa dewa maut yang menerima persembahan sesaji. Seiring dengan waktu, sky burial ternyata masih dilakukan meskipun ternyata ada 3 alternatif cara penguburan bagi warga Tibet; water burial, soil burial, fire burial. Masing2 daerah boleh memilih cara penguburan bagi anggota keluarganya yang meninggal. Namun yang paling bisa menentukan cara penguburan ini adalah Lama yang dianggap memiliki kesadaran lebih tinggi. Selain itu, bagaimana seseorang mati (karena usia, penyakit atau dibunuh) juga menentukan cara penguburan seseorang.

Overall, kisah Wen ini membuka mata saya bahwa cinta harus tetap dijaga bagaimana pun caranya. Kehidupan relijius warga Tibet, dipraktekkan sehari hari, dari bangun tidur hingga menjelang tidur, di dalam ataupun di luar biara, tanah Tibet yang sulit, adalah semacam biara besar untuk mereka terus mengucapkan om mani padme hum alias berzikir tiada henti. Dalam kondisi apapun, senang ataupun sempit.

Yang ingin tahu apa itu Sky Burial, Silakan klik video ini. Aman, tak begitu terasa sadisnya :D 

22 komentar:

  1. wow...menarik banget nih kebudayaan Tibet...jadi si Zen jalan sampe 20 tahun utk cari suaminya ya? hebaaat! merinding euy ntn videonya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Technically, lebih dari 20 tahun, ketika Xinran, si penulis yang juga wartawati menemukannya. Itu video yang 'cukup ramah', dipabanding wikipedianya atau site lain yang meski poto2 sdh di blur, tetep aja ngeriiii

      Hapus
  2. Wah, aku kok gak pernah lihat buku ini ya? Aku suka sekali novel2 hisfic berbau budaya, terutama budaya Tibet, entah kenapa dari dulu suka. Aku baca Mata Ketiga - T. Lobsang Rampa sampai berkali-kali. Kayaknya kudu baca buku ini juga deh!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini juga dapet minjem, temen nemu di book fair, 10rebuan... huhuhu... Semoga suatu hari nanti aku nemu juga. Pengen koleksi

      Hapus
    2. lah aku jg blm pernah liat ada buku ini tp perasaan aku pernah baca review novel ini, tp lupa di mana

      Hapus
    3. Kayaknya dulu yang baca di goodreads si Momo ato siapa ya? Karena ratingnya full, jadi penasaran pengen baca juga

      Hapus
  3. nggak mau ah buka videonya, ini nemu lagi yang temanya lain dari yang lain, kebudayaan Tibet :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asik lo baca budayanya. Keinget sama filmnya yayang Brad Pitt Seven Years in Tibet. #uhuk

      Hapus
  4. asyik habis ini giliranku :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Abis September yaa... Sangu baca2 liburan temen selama dolan hehehe...

      Hapus
  5. Kayaknya sedih nih ceritanya ya..

    BalasHapus
  6. Aku pernah baca buku yg latarnya tibet..hmm bukunya tasaro yg seri Muhammad itu..
    Tp di sana lebih diceritain tentang biksu dan lain lain di dataran tinggi tibetnya,sih..
    Jasi pingin baca buku tibet yg ini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oya? di Tasaro ada juga background Tibet ya? Minjem temen ah hehehe...

      Hapus
  7. Setelah baca buku ini, aku jadi pengen lihat Tibet dan kalau beruntung lihat Sky Burial. Eh ga kepikiran cari di youtube, malah ketemu videonya di sini. Hihihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe.... Pas mau nge link review ini ke artikel seputar sky burial, malah gemeter liat poto2nya. Ngga jadi deh di link. Takut pengunjung disini trauma :D

      Hapus
  8. Cinta mati bgt ya istrinya ini, demi suami yg baru 100hr dinikahi dia berani melalang buana ke Tibet yg notabene dia blm tau medannya kayak apa. Keren.

    Penasaran sama Sky Burial, kayak apa sih?

    Eh, kenapa inin link videonya kok ga keliatan ya di aku~ *apa karena inetku lemot?*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bener tuh cinta matinya, dibawa melanglang ke Tibet berpuluh tahun. Hebat ya..

      Kalo masih gagal videonya, langsung ke youtube aja, ky

      Hapus
    2. Setelah kupikir2 kok agak serem ya.
      Aku ga berani nyari videonya mba Lila, takut kebayang2 terus =))

      Hapus
  9. aku jg sdh baca buku ini, ceritanya mengharukan , baru tau juga kl di Tibet wanitanya biasa poliandri dan tinggal serumah bersama kedua suami dengan akurnya :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harusnya disini juga begitu ya? #eh... :)

      Hapus