Jumat, 31 Oktober 2014

#37 Juniper Berry by M. P. Kozlowsky


Ebook 121 pages
Published April 26th 2011 by Walden Pond Press
Rating 3/5

Apa impianmu ketika kau masih kecil? Jadi dokter?  Polisi? Guru? Atau meniadi orang terkenal?

Juniper Berry, 11 tahun, gadis cerdas, lahir dari orangtua selebriti terkenal yang selalu diikuti pers dan fans dimana-mana. Kehidupan mereka semula normal-normal saja; orangtua bekerja dan Juniper seringkali menunggu kedatangan mereka untuk bermanja sekaligus menunjukkan karya drama yang ia tulis dan khusus diperankan orangtuanya.  Yup, Juniper bercita-cita menjadi penulis skenario terkenal.  Tapi kebahagiaan itu tiba-tiba berubah.

Orangtua Juniper tiba-tiba menjaga jarak, berbicara tanpa kontak mata, seringkali mengeluh dan tak lagi ada waktu untuk Juniper.  Merasa sedih dan kecewa, Juniper berusaha mencari penyebab perubahan orangtuanya.  Dengan selalu membawa teropong di tangan,  Juniper mengeksplor kemana saja orangtuanya sering menghilang di malam hari. Kecurigaannya tertuju pada sebuah pohon tua dimana seekor gagak selalu bertengger. Di hutan itu, Juniper bertemu dengan Giles, tetangga seusianya yang rupanya mempunyai masalah yang sama, orangtuanya yang musisi juga mengalami gejala yang sama.  Jika Juniper bersekolah di rumah, Giles bersekolah di sekolah umum yang penuh dengan bullying. Dan Giles menjadi salah satu korbannya.  Betapa Giles memimpikan tubuh besar nan kuat hingga ia mampu melawan bullying itu.


Kembali ke pohon tua. Pohon ini nampaknya menyimpan rahasia besar dengan burung gagak sebagai guide-nya. Rahasia itu yang menjadikan orangtua Juniper tetap awet terkenal,  awet cantik rupawan, namun  mulai lupa dengan jati diri mereka sendiri.  Kecantikan dan kepopuleran mereka harus ditebus dengan mahal. Tak ada orang lain yang bisa menyelamatkan mereka kecuali si kecil Juniper.

Buku ini secara tidak langsung mengingatkan saya pada kisah Coraline dengan dunia keduanya. Hal-hal menggiurkan ditawarkan dunia ke dua ini. Coraline menginginkan orangtua yang hangat penuh kasih sayang, Juniper memimpikan hal yang sama. Orangtua Juniper bermimpi kepopuleran mereka tak  akan mengenai kata surut. Giles memimpikan mengalahkan pem-bully-nya. Semua itu ditawarkan dengan sangat mudah di dunia kedua itu. Gratis. Mereka hanya perlu meniup balon dan menyedot angin yang keluar dari lubang balon itu,

Sosok dewa pengabul mimpi Skeksyl, mengingatkan saya pada sosok manis nan menyebalkan Rumpelstiltskin di serial Once Upon A Time. What's your wish? I'll grant your wish in a blink of your eyes. But with one condition.  Hah, kenapa semua yang ada disini mengingatkan saya ini dan itu? Meski masuk kategori horor anak-anak tapi saya kurang merasa seram dengan adegan kejar-kejaran yang seharusnya seru nan seram.  Coraline dua kali lebih seram meski saya membaca ulang beberapa bulan lalu. Mungkin jika buku ini dibaca anak seusia dengan Juniper akan terasa seramnya :D Satu hal yang saya suka ada di nasihatnya Mr. Berry untuk Juniper

"Too much is never enough. You want to be a writer? In a way, it’s similar to acting. You have to know your character’s every thought. Your worlds have to collide. I have books on every career and lifestyle you can imagine. Every hobby, religion, trade. It’s all here. It helps me understand everything from how my characters grew up to what type of drink they preferred and how they held it. It can do the same for you.”Too much is never enough. You want to be a writer? In a way, it’s similar to acting. You have to know your character’s every thought. Your worlds have to collide. I have books on every career and lifestyle you can imagine. Every hobby, religion, trade. It’s all here. It helps me understand everything from how my characters grew up to what type of drink they preferred and how they held it. It can do the same for you.” (hal. 13-14)

Note:

Ini adalah posting bareng group JoglosemarNonSpoilerFamily yang memang sudah berencana posting bareng buku horror dalam rangka Halloween… Happy Halloween, folks :D


3 komentar:

  1. waaah, mintaaaak *eh.
    ini tentang bully membully juga ya, jadi inget carrie yang juga aku bacaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bully bully-nya dikit tok, viinnn... OK, nanti ku kirim yaaa...

      Hapus
  2. Jadi penasaran sama buku ini karena aku juga suka banget Coraline.
    Selalu ada aja shortcut untuk hal-hal yg kita inginkan tapi harus dibayar pake harga mahal sih ya..
    Masuk ke 'to-read' deh :D
    Dankeeeee ^_^

    BalasHapus